Minggu, 07 Juli 2019

Management Keuangan Bagi Pasangan Muda


Menikah adalah suatu anugerah yang diberikan bagi dua insan yang bisa menjadi suatu ikatan menyatukan hubungan supaya menjadi semakin kokoh. Tentunya setelah memutuskan untuk menikah, pasangan tersebut sudah memikirkan secara matang bagaimana kehidupan rumah tangga nantinya. Baik itu secara material maupun non material tentunya. Memikirkan perencanaan keunangan menjadi matang sangat penting terutama bagi pasangan baru. Dengan adanya kematangan perencanaan ini bisa menjadi salah satu jalan menciptakan rumah tangga bejalan dengan lacar. 

Tentunya banyak kita temui pasangan diluar sana bertengkar karena masalah yang satu ini. Maka dari itu tentunya kematangan perencanaan secara material mutlak dilakukan dan didiskusikan antar pasangan supaya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari. 

Nah berikut hal-hal yang bisa dilakukan dalam merancang perencanaan pengeluaran bagai pasangan baru : 

Komunikasi 
Komunikasi adalah hal yang utama dan paling utama dalam sebuah rumah tangga. Tidak hanya soal pengeluaran tentunya. Jika sudah berumah tangga artinya kita telah memilih bahwa semua harus dijalankan sesuai dengan kesepakatan bersama sehingga dapat menciptakan suatu suasana rumah tangga yang jauh dari perccek-cokan yang berdampak parah. Selain itu, dengan adanya komunikasi maka kita semakin mengerti bagaimana pasangan kita sesungguhnya.  Ada saatnya bagi pribadi kita untuk saling mengerti dan mengalah kepada pasangan begitupun sebaliknya. 

Terbuka 
Saling terbuka mengenai masalah finansial adalah salah satu hal yang tidak bisa diaanggap remeh. Jika sudah berumah tangga itu artinya kita sudah berjalan beriringan dengan pasangan, buka dengan cara sendiri-sendiri lagi. Hal ini bertujuan supaya tidak ada kecurigaan yang tidak mendasar dikemudian hari yang bisa saja menjadi pemicu keributan dalam kehidupan berumah tangga nantinya. 

Menentukan Prioritas 
Ketika kehidupan dua orang disatukan menjadi satu tentunya akan ada beberapa atau bahkan banyak perbedaan yang ditemukan. Tapi jangan sampai perbedaan itu malah menjadi alasan antar pasangan untuk tetap kekeh dengan pendirian masing-masing. Nah, tentunya juga dalam prioritas dalam berumah tangga akan mengelamai perubahan ketika masih sendiri dulu. Jika masih sendiri dulu jika ada uang lebih atau penghasilan sendiri yang dilakukan adalah mungkin untuk membahagiakan diri sendiri atau bahkan berliburan namun akan berbeda ketika berumah tangga. 
Namun bukan berarti tidak ada waktu atupun kesempatan bagi kita untuk membahagiakan diri sendiri ya. Berumah tangga itu malahan akan semakin menyenangkan jika semuanya dilakukan oleh orang yang disayang. Maka dari itu inilah pentingnya membicarakan kepada pasangan mana saja yang akan menjadi prioritas utama, kedua dan selanjutnya. Misal seperti ingin mencicil untuk memiliki rumah sendiri, perabotannya nanti, untuk persiapan memiliki anak, dana kesehatan, investasi dan sebagainya. Itu semua patut untuk dijadikan sebagai bahan untuk dipertimbangan berdua.  
Serta, jika kedua bekerja bisa juga ditentukan gaji siapa yang akan digunakan untuk kebutuhan yang sifatnya sehari-hari dan gaji siapa yang digunakan untuk kebutuhan lain seperti untuk disisihkan  menabung, investasi, membayar rumah, listrik dan sebagainya. 

Tentukan Siapa Yang Menjadi Bendahara 
Idealnya sebuah keluarga memiliki bendahara yang  bisa dipercaya dalam mengelola keuangan untuk kebutuhan sehari-hari. Meskipun sebenarnya antar pasangan memiliki hak untuk membelanjakan anggaran tersebut namun akan ada baiknya jika ketika ingin menggunakan anggaran tersebut ada yang menjadi pengingat sehingga dapat menghindari pengeluaran yang tidak perlu yang bisa berdampak kepada kemubaziran dan penyesalan nantinya. Sebagai bendaharapun meskipun repot akan ada baiknya jika memiliki catatan pengeluaran supaya jelas kemana saja pengeluaran uang setiap bulannya. Termasuk juga tuga bendahara untuk menyisihkan dana darurat yang sifatnya bisa digunakan suatu waktu disaat yang mendesak. 

Evaluasi Pengeluaran 
Evaluasi bisa menjadi bahan sebagai acuan baik itu dalam hal kelebihan uang yang bisa digunakan untuk ditabung, untuk dana darurat, investasi, menetapkan keuangan bulan depan dan sebainya. Dengan adanya evaluasi tentu akan ada beberapa hal yang dirasa bagi kita untuk tidak perlu dilakukan atau dibeli dikemudian hari. Mengurangi sikap konsumtif yang dirasa dapat memberatkan seperti cicilan kredit bisa menjadi salah satu hal yang bisa dipertimbangkan bagi pasangan. 

Terlepas dari itu semua, mungkin terdapat perbedaan antar keluarga dalam mengatur keuangan. Perlu kita sadari bahwa berumah tangga akan lebih bahagia jika keduanya saling memahami dan berdiskusi serta menjalaninya dengan hati senang, bahagia, kerjasama, komunikasi, kompak dan tanpa tekanan. Jadi, buatlah suasana rumah tangga menjadi senyaman mungkin. Jangan jadikan faktor finansial menjadi pemicu ledak dalam rumah tangga dikemudian hari. 
Bagi pasangan baru, beradaptasilah dengan kehidupan baru yang tentunya akan berbeda dari kehidupan sebelum-sebelumnya. Berumah tangga juga menjadikan pribadi kita mandiri dan tidak bergantung lagi dengan orang tua. Buktikan bahwa memiliki pasangan adalah hal yang paling membahagiakan dan berumah tangga bukanlah beban.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungan dan coret coret komentarnya ya ...