Kamis, 21 April 2022

Melindungi Keanekaragaman Hayati Menyelamatkan Bumi

Interaksi antara manusia dan keanekaragaman hayati tentulah erat kaitannya dalam kehidupan sehari-hari baik secara langsung maupun tidak langsung. Bahkan manusia bergantung akan keanekaragaman hayati baik dari ekosistem alami, dan fungsi-sungi lingkungan seperti dari segi pangan, energi, papan, obat-obatan, peran hutan, dan banyak lagi kebutuhan lainnya. 

Berbagai bentuk kehidupan di semua tingkat sistem biologis, termasuk molekul, organisme, populasi, spesies dan ekosistem merupakan keanekaragaman hayati. Dari sekian banyaknya kekayaan dari keanekaragaman hayati yang dimiliki negara kita ternyata masih banyak yang tidak kita ketahui ragam, jenis,bentuk dan karakteristiknya. Indonesia menjadi salah satu negara yang diperhitungkan dalam hal biodiversitas dunia. 

Menjadi berkah juga bagi Indonesia karena dilalui oleh garis khatulistiwa yang memberikan banyak manfaat salah satunya mempengaruhi hewan dan tumbuhan di Indonesia dapat hidup dengan baik dan beranekaragam jenis karena matahari terus bersinar sepanjang tahun. 

Tingkat Keanekaragaman Hayati 

Keanekaraman hayati ada tiga (3) tingkat yaitu keanekaragaman hayati tingkat ekosistem, spesies dan genetik. 

  • Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem 

Di dalam ekosistem seluruh makhluk hidup yang ada didalamnya saling berinteraksi dan saling melakukan hubungan timbal balik baik antar makhluk hidup maupun makhluk hidup dengan lingkungannya atau komponen abiotiknya. Secara garis besar terdapat dua ekosistem utama yaitu ekosistem daratan dan ekosistem perairan. Beda ekosistem tentunya berbeda dengan ekosistem yang satu dengan ekosistem yang lainnya. 
Contohnya ada padang rumput, hutan hujan tropis, terumbu karang, padang lamun dan lain sebagainya. 
  • Keanekaragaman Hayati Tingkat Spesies

Keanekaragaman hayati tingkat spesies ini dimana keanekaragaman jenis organisme yang menempati suatu ekosistem yang mempunyai ciri berbeda satu dengan yang lainnya. Keanekaragaman hayati tingkat spesies ini menunjukkan adanya keanekaragaman atau variasi yang terdapat pada berbagai jenis atau spesies makhluk hidup dalam genus atau familia yang sama namun pada berbagai spesies tersebut terdapat perbedaan-perbedaan sifat. 

Contohnya : Palmae yaitu kelapa, aren, palem, siwalan, dan lontar   

  • Keanekaragaman Hayati Tingkat Genetik 

Keanekaragaman tingkat genetik adalah variasi susunan gen pada satu spesies atau jenis yang mana keanekaragaman dalam satu spesies makhluk hidup yang menimbulkan variasi disebut varietas. Setiap individu memiliki banyak gen dan jika terjadi persilangan antar individu yang berkarakter berbeda maka akan menghasilkan keturunan dengan banyak variasi. 

Contohnya saja ikan koi. Ikan koi memiliki warna yang bisa berwarna putih merah, hitam putih, putih hitam merah dan seterusnya.

Sejatinya, keanekaragaman hayati sudah menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan manusia dalam hal mendukung kehidupan manusia dan keberadaannya mutlak ada. Jika salah satunya hilang maka akan sangat mempengaruhi terganggunya keseimbangan alam. Menjaga keanekaragaman hayati sama saja dengan menjaga keberlangusngan kehidupan manusia itu sendiri karena banyak manfaat yang digantungkan oleh manusia didalamnya. 

Jasa keanekaragaman hayati jika kita telaah banyak yang sudah dan akan selalu kita rasakan jika kita mampu dengan baik memanfaatkannya baik dari segi penunjang kehidupan, jasa lingkungan hidup, ekonomi. dan sosial. 

Dengan adanya keanegaraman hayati ini memberikan banyak manfaat bagi manusia baik dari segi pemenuhan sumber pangan, obat-obatan, sumber ilmu pengetahuan, aspek budaya, penyeimbang ekosistem serta meningkatkan produktivitas ekosistem. Selain itu dengan adanya keanekaragaman hayati memberikan dampak akan terjaminnya keberlanjutan alam. Aspek keanekaragaman hayati dalam menjaga keseimbangan alam patutlah menjadikan kita semakin wajib menjaga keanekaragam hayati tersebut. 

Taraf kehidupan manusia dalam tiap tingkatannya tidak lepas dari sumber daya alam. Belum lagi jika kita memikirkan dari segi perlindungan alami yang diberikan oleh keanekaragaman hayati yang membuat adanya ketersediaan sumber daya air, perlindungan terhadap bencana banjir, tanah longsor dan lain sebagainya. Dari segi edukasi dan hiburan pun juga dapat kira rasakan karena dengan keanekaragaman hayati yang ada mampu memberikan banyak pengetahuan dan bahan penelitian juga tentunya dari segi pariwisata pun tidak bisa diragukan lagi manfaatnya. 

Maka dari itu setelah kita memahami dan tahu akan pentingnya keanekaragaman hayati dalam kehidupan, kegiatan mengekploitasi berlebihan adalah pilihan mutlak yang harus dipertimbangkan oleh manusia itu sendiri dari banyaknya manfaat yang sudah dan akan manusia dapatkan dari keanekaragaman hayati tersebut.   

Indonesia merupakan satu dari negara yang menjadi pusat keanekaragaman hayati terkaya di dunia sehingga Indonesia disebut sebagai negara mega biodiversity. Artinya keanekaragaman hayati yang Indonesia miliki mempunyai banyak keunikan genetiknya, tinggi keragaman jenis spesies, ekosistem serta endemisnya. Jika manusia tidak menghentikan eksploitasi yang berlebihan akan mengakibatkan keanekaragaman hayati tersebut mengalami kepunahan dan kelangkaan. 

Dengan keistimewaan yang Indonesia miliki banyak terdapat potensi keanekaragaman hayati yang hanya ada di Indonesia dan tidak dapat ditemukan di negara manapun seperti contohnya Anggrek Hitam, bunga padma raksasa Rafflesia Arnoldi, Kibut atau Bunga Bangkai, Kayu Hitam Sulawesi, Edelweiss Jawa, Daun Payung, Mangga Kasturi, Bambu Manggong, dan Ki Leho Beureum. 

Perubahan Iklim dan Keanekaragaman Hayati 

Keterkaitan antara perubahan iklim dan keanekaragaman hayati tentulah ada. Penurunan kualitas lingkungan yang disebabkan oleh beberapa faktor, kenaikan suhu permukaan bumi, melelehnya salju di kutub utara dan kenaikan permukaan air laut yang disebabkan oleh pemanasan global memberikan dampak juga bagi keanekaragaman hayati mulai dari tingkatan spesies hingga ekosistem. 

Beberapa dampak langsung yang sudah mulai kita rasakan saat ini seperti : 

  • Spesies Ranges (Cakupan Jenis) 
  • Perubahan Fenologi 
  • Perubahan Interaksi antar spesies 
  • Laju Kepunahan 
  • Penyusutan Keragaman Sumber Daya Genetik
Sedangkan dampak tidak langsungnya adalah : 
  • Dampak terhadap ekosistem hutan 
  • Dampak pada daerah kutub 
  • Dampak pada daerah arid dan gurun
  • Dampak pada ekosistem pertnian, dan 
  • Dampak ekologis bagi wilayah pesisir (mangrove) 

Kepedulian antar sesama dalam menjaga keberlangsungan keanekaragaman hayati bukan hal yang sepeleh dan hanya akan berdampak jika dilakukan segelintir orang atau pun segelintir komunitas saja. Bersama Yayasan KEHATI yang diwakilkan oleh ibu Rika Anggraini dalam pertemuan via virtual zoom beberapa waktu lalu kami, teman-teman #EcoBloggerSquad membahas lebih jauh untuk mengenal lebih banyak keanekaragaman hayati terutama yang ada di Indonesia.

Menjaga strabilitas lingkungan memberikan banyak pengaruh bagi kehidupan. Beberapa dari jenis tumbuhan mampu menyerap karbon dengan sangat besar. Seperti yang kita ketahui bahwa tumbuhan melakukan fotosintesis untuk membentuk zat makanan atau energi yang dibutuhkan tanaman tersebut. Dalam fotosintesis tersebut tumbuhan menyerap karbondioksida dan air yang kemudian dirubah menjadi glukosa dan oksigen dengan bantuan sinar matahari. 

Indonesia adalah negara kedua setelah Brazil yang memiliki keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Aset kekayaan dari keanekaragaman hayati kita yang pada zaman dahulu menjadi rebutan bagi bangsa asing adalah rempah-rempah dan buah-buahan. Belum lagi bentang wilayah mangrove yang terdapat diberbagai daerah di Indonesia. Jenis mangrove tertentu hanya cocok dilahan tertentu yang artinya kita tidak bisa menyemakan semua jenis mangrove untuk di tanam di daerah yang karakteristiknya tidak sesuai dengan mangrove tersebut. 


Contoh sederhananya saja, buah pisang di Indonesia memiliki puluhan jenis. Menanam buah pisang di daerah Indonesia bukanlah hal sulit karena Indonesia termasuk negara yang subur. Seperti lagu yang pasti kita semua ingat dan tahu, kayu dan batu saja bisa jadi tanaman. Bayangkan, kalau pisang saja bisa selangka ini bagaimana buah lain nantinya kalau kita tidak memberi perhatian yang lebih akan keberlangsungan keanekaragaman hayati yang menjadi aset kekayaan di negara kita. 
Bagaimana jika Keanekaragaman hayati hilang dan terancam punah?

Cara kita dalam memanfaatkan keanekaragaman hayati menentukan kelestarian sumber daya dan cara kita dalam mengelolanya akan menentukan produktivitas sumber daya yang penting bagi kehidupan kita dan kelestarian akan fungsi-fungsi ekologisnya. Maka dari itu, melindungi keanekaragaman hayati sama saja halnya dengan menyelamatkan keberlangsungan hidup kita dan tentunya menyelamatkan bumi. 


#UntukmuBumiku #TeamUpforImpact #EcoBloggerSquad #EBS2021 













Selasa, 19 April 2022

Menu Lebaran Khas Jawa Timur Yang Biasa Disajikan Setiap Lebaran


Di Indonesia setiap kali merayakan hari raya seperti lebaran, masyarakatnya memiliki kebiasaan yang selalu dilakukan yakni selalu menyediakan makanan khas hari raya. Biasanya makanan khas hari raya ini disajikan untuk menjamu tamu maupun sanak keluarga yang datang kerumah saat hari raya. Menu makanan yang disajikan pun biasanya merupakan menu makanan yang memang hanya bisa ditemukan saat lebaran saja.

Biasanya menu makanan yang disajikan saat hari raya ini juga bermacam – macam tergantung kepada asal daerah masing – masing. Menu makanan yang disajikan pun beragam mulai dari makanan ringan, makanan berat, bahkan sampai kue – kue. Salah satu daerah di Indonesia yang memiliki makanan khas saat lebaran tersendiri adalah daerah Jawa Timur. Biasanya orang asli Jawa Timur akan membuat beberapa menu lebaran berikut ini setiap kali momen lebaran.

  1. Lepet

Jika biasanya saat lebaran orang – orang selalu membuat ketupat sebagai pengganti nasi. Maka orang Jawa Timur akan membuat Lepet sebagai pengganti nasi tersebut. Lepet sendiri merupakan makanan mirip lontong yang terbuat dari beras ketan dan juga kacang. Lepet ini tidak hanya bisa dimakan bersama dengan makanan lain saat lebaran tapi lepet ini juga bisa dimakan langsung.

  1. Pecel Sayur

Menu pecel sayur ini merupakan menu makanan khas dari Jawa Timur yang tidak hanya bisa ditemukan saat lebaran tapi juga di hari – hari biasa. Jika anda bosan dengan menu lebaran yang itu – itu saja, maka anda bisa mencoba menyajikan pecel sayur ini sebagai hidangan saat lebaran nanti.

  1. Daging Serundeng

Jika mendengar kata serundeng pasti anda mengira kalau makanan ini terbuat dari kelapa parut yang dimasak dengan bumbu. Padahal serundeng di jawa timur merupakan makanan yang terbuat dari daging sapi yang dibumbui kemudian dimasak sedemikian rupa sampai bertekstur mirip serundeng. Makanan ini bisa menjadi ide olahan makana daging saat lebaran nanti.

  1. Sayur Lodeh

Jika anda bosan dengan menu sayur atau makana berkuah yang itu – itu saja saat lebaran, maka anda bisa mencoba untuk membuat sayur lodeh. Sayur lodeh ini merupakan makanan kha jawa timur yang dibuat dengan kuah santan dan juga potongan terong, jagung, kacang, dan berbagai sayuran lain didalamnya. 

  1. Soto Lamongan

Menu khas jawa timur lainnya yang bisa jadi menu alnternatif lain saat lebaran adalah soto lamongan. Soto lamongan ini merupakan makanan berkuah yang menggunakan ayam sebagai kaldunya. Biasanya soto lamongan ini disajikan dengan suwiran ayam, potongan kol, bihun, dan perasan jeruk. Selain cocok dimakan dengan nasi, soto lamongan ini juga cocok jika dimakan bersama ketupat.

  1. Sate Madura

Biasanya saat lebaran selalu ada menu olahan dari daging sapi maupun daging ayam, jika anda bosan dengan menu daging yang itu – itu saja maka anda bisa mencoba untuk membuat sate madura. Bumbu yang meresap kedalam daging dan ditambah dengan tambahan bumbu kacang setelah sate matang membuat makanan satu ini banyak disukai orang – orang.

  1. Rujak Soto

Jika anda ingin mencari menu makanan lebaran yang lebih unik maka anda bisa mencoba untuk membuat rujak soto. Rujak soto ini merupakan makanan khas Banyuwangi yang berisikan aneka sayuran dan juga buah – buahan baru kemudian disiram dengan bumbu kuahnya. Kuahnya sendiri terbuat dari campuran kacang tanah, gula merah, petis, dan juga asam jawa.


Kalau kalian lebih suka yang mana nih? Menu lebaran di Indonesia pasti banyak dan kaya banget pastinya ya dan tugas kita wajib untuk melestarikan dan bangga akan kekayaan tersebut.


Kamis, 31 Maret 2022

Yuk, Mulai Bijak Menggunakan Produk Berbahan Plastik

Berbicara sampah plastik, tentunya bukanlah hal yang asing lagi bagi kita. Sampah plastik hingga saat ini masih menjadi masalah utama dalam mempengaruhi kerusakan ataupun pencemaran lingkungan yang terjadi di dunia tanpa terkecuali di Indonesia. Bahkan menurut beberapa penelitian, sampah platik yang dihasilkan menjadikan Indonesia sebagai penghasil sampah plastik terbesar ke dua di dunia dalam menyumbang pencemaran terutama di laut. Sungguh bukan prestasi yang patut dibanggakan, bukan?!

Bagaimana tidak, saat ini hampir dalam setiap keseharian kita selalu melibtkan plastik karena dianggap mudah didapatkan, harga terjangkau dan cukup kuat untuk menampung apa yang dibawa. Kapan pun kita membutuhkan plastik hampir tidak sulit untuk mencarinya seperti kantung plastik belanja, alat makan plastik, sedotan plastik, balon, kantung buah dan sayur plastik dan lain sebagainya. 

Ketergantungan kita yang berlebih akan penggunaan plastik dikehidupan sehari-hari ini berujung pada jumlah sampah plastik yang besar. Padahal kita semua tahu bahwa sampah platik sangat tidak bersahabat dengan sifatnya yang tidak mudah terurai karena plastik bukan berasal dari senyawa biologis. Diperkirakan ada 500 juta sampai 1 milyar kantong plastik digunakan penduduk dunia dalam kurun 1 tahun saja yang artinya sekitar 1 juta kantong plastik digunakan per menit. 

Dalam pembuatannya, diperlukan 12 juta barel minyak per tahun dan 14 juta pohon ditebang. Proses pengolahannya dapat menimbulkan toksit dan bersifat karsinogenik. Butuh waktu lama hingga ratusan tahun lamanya sampah plastik dapat terurai secara sempurna. Tanah, air, bahkan udara dapat tercemar akibat sampah plastik.   

Coba kita telaah lebih jauh lagi dampak dari sampah plastik. Jika mencemari tanah, plastik dapat menghalangi peresapan air dan sinar matahari yang dapat mengakibatkan mengurangi kesuburan tanah, menyumbat liran sungai   hingga dapat menyebabkan banjir. Racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah dapat membunuh hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing. Belum lagi sering kita dengar diberita hewan termakan sampah plastik tersebut. 

Tanpa terkecuali di laut, sampah plastik memberi sumbangsih sebesar 90% mencemari laut. Tentu saja hal ini mengganggu ekosistem laut. Bagaimana jadinya dari sampah plastik yang tidak sengaja termakan oleh hewan sampai ke pada kita, manusia yang bisa saja hewan tersebut kita konsumsi dimana manusia itu sendiri merupakan konsumen tinggat I maupun II dalam rantai mananan.  

Di udara, jika kita membakar sampah plastik dimana pada plastik terdapat bahan yang beracun bila sampai masuk kedalam tubuh manusia dapat memberikan efek akumulasi akibat bahan-bahan tersebut yang bisa membahayakan kesehatan. Ketika membakar sampah plastik, terjadi pelepasan beberapa zat berbahaya ke udara. Misalnya seperti karbon monoksida, dioksin dan furan, volatin, serta partikel lainnya.    

Jika manusia menghiup dioksin, maka manusia akan rentan terhadap berbagai penyakit diantaranya kanker, gangguan sistem syaraf, hepatitis, pembengkakan hati, serta gejala depresi. 

Secara garis besar, sampah plastik memberikan dampak negatif seperti : 

- Membahayakan keberlangsungan rantai makanan 

- Dapat mencemari air dan tanah 

- Tanah Menjadi Tidak subur 

- Pemanasan Global 

- Polusi pada udara  

Mengenal 7 Simbol dan Jenis Plastik 

Diterbitkan oleh The Society of Plastick  Industry (SPI) pada tahun 1988 di Amerika Srikat, telah dikeluarkan 7 kode Resin Identification Code (RIC). Produk plastik wajib mencantumkan 7 kode tersebut setelah disetujui oleh ISO (International Organizatin for Standarization). 

  • Polyethylene Terephthalate (PETE atau PET) 
Simbol daur ulang dengan angka 1 serta kode PETE atau PET menunjukkan jika jenis plastik ini hanya bisa digunakan untuk sekali pakai saja. Tidak disarankan untuk menggunakannya secara berulang apalgi diisi air hangat. Ini karena lapisan polimer dan zat karsiogenik pada plastik dapat larut dan bisa menyebabkan kanker. Biasanya simbol ini banyak ditemukan pada plastik kemasan seperti botol minuman, botol soda, botol minyak, botol saus, wadah selai, kotak obat, dan juga sisir. Untuk kode daur ulang ini sebaiknya bisa dimanfaatkan untuk dibuat tas ataupun karpet. 
  • High Density Polyethylene (HDPE atau PEDH)
Jika kita menemukan plastik dengan kode angka 2 HDPE atau PEDH ini, menandakan plastik tersebut terbuat dari high density polyethylene yang biasanya dapat kita temuan pada galon minum, botol - botol seperti botol susu, sabun, detergen, shampo dan plastik dengan kemasan tebal lainnya. Kategori plastik dengan kode ini tergolong plastik yang cukup aman digunakan berulang kali karena paling sering digunakan untuk didaur ulang kembali dengan nilai ekonomi serta proses daur ulang yang sederhana.

  • Polyvinyl Chloride (PVC atau V)
Simbol dengan kode angka 3 disertai PVC atau V digunakan untuk plastik pada pipa air, ubin, kabel listrik, wrapping dan mainan anak/hewan peliharaan. Kategori barang-barang plastik yang terbuat dari plastik polyvinyl chloride ini mengandung berbagai macam bahan kimia beracun yang dapat larut dan tentunya berbahaya bagi kesehatan. Makanya juga terdakang disebut dengan plastik beracun dan sulit untuk didaur ulang sehingga perlu dihindari untuk kemasan makanan dan minuman. 
  • Low Density Polyethylene (LDPE atau PE-LD)
Simbol dengan kode 4 dan LDPE atau PE-LD biasanya kita temukan pada kantong plastik (kresek), kanong plastik sampah, tas belanja dan juga bungkus makanan. Bahan yang digunakan adalah low density polyethylene yang bersifat elastis, memiliki daya tahan yang lama dan dapat digunakan berulang kali.
  • Polypropylene ( PP) 
Simbol plastik dengan kode angka 5 dan kode PP biasanya kita temui pada tempat makanan/minuman, botol sirup, kotak yogurt, sedotan plastik, selotif, serta tali berbahan plastik. Bahan polypropylene ini digunakan pada tempat makanan/minuman krea sangat kuat dan cukup aman digunakan meski pada suhu panas. Akan tetapi jenis plastik ini sulit untuk didaur ulang jadi kita harus bijak ya dalam penggunaannya
  • Polystyrene (PS) 
Jenis plastik dengan kode angka 6 dan kode PP biasanya banyak digunakan sebagai tempat minuman/ makanan styrofoam, tempat telur, sendok/garpu plastik, foam packaging hingga bahan bangunan (bahan flooring). Biasanya juga dijual dengan harga yang relatif murah dan ringan. Plastik dari bahan ini dapat mengeluarka styrene yang mengeluarkan zat karsiogen yang bisa menyebbkan kanker terutama jika dipergunakan untuk makanan/minuman panas.  
  • Other atau O
Terakhir plastik dengan simbol angka 7 dan kode O atau Other dimana maksudnya adalah jenis plastik yang tidak termasuk dalam klasifikasi enam kode sebelumnya. Untuk penggunaan plastik jenis ini pada makanan ataupun minuman sangat berbahaya karena menghasilkan racun Bisphenol - A (BPA) yang bisa membuat kerusakan beberapa organ serta dapat mengganggu hormon tubuh. Parahnya lagi, simbol ini biasa digunakan pada plastik untuk botol minum bayi, botol minum olahraga, iPod cases, dan juga Compact Disk (CD).

Bijak dan teliti dalam penggunaan plastik yang bisa memberikan berbagi dampak apalag sampai merusak lingkungan adalah keharusan yang sudah seharusnya kita tanamkan sebelum menggunakan barang tersebut. Apalagi dampaknya sudah mulai parah kita rasakan saat ini. 

Berbagai skenario dan alternatif dilakukan dalam menanggulangi masalah sampah plastik yang terjadi saat ini seperti : 
-    Reuse (Memanfaatkan Ulang)
   Recycle (Mengolah Kembali)
-    Reduce (Mengurangi)
-    Replace (Mengganti)
-    Refill (Mengisi Kembali) 
-    Repair (Memperbaiki) 

Sebenarnya skenario yang paling tepat adalah mulai berhenti untuk tidak menggunakan lagi plastik. Namun mungkin jika langsung masih belum bisa, kita bisa mulai dari hal sederhana seperti apa yang dilakukan dan diajak oleh Team Up for Impact. Melalui aksi sederhana secara serentak dan konsisten tentulah akan mendatangkan dampak yang besar dikemudian hari. Seperti di hari senin tidak membeli makanan/minuman dalam kemasan. Hari selasa mengurangi pemakaian listrik selama 2 jam. Rabunya tidak makan daging merah. Di hari kamis tidak menggunakan tissue. Pada hari Jum'at tidak naik kendaraan berbahan bakar bensin. Sabtu melakukan aksi untuk tidak menyalakan TV dan di hari minggu tidak menghasilkan sampah makanan. 


Ternyata menjaga kesehatan tubuh tanpa kita sadari ada kaitannya dengan menjaga lingkungan. Jadi, mulai dari diri kita sendiri dan orang-orang terdekat untuk bijak dalam memilih dan mengelola produk plastik secara tepat. Saat berbelanja, bawalah tas sendiri dari rumah. Manfaatkan sampah plastik yang tidak terpakai menjadi benda yang berguna, misalnya pot tanaman. 

Jika semua dilakukan secara konsisten, bersama dan dilakukan dengan kesadaran dari diri sendiri tentulah tujuan kita bersama demi menjaga bumi tetap baik akan terwujud. Jadi, bagiaman kalian hari ini. Sudahkah melakukan challangenya? Saya dan teman-teman #EcoBloggerSquad saat ini konsisten untuk mengikuti challangenya dan dari saya sendiri mulai dari konsisten untuk tidak membeli makanan/minuman dalam kemasan serta mengurangi pemakaian listrik selama 2 jam dalam sehari. Ikuti challange-nya Team Up For Impact dengan mengklik halaman https://teamupforimpact.org/team-up-everyday dan tunjukan bahwa kita adalah salah bangsa yang benar adanya memberantas pencemaran lingkungan dan mendukung aksi positif untuk konsisten terhadap isu perubahan iklim. 

Tunggu apa lagi, klik dan join challange-nya ya. 





Rabu, 26 Januari 2022

Sunnah Wudhu dan Doa Sesudah Wudhu

Selain sebagai syarat agar sholat dianggap sah, beberapa hal yang juga diwajibkan untuk berwudhu sebagai syarat ketika hendak melaksanakannya seperti thawaf, menyentuh dan membaca Al-Qur'an dan lain sebagainya. Dalam ilmu fiqih wudhu merupakan mensucikan atau menghilangkan hadast kecil. Begitu pula dengan berbagai ibadah lain, wudhu juga memiliki rukun wajib dan sunnah. Di artikel kali ini akan dibahas tentang sunnah wudhu dan doa sesudah wudhu yang perlu kita ketahui agar memberikan nilai lebih dalam berwudhu. Adapun tentang hukum sunnah yang berfungsi sebagai penyempurna ibadah tidak menentukan keabsahannya, maka ketika kita melakukannya kita akan mendapatkan pahala namun jika kita tidak melakukannya pun tidak apa-apa.

  •          Sunnah Wudhu

Disamping wudhu memiliki syarat dan rukun juga memiliki banyak hal yang sunnah untuk menyempurnakannya. Dikutip dari nu online, Syekh Abu Syuja 'Al - Asfahani menyebutkan ada 10 perkara sunnah yang dilakukan dalam berwudhu. Dalam kitabnya Matn Ghayah At-Taqrib beliau mengatakan ;

وسننه عشرة أشياء: التسمية وغسل الكفين قبل إدخالهما الإناء والمضمضة والاستنشاق ومسح الأذنين ظاهرهما وباطنهما بماء جديد وتخليل اللحية الكثة وتخليل أصابع اليدين والرجلين وتقديم اليمنى على اليسرى والطهارة ثلاثا ثلاثا

Artinya:

“Ada sepuluh sunah dalam berwudhu, yaitu membaca basmalah, membasuk kedua telapak tangan sebelum memasukannya ke dalam tempat air, berkumur, menghirup air ke dalam hidung, mengusap bagian luar dan dalam telinga dengan air yang baru, menyela-nyela rambut jenggot yang tebal, menyela-nyela jari-jari tangan dan kaki, mendahulukan anggota badan yang kanan dari yang kiri, tiga kali basuhan, dan berturut-turut.”

  •          Doa Sesudah Wudhu

Doa sesudah wudhu sebaiknya diucapkan ketika keluar dari tempat berwudhu, sambil menengadahkan tangan, menghadap kiblat dan dilakukan cukup dengan berdiri saja. Dikutip dari nu online, doa – doa sesudah wudhu yang disarikan dari karya Imam Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayah al-Zain, hal 34, adalah sebagai berikut :

أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِيْ مِنْ الْمُتَطَهِّرِينَ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ

“Asyhadu al lâ ilâha illaLlâh wahdahu lâ syarîka lah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasûluhu. Allahumma ij’alni minat tawwâbîna waj’alni minal mutathahhirîn. Subhânaka Allâhumma wa bihamdika asyhadu al lâ ilâha illa Anta astaghfiruka wa atûbu ilaik. Wa shallaLlâhu ‘ala sayyidina Muhammad wa `âli Muhammad.”

 “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku sebagian dari orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku sebagian dari orang yang suci. Maha suci engkau Ya Allah, dan dengan memuji-Mu. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Engkau, aku meminta ampunan pada-Mu, dan bertaubat pada-Mu. Semoga berkah rahmat Allah senantiasa terlimpahkan pada nabi Muhammad dan keluarganya.”

Kemudian, jika masih sempat atau tidak terburu-buru misalnya karena waktu sholat akan habis, atau ketika shalat jama’ah akan segera didirikan, maka sebaiknya dilanjutkan dengan membaca surat Al-Qadr 1,2 atau 3 x. setelah itu dilanjutkan dengan doa :

اللهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ وَوَسِّعْ فِيْ دَارِيْ وَبَارِكْ لِيْ فِيْ رِزْقِيْ وَلَا تَفْتِنِّيْ بِمَا زَوَيْتَ عَنِّيْ

Artinya :

“Ya Allah, ampunilah dosaku, lapangkanlah tempat tinggalku, berkahilah aku dalam rizki, dan jangan Engkau fitnah aku dengan halangan dari-Mu.”

Kamis, 18 November 2021

Energi Terbarukan Biofuel, Transisi Bahan Bakar Fosil

Isu berkaitan dengan lingkungan tidak bisa diacuhkan begitu saja. Belajar dan selalu menambah ilmu adalah salah satu cara dalam berusaha mengambil tindakan dalam menjaga lingkungan sekitar. Maka dari itu tanpa kenal bosan pula bersama saling belajar. Dikesempatan kali ini Eco Blogger Squad kembali mendapatkan pembelajaran dan materi berharga dari pemateri yang tentunya sangat menginspirasi dimana kali ini membahas mengenai "Mengenal Lebih Jauh Tentang Biofuel" bersama Blogger Perempuan Network, Traction Energy Asia dan Yayasan Madani Berkelanjutan. Traction Energy Asia merupakan lembaga research independent yang berfokus pada isu transisi menuju energi bersih dan terbarukan. Kesempatan kali ini pula kami mendapatkan pengetahuan lebih lanjut dari kak Kukuh Sembodho selaku program asisten biofuel yayasan madani berkelanjutan dan kak Riki Amukti selaku Engagement Manager Traction Energy Asia. 

Bahan bakar menjadi salah satu hal yang tidak bisa kita lepaskan dalam kehidupan sehari-hari. Sektor energi memanglah memiliki peranan penting bagi perekonomian nasional. Apalagi di negara kita, pemasukan terbesar adalah dari sektor energi dan sumber daya mineral seperti minyak, gas bumi, batu bara dan masih banyak lagi lainnya. Indonesia masih bergantung pada energi fosil. Tentunya ibarat kata yang namanya pasokan yang dulunya banyak jika digunakan terus menerus, jika dimanfaatkan terus menerus pastinya lama-lama akan berkurang, menipus dan kemudian akan habis. 

Ketergantungan akan energi fosil dengan kebutuhanannya yang masih cukup tinggi, akhirnya mendatangkan masalah seperti menipisnya cadangan energi fosil tersebut, laju permintaan semakin besar yang tidak seimbang dengan hasil produksi akibatnya harga menjadi naik, dan tentunya yang tidak bisa kita hindari lagi emisi gas rumah kaca. 

Berkaca dari masalah tersebut tentulah akan adanya pengembangan mengenai alternatif energi lain selain menggunakan bahan bakar dari fosil. Lalu munculah konsep mendekarbonisasi yaitu menggantikan bahan bakar fosil dengan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan yang dicapai dengan penerapan teknologi dan sumber energi rendah karbon. 

" Sudah pernah dengar bahan bakar nabati (biofuel)? Bahan bakar nabati (Biofuel) berdasarkan Permen ESDM 25 Tahun 2013 adalah bahan bakar yang berasal dari bahan-bahan nabati dan/atau dihasilkan dari bahan-bahan organik lain yang ditataniagakan sebagai bahan bakar lain ". 

Bahan Bakar Nabati (Biofuel) juga dikenal dengan biomassa yang merupakan sumber energi yang dihasilkan dari bahan organik tumbuhan ataupun hewan. Bahan Bakar Nabati (Biofuel) diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) yaitu : 

  1. Bioetanol. Berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti sawit, tebu, singkong, ubi jalar, alga dan jagung. 
  2. Biodiesel. Bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari bahan alami terbarukan yang merupakan turunan tumbuh-tumbuhan yang tentunya bisa dengan mudah kita jumpai di Indonesia seperti bahan baku minyak kelapa sawit, pohon jarak dan kedelai. 
  3. Biodiesel dari mikroalga dan bioetanol dari mikroalga, rumput lau dan sejenisnya. Hidrogen dari mikroalga hijau dan mikroba. 
Indonesia memiliki potensi untuk pengembangan sumber energi terbarukan dalam jumlah besar. Karena bahan baku bahan bakar nabati tersebut bisa dihasilkan kembali maka biofuel ini dianggap sebagai sumber energi terbarukan yang tentu saja berbeda dengan bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak bumi ataupun gas alam.  

Bahan bakar nabati (Biofuel) sebenarnya sudah lama dicetuskan sekitar pada tahun 80-an namun untuk di Indonesia pertama kali muncul dan diinisiasi program Bahan Bakar Nabati tahun 2006 dengan melalui Kebijakan Energi Nasional. 



Kebijakan BBN dan Komitmen Iklim 

Jika ditelaah lebih lanjut, apa sih tujuan dari kita mencari sumber bahan bakar selain fosil ini? Tentunya hal ini dipengaruhi karena lama kelamaan pasokan bahan bakar kita lama-kelamaan akan habis dan tidak bisa mencukupi pemenuhan sumber energi yang dibutuhkan. Jadi, dengan adanya sumber energi yang terbarukan ini diharapkan nantinya kita akan punya jalan keluar dalam mempertahankan sumber energi selain itu juga tentulah sebagai wujud komitmen kita dalam pengendalian emisi dan komitmen iklim. 

Biofuel  ini nantinya akan berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional. Maka dari itu, rencana strategis memanglah sangat dibutuhkan dalam pengembangan bahan bakar nabati (biofuel) mengingat berbagai manfaat positif dari penggunaannya apalagi terhadap ketahanan energi nasional. 

Target pemerintah dimulai sejak tahun 2015 adalah B30 yang merupakan program pemberlakuan pencampuran komposisi yang terdiri dari 30% biodiesel dan 70% diesel. 

Saat ini, Indonesia kebanyakan menggunakan bahan bakar nabati yang dibuat dari bahan minyak kelapa sawit yang mau tidak mau akan mendatangkan masalah baru pula berupa ekspansi lahan yang berujung pada pengalih fungsi lahan. Dilihat dari profil GRK Indonesia, sektor folu (alih fungsi lahan) merupakan penyumbang emisi terbesar di Indonesia. 

Dengan skenario B30 - B50 pada 2024, terdapat kebutuhan lahan sawit baru seluas 20,4 - 22,8 HA. Tentu saja hal ini pun akan mendorong para produsen kelapa sawit melakukan ekspansi lahan agar dikemudian hari bisa memenuhi kebutuhan. 

Pengaruh Kebijakan BBN 

Pemanfaatan bahan bakar nabati (biofuel) berpengaruh pula pada perekonomian nasional. Penggunaan biodiesel berbasis kelapa sawit mampu menghemat devisa negara yang diakibatkan oleh ketergantungan bahan bakar fosil, komitmen iklim, pengurangan emisi gas rumah kaca serta memperbaiki lingkungan. Akan tetapi biodiesel sawit diperkirakan akan meningkatkan emisi Nitrogen Oksida setiap 10% bauran sebanyak 0,8% dibanding solar biasa. 

Dengan adanya plus minus yang berkembang, dibutuhkan keselarasan mengenai kebijakan bahan bakar nabati dengan komitmen iklim yang tidak bisa hanya dilihat dari bagaimana bahan bakar nabati dalam penggunaanya menghasilkan lebih banyak ataupun sedikit emisi. Apalagi akan adanya dampak seperti deforestasi yang perlu juga diperhatikan dalam menganalisis apakah kebijakan BBN sejalan dengan komitmen iklim Indonesia. Saat ini pun PT Pertamina sebagai BUMN yang melaksanakan mandatori biodiesel belum mewajibkan pemasoknya memiliki sertifikasi berkelanjutan. 


Jika dilihat dari keseluruhan lahan, pekebun sawit mandiri menguasai 40% dari total luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Akan tetapi mereka belum mendapatkan manfaat dari program biodiesel padahal hal ini nantinya akan berpengaruh pada terbantunya perekonomian petani swadaya dan terhindar dari deforestasi. Selain itu juga dengan menggunakan TBS kelapa sawit yang dihasilkan oleh lahan pekebun sawit mandiri ini dapat mengurangi emisi dari keseluruhan daur produksi biodiesel. 

Potensi lainnya pun dekat dengan kehidupan kita sehari-hari yaitu konsumsi minyak goreng sawit dan minyak jelantah. Bahan baku minyak jelantah dari sisa konsumsi minyak goreng dapat dimanfaatkan untuk menjadi biodiesel. Saat ini, dari sekitar 3 juta KL minyak jelantah, hanya kurang dari 570 ribu KL yang dimanfaatkan sebagai biodiesel maupun untuk kebutuhan lainnya dimana sebagian besarnya digunakan untuk minyak goreng daur ulang dan ekspor. Padahal menggunakan minyak goreng daur ulang untuk dikonsumsi kembali bisa membahayakan kesehatan karena minyak yang sudah digunakan berkali-kali akan menjadi sarang perkembangbiakan berbagai jenis bakteri. Jika dibuang pun akan merusak kandungan tanah dan kualitas air. 

Saat ini, minyak jelantah diekspor dan diolah menjadi biodiesel jadi sudah ada nilai ekonomis yang harganya cukup lumayan. Daripada minyak jelantah didaur ulang malah mendatangkan penyakit atau dibuang malah merusak lingkungan, lebih baik dijual untuk dimanfaatkan menjadi bahan baku biodiesel.  



Biodiesel memang berpotensi sekali dalam mendukung menurunkan emisi akan tetapi juga harus selaras dengan tidak adanya deforestasi, dan tetap memperhatikan faktor-faktor penting krusial lainnya. 

Ingin maju tentulah dibutuhkan terobosan mengarah kepada bergerak ke depan termasuk dalam langkah kebijakan bahan bakar nabati. Sejatinya, bahan baku bahan bakar nabati bukan hanya dari minyak kelapa sawit saja. Indonesia memiliki semua sumber bahan baku bahan bakar nabati yang bisa dimanfaatkan jadi tidak mesti hanya terpaku pada satu bahan baku saja yang bisa berbuntut panjang pada deforestasi. 

Semakin banyak bahan baku, semakin tinggi kemungkinan mencegah deforestasi tersebut. Cegah deforestasi sesuai dengan komitmen iklim indonesia. Bersama capai komitmen iklim dengan terus mendukung energi terbarukan demi masa depan indonesia dan anak bangsa nantinya. 


Jumat, 22 Oktober 2021

Kesempatan Terakhir Bagi Kemanusian Pulihkan Masa Depan Bumi



Pemanasan global semakin hari semakin terasa. Mungkin saat ini memanglah belum terlalu dirasakan langsung oleh kita namun jika terus berlanjut seperti ini kita tidak bisa memprediksi bagaimana efek kedepan nantinya. Perubahan suhu yang terjadi pada bumi saat ini adalah salah satu masalah yang besar yang harus secara bersama-sama kita pikirkan. 

Peningkatan suhu yang terjadi saat ini juga tidak luput karena efek rumah kaca yang tentu saja kembali lagi, didasari oleh aktivitas yang dilakukan oleh manusia, yaitu kita sendiri. Selain itu penggunaan bahan bakar fosil, aktivitas pembakaran sampah, sampai pada kasus  pengalih guna lahan serta pembakaran hutan yang akhir-akhir ini bukannya semakin mereda malah semakin banyak kasus baru bahkan area-area baru yang dibakar menyebabkan kadar polusi semakin meningkat. 

Tahukah kita bahwa akan banyak dampak negatif yang akan sangat menyengsarakan dan akan mendatangi kita jika suhu bumi meningkat hingga 2०C. Naik 1,5० saja sudah banyak bahaya yang mengancam apalagi kalau lebih yang saat ini mulai berangsur-angsur kita rasakan seperti musibah kekeringan, badai dan banjir parah melanda berbagai negara. Hingga pemanasan global juga mengakibatkan laut menjadi lebih asam yang bisa membunuh koral dan plankton di laut. Tentu saja jika koral dan plankton mati, bukan hanya mengganggu tetapi bisa mengancam ekosistem laut. 

Dengan adanya perubahan iklim ini, tentulah kita pun harus beradaptasi dengannya. Bukan hanya menerima, sudah sewajibnya kita secara bersama-sama berupaya menemukan dan menerapkan berbagai cara untuk menanggapi dan menanggulangi dampak dari perubahan iklim tersebut. 

Yayasan Mandiri Berkelanjutan yang diwakilkan oleh Anggalia Putri Permata Sari selaku Knowledge Manager Yayasan Mandiri Berkelanjutan bersama Eco Blogger Squad dan BP Network Jum'at 15 Oktober 2021 lalu melakukan zoom meeting dengan membahas : Bumi Semakin Panas, Kode Merah Untuk Kemanusiaan. 

Baru-baru ini kode merah sudah dikeluarkan oleh IPCC. Sebelum lebih jauh kita bahas kenapa hal ini menjadi hal yang patut untuk kita pikirkan dengan baik ketika IPCC sudah mengeluarkan kode merahnya serta pengaruhnya untuk kehidupan kita? Sebelumnya, IPCC merupakan singkatan dari Inter-governmental Panel on Climate ChangeIPCC bisa juga disebut sebagai dewan iklim PBB. IPCC merupakan badan internasional terkemuka untuk penilaian perubahan iklim yang tersusun dari 195 anggota negara yang ada di dunia, serta ribuan ilmuwan pakar internasional secara sukarela menganalisis perubahan iklim di bumi dan menyarankan tindakan penanggulangan. IPCC memiliki misi untuk mengevaluasi resiko dari perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia. 

Apalagi aktivitas utama dari IPCC adalah mempublikasikan laporan khusus tentang topik-topik yang relevan dengan implementasi UN Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). Jadi sudah ketebak dengan kita bagaimana IPCC mendapatkan dan melabeli bahwa bumi sedang tidak baik-baik saja. 

Kecemasan tentu sedang melanda kita saat ini, terutama dengan adanya perubahan iklim yang tidak menentu ditambah lagi kita pun dalam dua tahun belakangan ini harus menyesuaikan diri dengan adanya Covid-19 yang mengharuskan kita untuk membatasi gerak-gerik kita dalam bermasyarakat. Belum lagi kecemasan kita dengan krisis iklim yang saat ini menjadi perhatian penting juga bagi kehidupan kita. 


Kesempatan terakhir kita untuk memperbaiki semuanya adalah hingga tahun 2030 capai 1,5०C yang batas aman dengan penurunan emisi drastis dimulai dari sekarang. Tindakan bijak bersama inilah yang nantinya akan sangat menyelamatkan masa depan anak cucu kita dan bumi di masa depan. Caranya adalah dengan secara bersama-sama secara agresif dan luas mengendalikan dan menurunkan emisi global hingga tahun 2050 kita harus sudah mencapai sebuah kondisi dimana emisi yang kita serap harus sama dengan emisi yang kita lepaskan. Menanam pohon, memulikan ekosistem dan memulihkan laut adalah cara kita menyerap emisi tersebut. 

Apalagi negara kita, Indonesia sangat rentan terdahap dampak krisis iklim. Sudah tidak asing lagi kita mendengar berita jika sudah mulai musim penghujan banjir akan terjadi dimana-mana bahakn terkadang bukan musim penghujan pun banjir tetap terjadi. Kasus kekeringan dimana-mana, kenaikan permukaan air laut, perubahan pola cuacah hujan, serta kenaikan suhu. Apalagi kita sangat tergantung kepada sumber daya alam dalam menunjang perekonomian. Akibatnya jika tidak ditanggulangi segera, PDB kita bisa hilang hingga 2,5-7% dan kembali lagi kelompok termiskinlah yang akan terkena dampak paling beratnya. 


Waktunya kita beraksi. Stop penggunaan batu bara yang bisa digantikan dengan bioterma, pembangkit listrik tenaga surya yang benar-benar bersih, manfaatkan gambut dengan baik jang dialih fungsikan bahkan dikeringkan karena sekali gambut dikeringkan maka gambut akan kehilangan fungsinya, cegah karhutlah, lindungi hutan alam yang masih tersisa dan tekan deforestasi. Kita yang melindungi kita jugalah yang bertugas memulihkan. Merestorasi serta merehabilitasi ekosistem alam, termasuk didalamnya hutan, mangrove serta gambut tadi. 

Adaptasi pun juga perlu dilakukan bagi kelompok masyarakat yang rentan baik ekonomi menengah kebawah dan juga tidak ketinggalan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir serta pulau-pulau kecil. Mereka perlu mendapat perhatian ditambah lagi aspek kerentanan dampak perubahan iklim yang tidak sama di berbagai wilayah pesisir pun otomatis membutuhkan langkah adaptasi yang berbeda pula. 


Mengurangi sampah terutama sampah plastik dan bahan yang tidak bisa terurai lainnya, membeli dan menggunakan produk ramah lingkungan, melakukan donasi untuk perbaikan dan pelestarian lingkungan, membuang sampah pada tempatnya dan mendaur ulang sampah jika memungkinkan. Hal sekecil apapun yang kita lakukan, sebenarntya besar manfaatnya bagi kita dikemudian hari. 
 
Bersama kita tingkatkan Nationally Determined Contributin dan sukseskan capai Net Zero Emission.   




Kamis, 12 Agustus 2021

Potensi Gambut Indonesia dan Keanekaragaman Hayati


Indonesia adalah negara yang kaya akan keanekaragaman hayati (biodiversitas), sumber daya alam, hasil bumi, budaya, tambang dan lain sebagainya. Kita patut berbangga dengan potensi kekayaan alam yang dimiliki karena dengan hal ini menjadikan Indonesia menjadi negara yang termansyur di mancanegara. Hal ini juga tidak terlepas karena dipengaruhi oleh letak geografis dan astronomi Indonesia. Semuanya tentu akan mendatangkan kebaikan bagi Indonesia terutama masyarakatnya jika dikelolah dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. 

Keanekaragaman hayati yang dimiliki di wilayah Indonesia tidak terlepas dari keberadaan lahan gambutnya. Lahan gambut memiliki keunikan dan kekhasannya tersendiri menjadikan keanekaragaman hayati yang khas dan unik pula yang bisa jadi tidak akan ditemukan di habitat lainnya. 

Namun sayang dibalik begitu banyaknya manfaat dari lahan gambut yang Indonesia miliki, ada pula cerita pilu dibaliknya. Kebakaran dimana-mana yang mengakibatkan beragam peristiwa yang membuat kita harus kembali berbenah dan kembali sadar bahwa pengrusakan yang dilakukan akan berbalik merugikan kita suatu saat nanti. 

Keberkaitan antara keanekaragaman hayati dengan lahan gambut tentulah sangat erat. Selanjutnya akan saya bahas dibawah ini berdasarkan hasil gathering via zoom bersama Pantau Gambut, BPN, Eco Blogger Squad pada hari Jum'at 6 Agustus 2021 lalu. Materi yang diberikan tentulah sangat bermanfaat dan sangat penting untuk kita pelajari bersama-sama. materi kali ini dari Mba Yola Abbas selaku Koordinator Nasional Pantau Gambut dan Ibu Herlina Agustin dari Pusat Studi Komunikasi Lingkungan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran yang juga merupakan Aktivis Pelestarian Satwa Liar. 

Indonesia memiliki banyak potensi fauna yang bisa jadi tidak akan ditemukan di negara belahan manapun di dunia ini. Bahkan tidak hanyak skala dunia, ada juga di daerah-daerah dalam negara Indonesia sendiri ada beberapa spesies hewan yang tidak akan ditemui jika kita tidak berkunjung ke daerah tersebut (endemik). Seperti contohnya ular piton papua yang hanya akan ditemukan jika kita ke Papua.  

Kekayaan hayati yang dimiliki Indonesia merupakan negara terbesar dan terkaya ke tiga di dunia yang artinya Indonesia masuk 10 besar untuk kategori negara mega diversities. Indonesia juga merupakan pemasok terbesar produk satwa liar di Asia. Indonesia memiliki luas sebanyak 1,3% persen luasnya di dunia, 12 % mamalia diseluruh didunia, 7,3% spesies amfibi dan reptil serta sebanyak 17% spesies burung ada di Indonesia. 


Terdapat garis pembatas yang membagi Indonesia berdasarkan pola sebaran keanekaraman hayati di Indonesia yaitu garis Wallacea dan garis weber yang mempunyai tipe makhluk hidup yang berbeda-beda. Daerah paling barat Indonesia yang dibatasi oleh Garis Wallacea merupakan kawasan Orientalis dengan karakter fauna diantaranya adalah mamalia berukuran besar, banyak jenis primata, serta jenis-jenis burung berkicau yang tidak berwarna cerah. Untuk daerah paling timur yang dibatasi oleh Garis Weber merupakan kawasan Australis dengan karakter fauna diantaranya mamalia berkantung dan jenis-jenis burung berwarna cerah. Sedangkan daerah yang berada di tengah-tengah yang dibatasi oleh garis Wallaceae dan Weber disebut dengan kawasan Wallacea atau kawasan peralihan yang tentunya mempunyai karakteristik berbeda dengan kedua daerah yang mengapitnya. Contoh faunanya seperti Anoa, Babirusa, Burung Maleo, Komodo dan lainya. .

Akan tetapi, dibalik kayanya kekayaan hayati yang dimiliki tersebut terdapat ancaman dibelakangnya. Indonesia menduduki urutan kedua tercepat dalam laju kepunahan hayati skala dunia setelah Meksiko serta tingkat tertinggi urutan ke empat dunia dalam kasus penyelundupan satwa liar setelah human trafficking,weapon trafficking, drugs trafficking. 

Gambar : pantaugambut

Terjadinya penurunan spesies hayati ini tidak lepas dari adanya perusakan habitat, degradasi habitat, perubahan iklim, eksploitasi alam yang berlebihan, penggunaan spesies yang berlebihan untuk kepentingan manusia, perburuan skala besar, tidak terkendalinya perdagangan hayati, invasi tanaman dan satwa secara global serta rekayasa genetika. Jika hal ini terus terjadi bisa memungkinkan 50% spesies akan punah pada tahun 2100 atau bahkan bisa jadi mungkin sebelumnya. 

Tentunya kita tidak mau hal ini terjadi bukan? Yang kita inginkan adalah adanya keseimbangan alam yang tentunya tidak akan tercipta begitu saja. Perlu aksi, kesadaran, menjaga serta melindungi ekosistem yang ada. Menjaga keanekaragaman hayati juga artinya tersedianya rumah atau habitat bagi ragam hayati tersebut dan lahan gambut mempunyai fungsi memberikan lingkungan bagi kehidupan yang bukan hanya berpengaruh baik untuk manusia tetapi juga makhluk hidup lainnya.    

Berbicara mengenai lahan gambut, apasih yang terlintas oleh teman-teman kalau kita membicarakan  lahan gambut ? Lahan gambut merupakan lahan basah yang terbentuk dari timbunan materi organik yang sudah tertimbun dan membusuk selama ribuan tahun yang kemudian membentuk endapan tebal yang berasal dari sisa-sisa pohon, rerumputan dan lumut serta dari jasad hewan. 

Umumnya, gambut ditemukan di area genangan air, seperti rawa, cekungan antara sungai maupun pada daerah pesisir dengan karakteristiknya basah dan mengandung banyak karbon didalamnya. Jumlah lahan gambut hanya sekitar 3-5% di permukaan bumi, namun keberadaannya merupakan rumah bagi lebih dari 30% cadangan karbon dunia yang tersimpan di tanah. Diperkirakan lahan gambut menyimpan karbon dua kali lebih banyak dari hutan di seluruh dunia, dan empat kali dari yang ada di atmosfer. Lahan gambut di wilayah tropis menyimpan karbon yang paling banyak yang jika terganggu dan dikeringkan karbon yang tersimpan dalam lahan gambut dapat terlepas ke udara dan menjadi sumber utama. 


Lahan gambut memiliki peranan yang penting dalam kehidupan seperti pengatur sistem hidrologi, pelepasan air, lahan budi daya, sumber energi, penyimpan karbon dan regulator iklim, mengurangi dampak bencana banjir dan kemarau, menunjang perekonomian masyarakat lokal, serta dengan adanya lahan gambut tersedianya pula habitat untuk tempat berlindungnya keanekaragaman hayati. 

Habitat bagi keanekaragaman hayati ini bergantung dari baik ataupun buruknya keadaan lahan gambut. Lahan gambut sering dianggap sebagai lahan terbuang yang dapat dikeringkan dan kemudian dialihfungsikan. Kemudian demi kepentingan pertanian dan perkebunan, lahan gambut dikeringkan secara terus-menerus untuk mencegah air kembali membanjiri gambut. Padahal gambut memiliki banyak fungsi seperti fungsi produksi, penyangga, regulasi serta juga fungsi informasi. Siklus surut dan keringnya gambut yang terus berkelanjutan dapat menjadi sumber emisi karbon yang tidak akan berhenti. 

Lahan gambut kita saat ini sedang terancam. Terancamnya lahan gambut Indonesia saat ini dapat memicu terjadinya berbagai bencana seperti bencana banjir yang disebabkan fungsi hidrologis gambut yang hilang. Saat manusia ingin mengeringkan gambut secara paksa yang kemudian menyebabkan bencana kebakaran yang hebat hingga terjadinya kabut asap tebal. Oleh karena api yang tidak menyala diatas permukaan tanah tapi hanya menjalar ke bawah permukaan mengakibatkan timbulnya asap putih tebal yang ujung-ujungnya akan terhirup oleh manusia itu sendiri. Kesehatan pun akan mengalami gangguan. Pencemaran tanah pun tidak terelakkan dengan kejadian tersebut. Kabut asap dari kebakaran pun bisa mengganggu sistem transportasi penerbangan dan aktivitas ekonomi.

Paradigma yang salah yang beranggapan bahwa lahan yang dapat diolah dan dimanfaatkan hanyalah lahan kering, membuat teknologi digunakan untuk mengeringkan gambut supaya kemudian bisa dimanfaatkan namun kemudian melupakan tata kelola berkelanjutan. 

Kebakaran hutan dan kekeringan juga menyebabkan musnahnya kenekaragaman hayati karena hilangnya ruang lingkup atau habitat dari flora dan fauna yang hidup didalamnya. Pencemaran tanah dan air karena terjadinya perubahan komposisi kandungan air pada lahan gambut menyebabkan air tidak dapat lagi untuk dikonsumsi bahkan akibat lebih parahnya lagi adalah air tidak bisa lagi digunakan untuk keperluan konsumsi bahkan untuk mencuci dan membersihkan diripun sudah tidak cocok lagi. Tentulah untuk menanggulangi ini semua diperlukan solusi supaya kehidupan makhluk hidup tidak semakin terancam. 

Solusi 

- Restorasi Lahan Gambut 

Yang paling utama dan terutama tentulah solusi yang paling terbaik saat ini adalah menjaga, melindungi dan melestarikan lahan gambut yang masih ada dan kemudian pemulihan kembali lahan gambut yang sudah terlanjur rusak dengan cara merestorasi lahan gambut. Dengan dilakukannya restorasi gambut bertujuan mengembalikan fungsi ekologi dari lahan gambut. Upaya restorasi gambut dilakukan dengan tiga pendekatan yaitu pembasahan, penanaman ulang kemudian merevitalisasi sumber mata pencaharian masyarakat sekitar. 

Upaya pembasahan gambut dilakukan dengan cara membangun Canal block yang bisa menjadi solusi jangka pendek dalam mencegah kebakaran lahan. Penanaman tanaman asli gambut di area yang sudah dialihfungsikan meskipun tidak dikeringkan masih tetap bisa produktif yang nantinya juga memiliki nilai ekonomi contohnya tanaman sagu. 

- Mendorong pemerintah berkomitmen sesuai dengan peraturan yang sudah ada 

Semua itu akan tercapai jika kita bersama-sama mendorong pemerintah untuk serius dalam komitmennya memberikan perlindungan dan pengolaan lahan gambut yang lestari yang telah tertuang pada Peraturan Pemerintah (PP) No.57 tahun 2016 jo PP no.71 tahun 2014 mengenai perlindungan total pada hutan, alam, lahan gambut, dan daerah pesisir dan Instruksi Presiden (Inpres) No. 5 tahun 2019 mengenai penghentian pemberian izin baru dan penyempurnaan tata kelola hutan alam primer dan lahan gambut. Inpres ini merupakan perbaikan dari Inpres No. 6 tahun 2017 mengenai penundaan pemberian izin baru dan penyempurnaan tata kelola hutan alam dan lahan gambut. 

- Menyebarkan kesadaran mengenai pentingnya lahan gambut 

Semakin banyak yang sadar mengenai pentingnya lahan gambut maka semakin besar pula pengaruhnya bagi kehidupan mengingat banyaknya manfaat lahan gambut dalam peranannya menopang sumber kehidupan. 

- Terus konsisten menyuarakan isu perlindungan lahan gambut

Semakin banyak masyarakat yang terus menyarakan pentingnya menjaga lahan gambut semakin besar pula peluang kita untuk menyelamatkan kehidupan dan keberagam hayati yang saat ini terancam punah. 

_ Kerjasama dan bersatu

Kerjasama dari berbagai pihak tentunya sangat memberikan pengaruh bagi pelestarian lahan gambut agar selalu lestari dan tetap berfungsi dengan semestinya baik itu dari pelajar, komunitas, masyarakat umum, pengambil kebijakan bahkan media massa. Apalagi dizaman sekarang ini media masa memiliki kekuatannya tersendiri dalam upaya penyebarak informasi. Semakin banyak informasi mengenai lahan gambut dan pengaruhnya bagi kehidupan maka semoga semakin banyak juga yang sadar dan berujung kepada perasaan untuk saling menjaga alam sekitar.