Minggu, 10 Juli 2022

Demi Masa Depan Cerah Hutan Kita



Apa yang paling membuat kalian tenang ketika memandang sesuatu? 

Deru ombak pantai? 

Hutan yang menghijau? 

Pepohonan rindang bergoyang ketika tertiup angin memberi kesejukan? 

Hijaunya pematang sawah? Atau ...

Ketika melihat beningnya air hingga nampak keelokan kehidupan dibawahnya? Dimana ada ikan yang bebas berenang beriringan, beragam keunikan terumbu karang di lautan luas dan berjuta pesona lainnya.  

Iya, semua mengarah pada keindahan alam. Terlebih lagi manfaat hutan bagi kehidupan. Mengintip birunya langit disela pepohonan rindang dan merasakan paparan sinar matahari menyentuh kulit. Suara alam berdampak para perhatian akan menjadi lebih fokus mampu menghilangkan dan sejenak melupakan beban pikiran dan membuatnya menjadi lebih relax. Itu semua bisa kita rasakan dari terjaganya hutan. Seharusnya keberadaan anugerah tersebut membuat kita dipenuhi rasa syukur karena hutan melindungi makhluk hidup dan memiliki peran besar dalam keberlangsungan makhluk hidup tanpa terkecuali bagi manusia. 

Hutan dan segala kebaikan didalamnya memberikan banyak kehidupan. Tak bisa terbayangkan bagaimana kualitas hidup manusia jikalau hutan semakin kritis dan tak terkendali lagi kerusakannya. Hutan merangkul semua kehidupan karena hutan bukan hanya sebatas pohon saja, tetapi dihutan juga terdapat jenis tanah, tanaman dan kehidupan binatang yang bertahan hidup karena hutan adalah habitat asli mereka sehingga terbentuklah yang namanya ekosistem. 

Hutan yang merupakan wilayah luas yang ditumbuhi oleh berbagai jenis tumbuhan memiliki daya serap karbon dioksida yang tinggi dan merupakan pemasok oksigen paling besar di planet bumi. Julukan hutan sebagai paru-paru dinia dibuktikan lewat manfaatnya yang sangat penting bagi manusia dan hewan. 

Peran krusial hutan dalam mencegah perubahan iklim. Kecenderungan kita dalam mengabaikan hutan begitu saja, hingga meremehkan betapa besarnya pengaruh hutan bagi kelangsungan makhluk hidup. Jangan sampai ketidakpedulian berjalan sejalan dengan ketidaktahuan ataupun sebaliknya. 

Nafas yang kita hirup, sejuk yang memberikan kenyamanan, hujan yang kita impikan, banjir dan bencana lainnya yang kita hindarkan, hingga makanan yang kita butuhkan semua berasal dari hutan. Hutan yang memberikan tanpa harus kita bayar mahal. Yang ada adalah kita yang seharusnya manusia yang diberi akallah yang harus sadar betapa pentingnya hutan. Tugas kita adalah menjaga dan tetap melestarikannya. 

Mengembalikan langit tetap biru dan hutan tetap hijau adalah tugas kita bersama. Alam berubah karena kita kurang becus menjaganya. Ketika alam menegur kita lewat bencana yang datang silih berganti seakan tidak pernah berhenti untuk menegur, berhenti mengeluh dan bersama kita perbaiki. Karena manusialah yang punya kendali, baik itu merusak ataupun menjadikannya menjadi lebih baik. 

Masih pantaskah kita mengeluh ketika alam memberikan kita semua yang kita inginkan dan yang kita butuhkan? Tidak pantas bagi kita untuk mengeluh bahkan ketika kita hanya bisa merusak dan berpangku tangan tanpa berbuat apa saja. 

Jadi, sebagai manusia hentikan sikap egois kita untuk hanya mementingkan kepentingan kita sesat. Pikirkan juga bagaimana nasib hutan kita selanjutnya dan kualitas lingkungan yang anak anak - cucu kita nikmati dikemudia hari nanti. Semakin banyak yang perduli dan sadar semakin besar dampaknya bagi keberlangusngan hutan bahkan kehidupan nanti. 

Alam dan hutan memiliki pesonanya tersendiri yang memberikan efek menangkan bagi kita ketika memandang bahkan menikmatinya. Alam pun banyak mengajarkan banyak hal ketika kita mensyukuri keberadaannya serta menjaganya. Seperti sebuah kata bijak, tidak ada tempat yang lebih baik untuk menemukan dirimu selain duduk di tepi air dan mendengarkan musik. 

Berbicara musik, setiap orang dengan profesi apa pun mencintai sesuatu sesuai dengan yang mereka sukai. Jika seniman mewujudkan rasa cintanya dengan cara menghasilkan karya seni yang menakjubkan, jika kita penulis kita menuangkan kecintaan dan apa yang ada didalam pikiran kita lewat tulisan, maka akan tertuang juga rangkaian kata yang bisa mewakilkan bentuk cinta tersebut yang terlihat dari tulisan-tulisan. Pun ketika kita adalah seorang penyanyi, kita akan mewujudkan cinta itu melalui nyanyian. Penuh makna, berisi, disukai banyak orang dan tentunya bisa menyentuh hati banyak orang yang mendengarnya. 

Contohnya saja Trio produser Laleilmanino yang beranggotakan Lale keyboardist Maliq & D'Essential, Ilman gitaris Maliq & D'Essential serta Nino RANS yang mempunyai background dibidang musik mereka tuangkan rasa cinta mereka terhadap alam melalui sebuah lagu yang sarat akan makna dengan judul "Dengar Alam Bernyanyi" yang diluncurkan singlenya dalam rangka menyambut Hari Bumi Sedunia 22 April lalu. 

“Pandanglah indahnya biru yang menjingga. 

Simpanlah gawaimu hirup dunia. 

Sambutlah mesranya bisik angin yang bernada. Dengar alam bernyanyi…” 

Sepenggal lirik dari lagu tersebut yang amat sangat bermakna mengingatkan kita akan betapa terhubungnya manusia dengan keadaan alam sekitar. Mengingatkan kita untuk melihat kembali alam sekitar, bukannya sibuk berselancar dengan dunia maya dan acuh tak acuh dengan keadaan lingkungan. Bahkan abai dengan hutan dan segala isinya yang saat ini sudah sangat kritis. 

Inspirasi dari lagu ini didapatkan ketika mereka terjun dan merasakan langsung pesona hutan. Pengalaman yang luar biasa langka untuk dirasakan oleh warga perkotaan tentunya. Jauh dari hiruk pikuk lalu lintas, polusi udara, dan tentunya semua masih serba alami dan hijau. 

Kesadaran inilah yang ingin ditujukan kepada masyarakat luas bahwa menjaga alam adalah tugas kita bersama. Alam sehat berdampak pula bagi kehidupan manusia. Semakin terjaganya hutan, semakin meningkat pula kualitas kehidupan didalamnya. Belum lagi sekarang masalah yang masih menjadi PR kita bersama adalah mengenai perubahan iklim dan isu lingkungan lain yang tentunya bersumber dari rusaknya hutan. 

Ajakan kepada generasi muda dengan cara menjaga hutan selaras dengan isu lingkungan hidup,  kembali ke alam dan bersama-sama menjaga bumi dari dampak perubahan iklim yang semakin parah. Peran hutan sangat penting dalam menjaga bumi tetap menjadi planet layak huni. Tak ketinggalan juga di lagu ini, Laleilmanino berkolaborasi dengan artis lainnya yang juga memiliki rasa kepedulian yang sama terhadap alam seperti Chicco Jerikho, Sheila Dara dan HIVI!. 

Kontribosi sekecil apapun mampu memberikan pengaruh dikemudian hari seiring dengan konsistennya seseorang ataubahkan kelompok untuk berpegang teguh. Contoh kecilnya saja dengan mendengarkan lagu ini, sama dengan kamu memiliki kontribusi untuk bumi, karena sebagian royalti akan disumbangkan untuk konservasi dan restorasi hutan adat di Kalimantan. 

Jadi jangan lupa ajak teman, saudara, handai taulan baik yang kenal maupunm belum/tidak dikenal untuk mendengarkan dan turut meng-shared lagu "Dengar Alam Bernyanyi" di platform musik favorit kalian. Boleh juga shared sebanyak mungkin ke sosial media supaya semakin banyak yang tahu semakin banyak juga yang mau turut berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam dan hutan. Semua demi masa depan cerah hutan kita. Hutan kita terjaga, kualitas kehidupan kita pun turut menyesuaikan lingkungannya. 

Senin, 30 Mei 2022

Manfaaat Pendidikan HKSR bagi OYPMK dan Remaja Disabilitas

Pubertas merupakan proses perubahan atau perkembangan seseorang dari segi fisik menjadi dewasa secara seksual. Antara anak laki-laki dan perempuan pubertas terjadi berbeda waktunya namun pada umumnya anak perempuan pubertasnya terjadi lebih cepat dibanding anak laki-laki. Pemenuhan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) hak setiap anak tanpa terkecuali anak penyandang disabilitas dan OYPMK (Orang Yang Pernah Mengalami Kusta). 

Perlu kita sadari bahwa saat ini masih banyak kita temukan bahwa masih ada orang tua yang tidak memberikan pendidikan seksual dan reproduksi dengan benar. Ditambah lagi dengan adanya keterbatasan dari anak disabilitas tentulah memiliki tantangan tersendiri dalam memahami dan merespon situasi di sekitar mereka. Belum lagi munculnya anggapan bahwa anak yang menyandang disabilitas tidak membutuhkan pengetahuan pendidikan seksual dan reproduksi seangkan bagi OYPMK tidak bisa menikah dan terpenuhi hak reproduksinya sehingga mereka tidak cukup paham serta pemberian pelayanan yang belum menjangkau. 

Jadi, seperti apa sih hak-hak kesehatan seksual dan reproduksi bagi OYPMK dan remaja penyandang disabilitas yang perlu diketahui serta bagaimana menyiapkan remaja dengan beragam disabilitas maupun OYPMK agar mampu menghadapi masa pubertas dengan sehat, bahagia dan bebas dari rasa takut? 

Maka dari itu, untuk menjawab hal tersebut pada hari Rabu, 25 Mei lalu  Ruang Publik KBR yang dipersembahkan oleh NLR Indonesia mengadakan talkshow live streaming di Youtube Berita KBR dengan tiga narasumber Westiani Agustin yang merupakan Founder Biyung Indonesia, Nona Ruhel Yabloy selaku Project Officer HKSR, NLR Indonesia serta adik kita Wihelimina Ice yang merupakan Remaja Champion Program HKSR. Dimana tema yang diangkat adalah Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi Bagi OYPMK dan Remaja Disabilitas.   

Hal Tabu Menghalangi Pendidikan Seksual dan Reproduksi 

Tentulah kita semua tahu bagaimana pendidikan yang satu ini masih menjadi hal yang tabu untuk dibahas dalam pengetahuan sehari-hari. Menganggap bahwa seorang remaja atau anak akan tahu dengan sendirinya seiring dengan perkembangan yang terjadi pada dirinya. Padahal berbicara mengenai pendidikan seksual dan reproduksi tentulah tidak lepas dari pengaruhnya dari berbagai aspek kehidupan baik sosial, ekonomi dan budaya. 

Contoh kecilnya saja menstruasi yang terjadi pada anak perempuan dan mimpi basah yang terjadi pada anak laki-laki. Mereka tidak mendapatkan penjelasan yang tepat mengenai apa yang sedang dialami oleh mereka tersebut yang kemudian mengacu dan berujung pada kekerasan seksual. Banyak remaja nondifabel saja kaget apalagi remaja difabel ketika mereka mengalami dan menerima perubahan biologi pada dirinya. 

Hak kesehatan seksual dan reproduksi diberikan dengan baik dan benar juga memberikan pengaruh dimana anak yang sudah memasuki usia pubertas mampu berbicara dan menjaga dirinya dari kekerasan dan pelecehan seksual tanpa adanya diskriminasi. Anak penyandang disabilitas juga mengalami hal-hal yang terjadi pada anak pada umumnya apalagi mengenai kebersihan diri, menghindari bullying, relationship. Mereka juga memiliki perasaan dan memiliki hak untuk mendapatkan hal yang sama dalam menjalani suatu hubungan. Memberikan pemahaman bahwa mereka sama, tidak didiskriminasi, mempunyai keluarga, lingkungan dan bisa survive. 

Belum lagi dimana keluarga yang seharusnya menjadi support sistem malah dari keluarga sendiri yang menanamkan stigma bahwa mereka "berbeda" dan tidak bisa menjalankan kehidupan seperti orang-orang pada umumnya. 

Isu Perempuan dan Lingkungan 

Kepedulian akan isu perempuan dan lingkungan yang terjadi menjadi salah satu latar belakang didirikannya Biyung Indonesia. Biyung sendiri diambil dari bahasa Jawa kuno dimana artinya Ibu dengan maksud mengangkat peran seorang ibu dimana semua sumber kehidupan dimulai dari seorang ibu. Biyung Indonesia dimulai dari upaya mengurangi sampah pembalut sekali pakai dengan membuat terobosan memperoduksi pembalut kain secara mandiri. Seperti yang kita ketahui bahwa kebutuhan akan kesehatan reproduksi perempuan berbeda dengan para laki-laki yang mana setiap priodenya wanita akan mengalami yang namanya datang bulan atau menstruasi. 

Seiring dengan perjalan proses dan pendalaman isu lingkungan terhadap penjualan pembalut kain, ternyata hanya bisa menjangkau sebanyak 20% perempuan yang sudah bisa mengakses media sosial dan informasi. Lalu bagaimana dengan yang lainnya ? Ini tentunya menjadi tidak signifikan dengan tujuan akan mengurangi sampah. Ternyata ada masalah yang sebenarnya terjadi mengenai perempuan tidak mendapatkan hak kesehatan kesehatan seksual dan reproduksi dengan semestinya seperti contohnya pemahaman mengenai menstruasi sehat. 

Terdapat beberapa alasan di balik pemakaian pembalut sekali pakai mulai dari tidak adanya opsi lain yang bisa mereka miliki, tidak memiliki kemampuan untuk memiliki opsi lain serta tidak adanya informasi mengenai opsi lain tersebut. Dengan menghubungkan hak mentruasi sehat yang ternyata signifikan dengan pengurangan sampah dengan cara menjangkau 80% kelompok perempuan dari kalangan miskin, rentan dan menengah.  

Saat ini akses mengenai pendidikan hak kesehatan seksual dan reproduksi bagi perempuan masih sangat terbatas ditengah era digital dengan kemudahan mengakses berbagai informasi dari media sosial. Belum lagi wadah untuk mendapatkan berbagai informasi mengenai HKSR (Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi) di bebrapa daerah masih minim dan masih banyak yang tidak mengetahuinya padahal remaja baik penyandang disabilitas dan OYPMK dan remaja lainnya berperan untuk menjadi agen perubahan untuk kedepannya.

Contohnya di Makassar, NLR bekerjasama dengan salah satu organisasi Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Makassar yang juga memiliki fokus dan ketertarikan akan HKSR. Organisasi ini juga sudah mulai berproses untuk bagaimana memberikan layanan dan edukasi bagi anak penyandang disabilitas. 

Namun, pemerintah ada program PKPR (Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja) yang ada di hampir setiap puskesmas dan ada petugas yang ditunjuk untuk memberikan edukasi maupun konseling baik untuk remaja umum ataupun disabilitas dan terbuka untuk umum. 

Waktu Terbaik Pendidikan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi 

HKSR memang dianggap abu untuk dibahas dalam kehidupansehari-hari padahal pendidikan ini merupakan dasar bagi seorang anak ataupun remaja dalam berkehidupan sosial dan berlingkungan disekitarnya. 

Pemberian HKSR secara tidak langsung sudah harus diberikan sejak dini pada anak. Contoh kecilnya saja hal yang tak asing untuk kita ajarkan pada anak adalah saat anak memiliki teman serta adanya perbedaan antara anak laki-laki dan perempuan. 

Pemahaman dasar lainnya adalah anak mengenal tubuhnya sendiri seperti kebersihan d iri, toilet training, bagiamana  mandi kemudian mengganti baju, mengenal anggota tubuhnya ada apa saja dan siapa yang boleh disentuh ataupun tidak. Kemudian anak pun diajarkan untuk berani berbicara ketika merasakan tidak nyaman ketika ada yang menyentuh tubuhnya. 

Usia anak bisa diajarkan mengenai HKSR ini adalah berbeda-beda tiap orangnya mengikuti perkembangan dan pemahaman yang mereka miliki. Ada anak yang usia 3 atau 4 tahun sudah bisa mulai diajarkan dasar mengenai HKSR ada juga yang mungkin pada usia 5 tahun keatas baru bisa memahami dan menerima pendidikan HKSR tersebut. 

My Body Is Mine 

Materi edukasi yang diberikan antara orantua dan anak haruslah seimbang. NLR Indonesia mempunyai sebuah program yaitu My Body Is Mine. Dimana program tersebut diberikan edukasi yang bukan hanya untuk anak disabilitas dan OYPMK tetapi juga diberikan kepada orang tua dan pendamping.   

Jad ketika suatu saat anak membahas hal tersebut, orag tua memahami dan bisa menyelaraskan sikap dan menanggapinya dengan baik. Dukungan dari orang tentulah memberikan pengarh bagaimana pendidikan HKSR ini mampu diterima dan dterapkan dengan anak sebagaimana mestinya. 

Pendidikan HKSR bukan hanya tugas ibu saja tetapi juga tugas ayah yang diajarkan langkah demi langkah. Bahkan ketika tanpa diduga anak mempertanyakan dan menyinggung HKSR ini, sebagai orang tua juga harus belajar bijak untuk menanggapi. Ketika anak sudah mulai berbicara mengenai suatu hubungan dan penasaran dengan banyak hal bisa juga dimanfaatkan orang tua untuk menciptakan rasa nyaman bercerita dan membicarakan apa yang anak sedang rasakan. Sebagai orang tua pun juga bisa belajar memahami bagaimana tumbuh kembang anak saat itu. Apalagi usia remaja merupakan usia dimana anak sudah mulai merasakan perasaan tertarik dengan lawan jenis maka dari itu peran orang tua mempengaruhi bagaimana anak dalam berlingkungan serta terjaminnya HKSR bisa terpenuhi dengan semestinya. 

Ingin mengetahui lebih jauh program dari Biyung Indonesia bisa dengan mengakses  media sosial instagram @BiyungIndonesia 

Kamis, 21 April 2022

Melindungi Keanekaragaman Hayati Menyelamatkan Bumi

Interaksi antara manusia dan keanekaragaman hayati tentulah erat kaitannya dalam kehidupan sehari-hari baik secara langsung maupun tidak langsung. Bahkan manusia bergantung akan keanekaragaman hayati baik dari ekosistem alami, dan fungsi-sungi lingkungan seperti dari segi pangan, energi, papan, obat-obatan, peran hutan, dan banyak lagi kebutuhan lainnya. 

Berbagai bentuk kehidupan di semua tingkat sistem biologis, termasuk molekul, organisme, populasi, spesies dan ekosistem merupakan keanekaragaman hayati. Dari sekian banyaknya kekayaan dari keanekaragaman hayati yang dimiliki negara kita ternyata masih banyak yang tidak kita ketahui ragam, jenis,bentuk dan karakteristiknya. Indonesia menjadi salah satu negara yang diperhitungkan dalam hal biodiversitas dunia. 

Menjadi berkah juga bagi Indonesia karena dilalui oleh garis khatulistiwa yang memberikan banyak manfaat salah satunya mempengaruhi hewan dan tumbuhan di Indonesia dapat hidup dengan baik dan beranekaragam jenis karena matahari terus bersinar sepanjang tahun. 

Tingkat Keanekaragaman Hayati 

Keanekaraman hayati ada tiga (3) tingkat yaitu keanekaragaman hayati tingkat ekosistem, spesies dan genetik. 

  • Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem 

Di dalam ekosistem seluruh makhluk hidup yang ada didalamnya saling berinteraksi dan saling melakukan hubungan timbal balik baik antar makhluk hidup maupun makhluk hidup dengan lingkungannya atau komponen abiotiknya. Secara garis besar terdapat dua ekosistem utama yaitu ekosistem daratan dan ekosistem perairan. Beda ekosistem tentunya berbeda dengan ekosistem yang satu dengan ekosistem yang lainnya. 
Contohnya ada padang rumput, hutan hujan tropis, terumbu karang, padang lamun dan lain sebagainya. 
  • Keanekaragaman Hayati Tingkat Spesies

Keanekaragaman hayati tingkat spesies ini dimana keanekaragaman jenis organisme yang menempati suatu ekosistem yang mempunyai ciri berbeda satu dengan yang lainnya. Keanekaragaman hayati tingkat spesies ini menunjukkan adanya keanekaragaman atau variasi yang terdapat pada berbagai jenis atau spesies makhluk hidup dalam genus atau familia yang sama namun pada berbagai spesies tersebut terdapat perbedaan-perbedaan sifat. 

Contohnya : Palmae yaitu kelapa, aren, palem, siwalan, dan lontar   

  • Keanekaragaman Hayati Tingkat Genetik 

Keanekaragaman tingkat genetik adalah variasi susunan gen pada satu spesies atau jenis yang mana keanekaragaman dalam satu spesies makhluk hidup yang menimbulkan variasi disebut varietas. Setiap individu memiliki banyak gen dan jika terjadi persilangan antar individu yang berkarakter berbeda maka akan menghasilkan keturunan dengan banyak variasi. 

Contohnya saja ikan koi. Ikan koi memiliki warna yang bisa berwarna putih merah, hitam putih, putih hitam merah dan seterusnya.

Sejatinya, keanekaragaman hayati sudah menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan manusia dalam hal mendukung kehidupan manusia dan keberadaannya mutlak ada. Jika salah satunya hilang maka akan sangat mempengaruhi terganggunya keseimbangan alam. Menjaga keanekaragaman hayati sama saja dengan menjaga keberlangusngan kehidupan manusia itu sendiri karena banyak manfaat yang digantungkan oleh manusia didalamnya. 

Jasa keanekaragaman hayati jika kita telaah banyak yang sudah dan akan selalu kita rasakan jika kita mampu dengan baik memanfaatkannya baik dari segi penunjang kehidupan, jasa lingkungan hidup, ekonomi. dan sosial. 

Dengan adanya keanegaraman hayati ini memberikan banyak manfaat bagi manusia baik dari segi pemenuhan sumber pangan, obat-obatan, sumber ilmu pengetahuan, aspek budaya, penyeimbang ekosistem serta meningkatkan produktivitas ekosistem. Selain itu dengan adanya keanekaragaman hayati memberikan dampak akan terjaminnya keberlanjutan alam. Aspek keanekaragaman hayati dalam menjaga keseimbangan alam patutlah menjadikan kita semakin wajib menjaga keanekaragam hayati tersebut. 

Taraf kehidupan manusia dalam tiap tingkatannya tidak lepas dari sumber daya alam. Belum lagi jika kita memikirkan dari segi perlindungan alami yang diberikan oleh keanekaragaman hayati yang membuat adanya ketersediaan sumber daya air, perlindungan terhadap bencana banjir, tanah longsor dan lain sebagainya. Dari segi edukasi dan hiburan pun juga dapat kira rasakan karena dengan keanekaragaman hayati yang ada mampu memberikan banyak pengetahuan dan bahan penelitian juga tentunya dari segi pariwisata pun tidak bisa diragukan lagi manfaatnya. 

Maka dari itu setelah kita memahami dan tahu akan pentingnya keanekaragaman hayati dalam kehidupan, kegiatan mengekploitasi berlebihan adalah pilihan mutlak yang harus dipertimbangkan oleh manusia itu sendiri dari banyaknya manfaat yang sudah dan akan manusia dapatkan dari keanekaragaman hayati tersebut.   

Indonesia merupakan satu dari negara yang menjadi pusat keanekaragaman hayati terkaya di dunia sehingga Indonesia disebut sebagai negara mega biodiversity. Artinya keanekaragaman hayati yang Indonesia miliki mempunyai banyak keunikan genetiknya, tinggi keragaman jenis spesies, ekosistem serta endemisnya. Jika manusia tidak menghentikan eksploitasi yang berlebihan akan mengakibatkan keanekaragaman hayati tersebut mengalami kepunahan dan kelangkaan. 

Dengan keistimewaan yang Indonesia miliki banyak terdapat potensi keanekaragaman hayati yang hanya ada di Indonesia dan tidak dapat ditemukan di negara manapun seperti contohnya Anggrek Hitam, bunga padma raksasa Rafflesia Arnoldi, Kibut atau Bunga Bangkai, Kayu Hitam Sulawesi, Edelweiss Jawa, Daun Payung, Mangga Kasturi, Bambu Manggong, dan Ki Leho Beureum. 

Perubahan Iklim dan Keanekaragaman Hayati 

Keterkaitan antara perubahan iklim dan keanekaragaman hayati tentulah ada. Penurunan kualitas lingkungan yang disebabkan oleh beberapa faktor, kenaikan suhu permukaan bumi, melelehnya salju di kutub utara dan kenaikan permukaan air laut yang disebabkan oleh pemanasan global memberikan dampak juga bagi keanekaragaman hayati mulai dari tingkatan spesies hingga ekosistem. 

Beberapa dampak langsung yang sudah mulai kita rasakan saat ini seperti : 

  • Spesies Ranges (Cakupan Jenis) 
  • Perubahan Fenologi 
  • Perubahan Interaksi antar spesies 
  • Laju Kepunahan 
  • Penyusutan Keragaman Sumber Daya Genetik
Sedangkan dampak tidak langsungnya adalah : 
  • Dampak terhadap ekosistem hutan 
  • Dampak pada daerah kutub 
  • Dampak pada daerah arid dan gurun
  • Dampak pada ekosistem pertnian, dan 
  • Dampak ekologis bagi wilayah pesisir (mangrove) 

Kepedulian antar sesama dalam menjaga keberlangsungan keanekaragaman hayati bukan hal yang sepeleh dan hanya akan berdampak jika dilakukan segelintir orang atau pun segelintir komunitas saja. Bersama Yayasan KEHATI yang diwakilkan oleh ibu Rika Anggraini dalam pertemuan via virtual zoom beberapa waktu lalu kami, teman-teman #EcoBloggerSquad membahas lebih jauh untuk mengenal lebih banyak keanekaragaman hayati terutama yang ada di Indonesia.

Menjaga strabilitas lingkungan memberikan banyak pengaruh bagi kehidupan. Beberapa dari jenis tumbuhan mampu menyerap karbon dengan sangat besar. Seperti yang kita ketahui bahwa tumbuhan melakukan fotosintesis untuk membentuk zat makanan atau energi yang dibutuhkan tanaman tersebut. Dalam fotosintesis tersebut tumbuhan menyerap karbondioksida dan air yang kemudian dirubah menjadi glukosa dan oksigen dengan bantuan sinar matahari. 

Indonesia adalah negara kedua setelah Brazil yang memiliki keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Aset kekayaan dari keanekaragaman hayati kita yang pada zaman dahulu menjadi rebutan bagi bangsa asing adalah rempah-rempah dan buah-buahan. Belum lagi bentang wilayah mangrove yang terdapat diberbagai daerah di Indonesia. Jenis mangrove tertentu hanya cocok dilahan tertentu yang artinya kita tidak bisa menyemakan semua jenis mangrove untuk di tanam di daerah yang karakteristiknya tidak sesuai dengan mangrove tersebut. 


Contoh sederhananya saja, buah pisang di Indonesia memiliki puluhan jenis. Menanam buah pisang di daerah Indonesia bukanlah hal sulit karena Indonesia termasuk negara yang subur. Seperti lagu yang pasti kita semua ingat dan tahu, kayu dan batu saja bisa jadi tanaman. Bayangkan, kalau pisang saja bisa selangka ini bagaimana buah lain nantinya kalau kita tidak memberi perhatian yang lebih akan keberlangsungan keanekaragaman hayati yang menjadi aset kekayaan di negara kita. 
Bagaimana jika Keanekaragaman hayati hilang dan terancam punah?

Cara kita dalam memanfaatkan keanekaragaman hayati menentukan kelestarian sumber daya dan cara kita dalam mengelolanya akan menentukan produktivitas sumber daya yang penting bagi kehidupan kita dan kelestarian akan fungsi-fungsi ekologisnya. Maka dari itu, melindungi keanekaragaman hayati sama saja halnya dengan menyelamatkan keberlangsungan hidup kita dan tentunya menyelamatkan bumi. 


#UntukmuBumiku #TeamUpforImpact #EcoBloggerSquad #EBS2021 













Selasa, 19 April 2022

Menu Lebaran Khas Jawa Timur Yang Biasa Disajikan Setiap Lebaran


Di Indonesia setiap kali merayakan hari raya seperti lebaran, masyarakatnya memiliki kebiasaan yang selalu dilakukan yakni selalu menyediakan makanan khas hari raya. Biasanya makanan khas hari raya ini disajikan untuk menjamu tamu maupun sanak keluarga yang datang kerumah saat hari raya. Menu makanan yang disajikan pun biasanya merupakan menu makanan yang memang hanya bisa ditemukan saat lebaran saja.

Biasanya menu makanan yang disajikan saat hari raya ini juga bermacam – macam tergantung kepada asal daerah masing – masing. Menu makanan yang disajikan pun beragam mulai dari makanan ringan, makanan berat, bahkan sampai kue – kue. Salah satu daerah di Indonesia yang memiliki makanan khas saat lebaran tersendiri adalah daerah Jawa Timur. Biasanya orang asli Jawa Timur akan membuat beberapa menu lebaran berikut ini setiap kali momen lebaran.

  1. Lepet

Jika biasanya saat lebaran orang – orang selalu membuat ketupat sebagai pengganti nasi. Maka orang Jawa Timur akan membuat Lepet sebagai pengganti nasi tersebut. Lepet sendiri merupakan makanan mirip lontong yang terbuat dari beras ketan dan juga kacang. Lepet ini tidak hanya bisa dimakan bersama dengan makanan lain saat lebaran tapi lepet ini juga bisa dimakan langsung.

  1. Pecel Sayur

Menu pecel sayur ini merupakan menu makanan khas dari Jawa Timur yang tidak hanya bisa ditemukan saat lebaran tapi juga di hari – hari biasa. Jika anda bosan dengan menu lebaran yang itu – itu saja, maka anda bisa mencoba menyajikan pecel sayur ini sebagai hidangan saat lebaran nanti.

  1. Daging Serundeng

Jika mendengar kata serundeng pasti anda mengira kalau makanan ini terbuat dari kelapa parut yang dimasak dengan bumbu. Padahal serundeng di jawa timur merupakan makanan yang terbuat dari daging sapi yang dibumbui kemudian dimasak sedemikian rupa sampai bertekstur mirip serundeng. Makanan ini bisa menjadi ide olahan makana daging saat lebaran nanti.

  1. Sayur Lodeh

Jika anda bosan dengan menu sayur atau makana berkuah yang itu – itu saja saat lebaran, maka anda bisa mencoba untuk membuat sayur lodeh. Sayur lodeh ini merupakan makanan kha jawa timur yang dibuat dengan kuah santan dan juga potongan terong, jagung, kacang, dan berbagai sayuran lain didalamnya. 

  1. Soto Lamongan

Menu khas jawa timur lainnya yang bisa jadi menu alnternatif lain saat lebaran adalah soto lamongan. Soto lamongan ini merupakan makanan berkuah yang menggunakan ayam sebagai kaldunya. Biasanya soto lamongan ini disajikan dengan suwiran ayam, potongan kol, bihun, dan perasan jeruk. Selain cocok dimakan dengan nasi, soto lamongan ini juga cocok jika dimakan bersama ketupat.

  1. Sate Madura

Biasanya saat lebaran selalu ada menu olahan dari daging sapi maupun daging ayam, jika anda bosan dengan menu daging yang itu – itu saja maka anda bisa mencoba untuk membuat sate madura. Bumbu yang meresap kedalam daging dan ditambah dengan tambahan bumbu kacang setelah sate matang membuat makanan satu ini banyak disukai orang – orang.

  1. Rujak Soto

Jika anda ingin mencari menu makanan lebaran yang lebih unik maka anda bisa mencoba untuk membuat rujak soto. Rujak soto ini merupakan makanan khas Banyuwangi yang berisikan aneka sayuran dan juga buah – buahan baru kemudian disiram dengan bumbu kuahnya. Kuahnya sendiri terbuat dari campuran kacang tanah, gula merah, petis, dan juga asam jawa.


Kalau kalian lebih suka yang mana nih? Menu lebaran di Indonesia pasti banyak dan kaya banget pastinya ya dan tugas kita wajib untuk melestarikan dan bangga akan kekayaan tersebut.


Kamis, 31 Maret 2022

Yuk, Mulai Bijak Menggunakan Produk Berbahan Plastik

Berbicara sampah plastik, tentunya bukanlah hal yang asing lagi bagi kita. Sampah plastik hingga saat ini masih menjadi masalah utama dalam mempengaruhi kerusakan ataupun pencemaran lingkungan yang terjadi di dunia tanpa terkecuali di Indonesia. Bahkan menurut beberapa penelitian, sampah platik yang dihasilkan menjadikan Indonesia sebagai penghasil sampah plastik terbesar ke dua di dunia dalam menyumbang pencemaran terutama di laut. Sungguh bukan prestasi yang patut dibanggakan, bukan?!

Bagaimana tidak, saat ini hampir dalam setiap keseharian kita selalu melibtkan plastik karena dianggap mudah didapatkan, harga terjangkau dan cukup kuat untuk menampung apa yang dibawa. Kapan pun kita membutuhkan plastik hampir tidak sulit untuk mencarinya seperti kantung plastik belanja, alat makan plastik, sedotan plastik, balon, kantung buah dan sayur plastik dan lain sebagainya. 

Ketergantungan kita yang berlebih akan penggunaan plastik dikehidupan sehari-hari ini berujung pada jumlah sampah plastik yang besar. Padahal kita semua tahu bahwa sampah platik sangat tidak bersahabat dengan sifatnya yang tidak mudah terurai karena plastik bukan berasal dari senyawa biologis. Diperkirakan ada 500 juta sampai 1 milyar kantong plastik digunakan penduduk dunia dalam kurun 1 tahun saja yang artinya sekitar 1 juta kantong plastik digunakan per menit. 

Dalam pembuatannya, diperlukan 12 juta barel minyak per tahun dan 14 juta pohon ditebang. Proses pengolahannya dapat menimbulkan toksit dan bersifat karsinogenik. Butuh waktu lama hingga ratusan tahun lamanya sampah plastik dapat terurai secara sempurna. Tanah, air, bahkan udara dapat tercemar akibat sampah plastik.   

Coba kita telaah lebih jauh lagi dampak dari sampah plastik. Jika mencemari tanah, plastik dapat menghalangi peresapan air dan sinar matahari yang dapat mengakibatkan mengurangi kesuburan tanah, menyumbat liran sungai   hingga dapat menyebabkan banjir. Racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah dapat membunuh hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing. Belum lagi sering kita dengar diberita hewan termakan sampah plastik tersebut. 

Tanpa terkecuali di laut, sampah plastik memberi sumbangsih sebesar 90% mencemari laut. Tentu saja hal ini mengganggu ekosistem laut. Bagaimana jadinya dari sampah plastik yang tidak sengaja termakan oleh hewan sampai ke pada kita, manusia yang bisa saja hewan tersebut kita konsumsi dimana manusia itu sendiri merupakan konsumen tinggat I maupun II dalam rantai mananan.  

Di udara, jika kita membakar sampah plastik dimana pada plastik terdapat bahan yang beracun bila sampai masuk kedalam tubuh manusia dapat memberikan efek akumulasi akibat bahan-bahan tersebut yang bisa membahayakan kesehatan. Ketika membakar sampah plastik, terjadi pelepasan beberapa zat berbahaya ke udara. Misalnya seperti karbon monoksida, dioksin dan furan, volatin, serta partikel lainnya.    

Jika manusia menghiup dioksin, maka manusia akan rentan terhadap berbagai penyakit diantaranya kanker, gangguan sistem syaraf, hepatitis, pembengkakan hati, serta gejala depresi. 

Secara garis besar, sampah plastik memberikan dampak negatif seperti : 

- Membahayakan keberlangsungan rantai makanan 

- Dapat mencemari air dan tanah 

- Tanah Menjadi Tidak subur 

- Pemanasan Global 

- Polusi pada udara  

Mengenal 7 Simbol dan Jenis Plastik 

Diterbitkan oleh The Society of Plastick  Industry (SPI) pada tahun 1988 di Amerika Srikat, telah dikeluarkan 7 kode Resin Identification Code (RIC). Produk plastik wajib mencantumkan 7 kode tersebut setelah disetujui oleh ISO (International Organizatin for Standarization). 

  • Polyethylene Terephthalate (PETE atau PET) 
Simbol daur ulang dengan angka 1 serta kode PETE atau PET menunjukkan jika jenis plastik ini hanya bisa digunakan untuk sekali pakai saja. Tidak disarankan untuk menggunakannya secara berulang apalgi diisi air hangat. Ini karena lapisan polimer dan zat karsiogenik pada plastik dapat larut dan bisa menyebabkan kanker. Biasanya simbol ini banyak ditemukan pada plastik kemasan seperti botol minuman, botol soda, botol minyak, botol saus, wadah selai, kotak obat, dan juga sisir. Untuk kode daur ulang ini sebaiknya bisa dimanfaatkan untuk dibuat tas ataupun karpet. 
  • High Density Polyethylene (HDPE atau PEDH)
Jika kita menemukan plastik dengan kode angka 2 HDPE atau PEDH ini, menandakan plastik tersebut terbuat dari high density polyethylene yang biasanya dapat kita temuan pada galon minum, botol - botol seperti botol susu, sabun, detergen, shampo dan plastik dengan kemasan tebal lainnya. Kategori plastik dengan kode ini tergolong plastik yang cukup aman digunakan berulang kali karena paling sering digunakan untuk didaur ulang kembali dengan nilai ekonomi serta proses daur ulang yang sederhana.

  • Polyvinyl Chloride (PVC atau V)
Simbol dengan kode angka 3 disertai PVC atau V digunakan untuk plastik pada pipa air, ubin, kabel listrik, wrapping dan mainan anak/hewan peliharaan. Kategori barang-barang plastik yang terbuat dari plastik polyvinyl chloride ini mengandung berbagai macam bahan kimia beracun yang dapat larut dan tentunya berbahaya bagi kesehatan. Makanya juga terdakang disebut dengan plastik beracun dan sulit untuk didaur ulang sehingga perlu dihindari untuk kemasan makanan dan minuman. 
  • Low Density Polyethylene (LDPE atau PE-LD)
Simbol dengan kode 4 dan LDPE atau PE-LD biasanya kita temukan pada kantong plastik (kresek), kanong plastik sampah, tas belanja dan juga bungkus makanan. Bahan yang digunakan adalah low density polyethylene yang bersifat elastis, memiliki daya tahan yang lama dan dapat digunakan berulang kali.
  • Polypropylene ( PP) 
Simbol plastik dengan kode angka 5 dan kode PP biasanya kita temui pada tempat makanan/minuman, botol sirup, kotak yogurt, sedotan plastik, selotif, serta tali berbahan plastik. Bahan polypropylene ini digunakan pada tempat makanan/minuman krea sangat kuat dan cukup aman digunakan meski pada suhu panas. Akan tetapi jenis plastik ini sulit untuk didaur ulang jadi kita harus bijak ya dalam penggunaannya
  • Polystyrene (PS) 
Jenis plastik dengan kode angka 6 dan kode PP biasanya banyak digunakan sebagai tempat minuman/ makanan styrofoam, tempat telur, sendok/garpu plastik, foam packaging hingga bahan bangunan (bahan flooring). Biasanya juga dijual dengan harga yang relatif murah dan ringan. Plastik dari bahan ini dapat mengeluarka styrene yang mengeluarkan zat karsiogen yang bisa menyebbkan kanker terutama jika dipergunakan untuk makanan/minuman panas.  
  • Other atau O
Terakhir plastik dengan simbol angka 7 dan kode O atau Other dimana maksudnya adalah jenis plastik yang tidak termasuk dalam klasifikasi enam kode sebelumnya. Untuk penggunaan plastik jenis ini pada makanan ataupun minuman sangat berbahaya karena menghasilkan racun Bisphenol - A (BPA) yang bisa membuat kerusakan beberapa organ serta dapat mengganggu hormon tubuh. Parahnya lagi, simbol ini biasa digunakan pada plastik untuk botol minum bayi, botol minum olahraga, iPod cases, dan juga Compact Disk (CD).

Bijak dan teliti dalam penggunaan plastik yang bisa memberikan berbagi dampak apalag sampai merusak lingkungan adalah keharusan yang sudah seharusnya kita tanamkan sebelum menggunakan barang tersebut. Apalagi dampaknya sudah mulai parah kita rasakan saat ini. 

Berbagai skenario dan alternatif dilakukan dalam menanggulangi masalah sampah plastik yang terjadi saat ini seperti : 
-    Reuse (Memanfaatkan Ulang)
   Recycle (Mengolah Kembali)
-    Reduce (Mengurangi)
-    Replace (Mengganti)
-    Refill (Mengisi Kembali) 
-    Repair (Memperbaiki) 

Sebenarnya skenario yang paling tepat adalah mulai berhenti untuk tidak menggunakan lagi plastik. Namun mungkin jika langsung masih belum bisa, kita bisa mulai dari hal sederhana seperti apa yang dilakukan dan diajak oleh Team Up for Impact. Melalui aksi sederhana secara serentak dan konsisten tentulah akan mendatangkan dampak yang besar dikemudian hari. Seperti di hari senin tidak membeli makanan/minuman dalam kemasan. Hari selasa mengurangi pemakaian listrik selama 2 jam. Rabunya tidak makan daging merah. Di hari kamis tidak menggunakan tissue. Pada hari Jum'at tidak naik kendaraan berbahan bakar bensin. Sabtu melakukan aksi untuk tidak menyalakan TV dan di hari minggu tidak menghasilkan sampah makanan. 


Ternyata menjaga kesehatan tubuh tanpa kita sadari ada kaitannya dengan menjaga lingkungan. Jadi, mulai dari diri kita sendiri dan orang-orang terdekat untuk bijak dalam memilih dan mengelola produk plastik secara tepat. Saat berbelanja, bawalah tas sendiri dari rumah. Manfaatkan sampah plastik yang tidak terpakai menjadi benda yang berguna, misalnya pot tanaman. 

Jika semua dilakukan secara konsisten, bersama dan dilakukan dengan kesadaran dari diri sendiri tentulah tujuan kita bersama demi menjaga bumi tetap baik akan terwujud. Jadi, bagiaman kalian hari ini. Sudahkah melakukan challangenya? Saya dan teman-teman #EcoBloggerSquad saat ini konsisten untuk mengikuti challangenya dan dari saya sendiri mulai dari konsisten untuk tidak membeli makanan/minuman dalam kemasan serta mengurangi pemakaian listrik selama 2 jam dalam sehari. Ikuti challange-nya Team Up For Impact dengan mengklik halaman https://teamupforimpact.org/team-up-everyday dan tunjukan bahwa kita adalah salah bangsa yang benar adanya memberantas pencemaran lingkungan dan mendukung aksi positif untuk konsisten terhadap isu perubahan iklim. 

Tunggu apa lagi, klik dan join challange-nya ya. 





Rabu, 26 Januari 2022

Sunnah Wudhu dan Doa Sesudah Wudhu

Selain sebagai syarat agar sholat dianggap sah, beberapa hal yang juga diwajibkan untuk berwudhu sebagai syarat ketika hendak melaksanakannya seperti thawaf, menyentuh dan membaca Al-Qur'an dan lain sebagainya. Dalam ilmu fiqih wudhu merupakan mensucikan atau menghilangkan hadast kecil. Begitu pula dengan berbagai ibadah lain, wudhu juga memiliki rukun wajib dan sunnah. Di artikel kali ini akan dibahas tentang sunnah wudhu dan doa sesudah wudhu yang perlu kita ketahui agar memberikan nilai lebih dalam berwudhu. Adapun tentang hukum sunnah yang berfungsi sebagai penyempurna ibadah tidak menentukan keabsahannya, maka ketika kita melakukannya kita akan mendapatkan pahala namun jika kita tidak melakukannya pun tidak apa-apa.

  •          Sunnah Wudhu

Disamping wudhu memiliki syarat dan rukun juga memiliki banyak hal yang sunnah untuk menyempurnakannya. Dikutip dari nu online, Syekh Abu Syuja 'Al - Asfahani menyebutkan ada 10 perkara sunnah yang dilakukan dalam berwudhu. Dalam kitabnya Matn Ghayah At-Taqrib beliau mengatakan ;

وسننه عشرة أشياء: التسمية وغسل الكفين قبل إدخالهما الإناء والمضمضة والاستنشاق ومسح الأذنين ظاهرهما وباطنهما بماء جديد وتخليل اللحية الكثة وتخليل أصابع اليدين والرجلين وتقديم اليمنى على اليسرى والطهارة ثلاثا ثلاثا

Artinya:

“Ada sepuluh sunah dalam berwudhu, yaitu membaca basmalah, membasuk kedua telapak tangan sebelum memasukannya ke dalam tempat air, berkumur, menghirup air ke dalam hidung, mengusap bagian luar dan dalam telinga dengan air yang baru, menyela-nyela rambut jenggot yang tebal, menyela-nyela jari-jari tangan dan kaki, mendahulukan anggota badan yang kanan dari yang kiri, tiga kali basuhan, dan berturut-turut.”

  •          Doa Sesudah Wudhu

Doa sesudah wudhu sebaiknya diucapkan ketika keluar dari tempat berwudhu, sambil menengadahkan tangan, menghadap kiblat dan dilakukan cukup dengan berdiri saja. Dikutip dari nu online, doa – doa sesudah wudhu yang disarikan dari karya Imam Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayah al-Zain, hal 34, adalah sebagai berikut :

أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِيْ مِنْ الْمُتَطَهِّرِينَ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ

“Asyhadu al lâ ilâha illaLlâh wahdahu lâ syarîka lah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasûluhu. Allahumma ij’alni minat tawwâbîna waj’alni minal mutathahhirîn. Subhânaka Allâhumma wa bihamdika asyhadu al lâ ilâha illa Anta astaghfiruka wa atûbu ilaik. Wa shallaLlâhu ‘ala sayyidina Muhammad wa `âli Muhammad.”

 “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku sebagian dari orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku sebagian dari orang yang suci. Maha suci engkau Ya Allah, dan dengan memuji-Mu. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Engkau, aku meminta ampunan pada-Mu, dan bertaubat pada-Mu. Semoga berkah rahmat Allah senantiasa terlimpahkan pada nabi Muhammad dan keluarganya.”

Kemudian, jika masih sempat atau tidak terburu-buru misalnya karena waktu sholat akan habis, atau ketika shalat jama’ah akan segera didirikan, maka sebaiknya dilanjutkan dengan membaca surat Al-Qadr 1,2 atau 3 x. setelah itu dilanjutkan dengan doa :

اللهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ وَوَسِّعْ فِيْ دَارِيْ وَبَارِكْ لِيْ فِيْ رِزْقِيْ وَلَا تَفْتِنِّيْ بِمَا زَوَيْتَ عَنِّيْ

Artinya :

“Ya Allah, ampunilah dosaku, lapangkanlah tempat tinggalku, berkahilah aku dalam rizki, dan jangan Engkau fitnah aku dengan halangan dari-Mu.”

Kamis, 18 November 2021

Energi Terbarukan Biofuel, Transisi Bahan Bakar Fosil

Isu berkaitan dengan lingkungan tidak bisa diacuhkan begitu saja. Belajar dan selalu menambah ilmu adalah salah satu cara dalam berusaha mengambil tindakan dalam menjaga lingkungan sekitar. Maka dari itu tanpa kenal bosan pula bersama saling belajar. Dikesempatan kali ini Eco Blogger Squad kembali mendapatkan pembelajaran dan materi berharga dari pemateri yang tentunya sangat menginspirasi dimana kali ini membahas mengenai "Mengenal Lebih Jauh Tentang Biofuel" bersama Blogger Perempuan Network, Traction Energy Asia dan Yayasan Madani Berkelanjutan. Traction Energy Asia merupakan lembaga research independent yang berfokus pada isu transisi menuju energi bersih dan terbarukan. Kesempatan kali ini pula kami mendapatkan pengetahuan lebih lanjut dari kak Kukuh Sembodho selaku program asisten biofuel yayasan madani berkelanjutan dan kak Riki Amukti selaku Engagement Manager Traction Energy Asia. 

Bahan bakar menjadi salah satu hal yang tidak bisa kita lepaskan dalam kehidupan sehari-hari. Sektor energi memanglah memiliki peranan penting bagi perekonomian nasional. Apalagi di negara kita, pemasukan terbesar adalah dari sektor energi dan sumber daya mineral seperti minyak, gas bumi, batu bara dan masih banyak lagi lainnya. Indonesia masih bergantung pada energi fosil. Tentunya ibarat kata yang namanya pasokan yang dulunya banyak jika digunakan terus menerus, jika dimanfaatkan terus menerus pastinya lama-lama akan berkurang, menipus dan kemudian akan habis. 

Ketergantungan akan energi fosil dengan kebutuhanannya yang masih cukup tinggi, akhirnya mendatangkan masalah seperti menipisnya cadangan energi fosil tersebut, laju permintaan semakin besar yang tidak seimbang dengan hasil produksi akibatnya harga menjadi naik, dan tentunya yang tidak bisa kita hindari lagi emisi gas rumah kaca. 

Berkaca dari masalah tersebut tentulah akan adanya pengembangan mengenai alternatif energi lain selain menggunakan bahan bakar dari fosil. Lalu munculah konsep mendekarbonisasi yaitu menggantikan bahan bakar fosil dengan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan yang dicapai dengan penerapan teknologi dan sumber energi rendah karbon. 

" Sudah pernah dengar bahan bakar nabati (biofuel)? Bahan bakar nabati (Biofuel) berdasarkan Permen ESDM 25 Tahun 2013 adalah bahan bakar yang berasal dari bahan-bahan nabati dan/atau dihasilkan dari bahan-bahan organik lain yang ditataniagakan sebagai bahan bakar lain ". 

Bahan Bakar Nabati (Biofuel) juga dikenal dengan biomassa yang merupakan sumber energi yang dihasilkan dari bahan organik tumbuhan ataupun hewan. Bahan Bakar Nabati (Biofuel) diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) yaitu : 

  1. Bioetanol. Berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti sawit, tebu, singkong, ubi jalar, alga dan jagung. 
  2. Biodiesel. Bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari bahan alami terbarukan yang merupakan turunan tumbuh-tumbuhan yang tentunya bisa dengan mudah kita jumpai di Indonesia seperti bahan baku minyak kelapa sawit, pohon jarak dan kedelai. 
  3. Biodiesel dari mikroalga dan bioetanol dari mikroalga, rumput lau dan sejenisnya. Hidrogen dari mikroalga hijau dan mikroba. 
Indonesia memiliki potensi untuk pengembangan sumber energi terbarukan dalam jumlah besar. Karena bahan baku bahan bakar nabati tersebut bisa dihasilkan kembali maka biofuel ini dianggap sebagai sumber energi terbarukan yang tentu saja berbeda dengan bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak bumi ataupun gas alam.  

Bahan bakar nabati (Biofuel) sebenarnya sudah lama dicetuskan sekitar pada tahun 80-an namun untuk di Indonesia pertama kali muncul dan diinisiasi program Bahan Bakar Nabati tahun 2006 dengan melalui Kebijakan Energi Nasional. 



Kebijakan BBN dan Komitmen Iklim 

Jika ditelaah lebih lanjut, apa sih tujuan dari kita mencari sumber bahan bakar selain fosil ini? Tentunya hal ini dipengaruhi karena lama kelamaan pasokan bahan bakar kita lama-kelamaan akan habis dan tidak bisa mencukupi pemenuhan sumber energi yang dibutuhkan. Jadi, dengan adanya sumber energi yang terbarukan ini diharapkan nantinya kita akan punya jalan keluar dalam mempertahankan sumber energi selain itu juga tentulah sebagai wujud komitmen kita dalam pengendalian emisi dan komitmen iklim. 

Biofuel  ini nantinya akan berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional. Maka dari itu, rencana strategis memanglah sangat dibutuhkan dalam pengembangan bahan bakar nabati (biofuel) mengingat berbagai manfaat positif dari penggunaannya apalagi terhadap ketahanan energi nasional. 

Target pemerintah dimulai sejak tahun 2015 adalah B30 yang merupakan program pemberlakuan pencampuran komposisi yang terdiri dari 30% biodiesel dan 70% diesel. 

Saat ini, Indonesia kebanyakan menggunakan bahan bakar nabati yang dibuat dari bahan minyak kelapa sawit yang mau tidak mau akan mendatangkan masalah baru pula berupa ekspansi lahan yang berujung pada pengalih fungsi lahan. Dilihat dari profil GRK Indonesia, sektor folu (alih fungsi lahan) merupakan penyumbang emisi terbesar di Indonesia. 

Dengan skenario B30 - B50 pada 2024, terdapat kebutuhan lahan sawit baru seluas 20,4 - 22,8 HA. Tentu saja hal ini pun akan mendorong para produsen kelapa sawit melakukan ekspansi lahan agar dikemudian hari bisa memenuhi kebutuhan. 

Pengaruh Kebijakan BBN 

Pemanfaatan bahan bakar nabati (biofuel) berpengaruh pula pada perekonomian nasional. Penggunaan biodiesel berbasis kelapa sawit mampu menghemat devisa negara yang diakibatkan oleh ketergantungan bahan bakar fosil, komitmen iklim, pengurangan emisi gas rumah kaca serta memperbaiki lingkungan. Akan tetapi biodiesel sawit diperkirakan akan meningkatkan emisi Nitrogen Oksida setiap 10% bauran sebanyak 0,8% dibanding solar biasa. 

Dengan adanya plus minus yang berkembang, dibutuhkan keselarasan mengenai kebijakan bahan bakar nabati dengan komitmen iklim yang tidak bisa hanya dilihat dari bagaimana bahan bakar nabati dalam penggunaanya menghasilkan lebih banyak ataupun sedikit emisi. Apalagi akan adanya dampak seperti deforestasi yang perlu juga diperhatikan dalam menganalisis apakah kebijakan BBN sejalan dengan komitmen iklim Indonesia. Saat ini pun PT Pertamina sebagai BUMN yang melaksanakan mandatori biodiesel belum mewajibkan pemasoknya memiliki sertifikasi berkelanjutan. 


Jika dilihat dari keseluruhan lahan, pekebun sawit mandiri menguasai 40% dari total luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Akan tetapi mereka belum mendapatkan manfaat dari program biodiesel padahal hal ini nantinya akan berpengaruh pada terbantunya perekonomian petani swadaya dan terhindar dari deforestasi. Selain itu juga dengan menggunakan TBS kelapa sawit yang dihasilkan oleh lahan pekebun sawit mandiri ini dapat mengurangi emisi dari keseluruhan daur produksi biodiesel. 

Potensi lainnya pun dekat dengan kehidupan kita sehari-hari yaitu konsumsi minyak goreng sawit dan minyak jelantah. Bahan baku minyak jelantah dari sisa konsumsi minyak goreng dapat dimanfaatkan untuk menjadi biodiesel. Saat ini, dari sekitar 3 juta KL minyak jelantah, hanya kurang dari 570 ribu KL yang dimanfaatkan sebagai biodiesel maupun untuk kebutuhan lainnya dimana sebagian besarnya digunakan untuk minyak goreng daur ulang dan ekspor. Padahal menggunakan minyak goreng daur ulang untuk dikonsumsi kembali bisa membahayakan kesehatan karena minyak yang sudah digunakan berkali-kali akan menjadi sarang perkembangbiakan berbagai jenis bakteri. Jika dibuang pun akan merusak kandungan tanah dan kualitas air. 

Saat ini, minyak jelantah diekspor dan diolah menjadi biodiesel jadi sudah ada nilai ekonomis yang harganya cukup lumayan. Daripada minyak jelantah didaur ulang malah mendatangkan penyakit atau dibuang malah merusak lingkungan, lebih baik dijual untuk dimanfaatkan menjadi bahan baku biodiesel.  



Biodiesel memang berpotensi sekali dalam mendukung menurunkan emisi akan tetapi juga harus selaras dengan tidak adanya deforestasi, dan tetap memperhatikan faktor-faktor penting krusial lainnya. 

Ingin maju tentulah dibutuhkan terobosan mengarah kepada bergerak ke depan termasuk dalam langkah kebijakan bahan bakar nabati. Sejatinya, bahan baku bahan bakar nabati bukan hanya dari minyak kelapa sawit saja. Indonesia memiliki semua sumber bahan baku bahan bakar nabati yang bisa dimanfaatkan jadi tidak mesti hanya terpaku pada satu bahan baku saja yang bisa berbuntut panjang pada deforestasi. 

Semakin banyak bahan baku, semakin tinggi kemungkinan mencegah deforestasi tersebut. Cegah deforestasi sesuai dengan komitmen iklim indonesia. Bersama capai komitmen iklim dengan terus mendukung energi terbarukan demi masa depan indonesia dan anak bangsa nantinya. 


Jumat, 22 Oktober 2021

Kesempatan Terakhir Bagi Kemanusian Pulihkan Masa Depan Bumi



Pemanasan global semakin hari semakin terasa. Mungkin saat ini memanglah belum terlalu dirasakan langsung oleh kita namun jika terus berlanjut seperti ini kita tidak bisa memprediksi bagaimana efek kedepan nantinya. Perubahan suhu yang terjadi pada bumi saat ini adalah salah satu masalah yang besar yang harus secara bersama-sama kita pikirkan. 

Peningkatan suhu yang terjadi saat ini juga tidak luput karena efek rumah kaca yang tentu saja kembali lagi, didasari oleh aktivitas yang dilakukan oleh manusia, yaitu kita sendiri. Selain itu penggunaan bahan bakar fosil, aktivitas pembakaran sampah, sampai pada kasus  pengalih guna lahan serta pembakaran hutan yang akhir-akhir ini bukannya semakin mereda malah semakin banyak kasus baru bahkan area-area baru yang dibakar menyebabkan kadar polusi semakin meningkat. 

Tahukah kita bahwa akan banyak dampak negatif yang akan sangat menyengsarakan dan akan mendatangi kita jika suhu bumi meningkat hingga 2०C. Naik 1,5० saja sudah banyak bahaya yang mengancam apalagi kalau lebih yang saat ini mulai berangsur-angsur kita rasakan seperti musibah kekeringan, badai dan banjir parah melanda berbagai negara. Hingga pemanasan global juga mengakibatkan laut menjadi lebih asam yang bisa membunuh koral dan plankton di laut. Tentu saja jika koral dan plankton mati, bukan hanya mengganggu tetapi bisa mengancam ekosistem laut. 

Dengan adanya perubahan iklim ini, tentulah kita pun harus beradaptasi dengannya. Bukan hanya menerima, sudah sewajibnya kita secara bersama-sama berupaya menemukan dan menerapkan berbagai cara untuk menanggapi dan menanggulangi dampak dari perubahan iklim tersebut. 

Yayasan Mandiri Berkelanjutan yang diwakilkan oleh Anggalia Putri Permata Sari selaku Knowledge Manager Yayasan Mandiri Berkelanjutan bersama Eco Blogger Squad dan BP Network Jum'at 15 Oktober 2021 lalu melakukan zoom meeting dengan membahas : Bumi Semakin Panas, Kode Merah Untuk Kemanusiaan. 

Baru-baru ini kode merah sudah dikeluarkan oleh IPCC. Sebelum lebih jauh kita bahas kenapa hal ini menjadi hal yang patut untuk kita pikirkan dengan baik ketika IPCC sudah mengeluarkan kode merahnya serta pengaruhnya untuk kehidupan kita? Sebelumnya, IPCC merupakan singkatan dari Inter-governmental Panel on Climate ChangeIPCC bisa juga disebut sebagai dewan iklim PBB. IPCC merupakan badan internasional terkemuka untuk penilaian perubahan iklim yang tersusun dari 195 anggota negara yang ada di dunia, serta ribuan ilmuwan pakar internasional secara sukarela menganalisis perubahan iklim di bumi dan menyarankan tindakan penanggulangan. IPCC memiliki misi untuk mengevaluasi resiko dari perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia. 

Apalagi aktivitas utama dari IPCC adalah mempublikasikan laporan khusus tentang topik-topik yang relevan dengan implementasi UN Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). Jadi sudah ketebak dengan kita bagaimana IPCC mendapatkan dan melabeli bahwa bumi sedang tidak baik-baik saja. 

Kecemasan tentu sedang melanda kita saat ini, terutama dengan adanya perubahan iklim yang tidak menentu ditambah lagi kita pun dalam dua tahun belakangan ini harus menyesuaikan diri dengan adanya Covid-19 yang mengharuskan kita untuk membatasi gerak-gerik kita dalam bermasyarakat. Belum lagi kecemasan kita dengan krisis iklim yang saat ini menjadi perhatian penting juga bagi kehidupan kita. 


Kesempatan terakhir kita untuk memperbaiki semuanya adalah hingga tahun 2030 capai 1,5०C yang batas aman dengan penurunan emisi drastis dimulai dari sekarang. Tindakan bijak bersama inilah yang nantinya akan sangat menyelamatkan masa depan anak cucu kita dan bumi di masa depan. Caranya adalah dengan secara bersama-sama secara agresif dan luas mengendalikan dan menurunkan emisi global hingga tahun 2050 kita harus sudah mencapai sebuah kondisi dimana emisi yang kita serap harus sama dengan emisi yang kita lepaskan. Menanam pohon, memulikan ekosistem dan memulihkan laut adalah cara kita menyerap emisi tersebut. 

Apalagi negara kita, Indonesia sangat rentan terdahap dampak krisis iklim. Sudah tidak asing lagi kita mendengar berita jika sudah mulai musim penghujan banjir akan terjadi dimana-mana bahakn terkadang bukan musim penghujan pun banjir tetap terjadi. Kasus kekeringan dimana-mana, kenaikan permukaan air laut, perubahan pola cuacah hujan, serta kenaikan suhu. Apalagi kita sangat tergantung kepada sumber daya alam dalam menunjang perekonomian. Akibatnya jika tidak ditanggulangi segera, PDB kita bisa hilang hingga 2,5-7% dan kembali lagi kelompok termiskinlah yang akan terkena dampak paling beratnya. 


Waktunya kita beraksi. Stop penggunaan batu bara yang bisa digantikan dengan bioterma, pembangkit listrik tenaga surya yang benar-benar bersih, manfaatkan gambut dengan baik jang dialih fungsikan bahkan dikeringkan karena sekali gambut dikeringkan maka gambut akan kehilangan fungsinya, cegah karhutlah, lindungi hutan alam yang masih tersisa dan tekan deforestasi. Kita yang melindungi kita jugalah yang bertugas memulihkan. Merestorasi serta merehabilitasi ekosistem alam, termasuk didalamnya hutan, mangrove serta gambut tadi. 

Adaptasi pun juga perlu dilakukan bagi kelompok masyarakat yang rentan baik ekonomi menengah kebawah dan juga tidak ketinggalan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir serta pulau-pulau kecil. Mereka perlu mendapat perhatian ditambah lagi aspek kerentanan dampak perubahan iklim yang tidak sama di berbagai wilayah pesisir pun otomatis membutuhkan langkah adaptasi yang berbeda pula. 


Mengurangi sampah terutama sampah plastik dan bahan yang tidak bisa terurai lainnya, membeli dan menggunakan produk ramah lingkungan, melakukan donasi untuk perbaikan dan pelestarian lingkungan, membuang sampah pada tempatnya dan mendaur ulang sampah jika memungkinkan. Hal sekecil apapun yang kita lakukan, sebenarntya besar manfaatnya bagi kita dikemudian hari. 
 
Bersama kita tingkatkan Nationally Determined Contributin dan sukseskan capai Net Zero Emission.