Kamis, 31 Maret 2022

Yuk, Mulai Bijak Menggunakan Produk Berbahan Plastik

Berbicara sampah plastik, tentunya bukanlah hal yang asing lagi bagi kita. Sampah plastik hingga saat ini masih menjadi masalah utama dalam mempengaruhi kerusakan ataupun pencemaran lingkungan yang terjadi di dunia tanpa terkecuali di Indonesia. Bahkan menurut beberapa penelitian, sampah platik yang dihasilkan menjadikan Indonesia sebagai penghasil sampah plastik terbesar ke dua di dunia dalam menyumbang pencemaran terutama di laut. Sungguh bukan prestasi yang patut dibanggakan, bukan?!

Bagaimana tidak, saat ini hampir dalam setiap keseharian kita selalu melibtkan plastik karena dianggap mudah didapatkan, harga terjangkau dan cukup kuat untuk menampung apa yang dibawa. Kapan pun kita membutuhkan plastik hampir tidak sulit untuk mencarinya seperti kantung plastik belanja, alat makan plastik, sedotan plastik, balon, kantung buah dan sayur plastik dan lain sebagainya. 

Ketergantungan kita yang berlebih akan penggunaan plastik dikehidupan sehari-hari ini berujung pada jumlah sampah plastik yang besar. Padahal kita semua tahu bahwa sampah platik sangat tidak bersahabat dengan sifatnya yang tidak mudah terurai karena plastik bukan berasal dari senyawa biologis. Diperkirakan ada 500 juta sampai 1 milyar kantong plastik digunakan penduduk dunia dalam kurun 1 tahun saja yang artinya sekitar 1 juta kantong plastik digunakan per menit. 

Dalam pembuatannya, diperlukan 12 juta barel minyak per tahun dan 14 juta pohon ditebang. Proses pengolahannya dapat menimbulkan toksit dan bersifat karsinogenik. Butuh waktu lama hingga ratusan tahun lamanya sampah plastik dapat terurai secara sempurna. Tanah, air, bahkan udara dapat tercemar akibat sampah plastik.   

Coba kita telaah lebih jauh lagi dampak dari sampah plastik. Jika mencemari tanah, plastik dapat menghalangi peresapan air dan sinar matahari yang dapat mengakibatkan mengurangi kesuburan tanah, menyumbat liran sungai   hingga dapat menyebabkan banjir. Racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah dapat membunuh hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing. Belum lagi sering kita dengar diberita hewan termakan sampah plastik tersebut. 

Tanpa terkecuali di laut, sampah plastik memberi sumbangsih sebesar 90% mencemari laut. Tentu saja hal ini mengganggu ekosistem laut. Bagaimana jadinya dari sampah plastik yang tidak sengaja termakan oleh hewan sampai ke pada kita, manusia yang bisa saja hewan tersebut kita konsumsi dimana manusia itu sendiri merupakan konsumen tinggat I maupun II dalam rantai mananan.  

Di udara, jika kita membakar sampah plastik dimana pada plastik terdapat bahan yang beracun bila sampai masuk kedalam tubuh manusia dapat memberikan efek akumulasi akibat bahan-bahan tersebut yang bisa membahayakan kesehatan. Ketika membakar sampah plastik, terjadi pelepasan beberapa zat berbahaya ke udara. Misalnya seperti karbon monoksida, dioksin dan furan, volatin, serta partikel lainnya.    

Jika manusia menghiup dioksin, maka manusia akan rentan terhadap berbagai penyakit diantaranya kanker, gangguan sistem syaraf, hepatitis, pembengkakan hati, serta gejala depresi. 

Secara garis besar, sampah plastik memberikan dampak negatif seperti : 

- Membahayakan keberlangsungan rantai makanan 

- Dapat mencemari air dan tanah 

- Tanah Menjadi Tidak subur 

- Pemanasan Global 

- Polusi pada udara  

Mengenal 7 Simbol dan Jenis Plastik 

Diterbitkan oleh The Society of Plastick  Industry (SPI) pada tahun 1988 di Amerika Srikat, telah dikeluarkan 7 kode Resin Identification Code (RIC). Produk plastik wajib mencantumkan 7 kode tersebut setelah disetujui oleh ISO (International Organizatin for Standarization). 

  • Polyethylene Terephthalate (PETE atau PET) 
Simbol daur ulang dengan angka 1 serta kode PETE atau PET menunjukkan jika jenis plastik ini hanya bisa digunakan untuk sekali pakai saja. Tidak disarankan untuk menggunakannya secara berulang apalgi diisi air hangat. Ini karena lapisan polimer dan zat karsiogenik pada plastik dapat larut dan bisa menyebabkan kanker. Biasanya simbol ini banyak ditemukan pada plastik kemasan seperti botol minuman, botol soda, botol minyak, botol saus, wadah selai, kotak obat, dan juga sisir. Untuk kode daur ulang ini sebaiknya bisa dimanfaatkan untuk dibuat tas ataupun karpet. 
  • High Density Polyethylene (HDPE atau PEDH)
Jika kita menemukan plastik dengan kode angka 2 HDPE atau PEDH ini, menandakan plastik tersebut terbuat dari high density polyethylene yang biasanya dapat kita temuan pada galon minum, botol - botol seperti botol susu, sabun, detergen, shampo dan plastik dengan kemasan tebal lainnya. Kategori plastik dengan kode ini tergolong plastik yang cukup aman digunakan berulang kali karena paling sering digunakan untuk didaur ulang kembali dengan nilai ekonomi serta proses daur ulang yang sederhana.

  • Polyvinyl Chloride (PVC atau V)
Simbol dengan kode angka 3 disertai PVC atau V digunakan untuk plastik pada pipa air, ubin, kabel listrik, wrapping dan mainan anak/hewan peliharaan. Kategori barang-barang plastik yang terbuat dari plastik polyvinyl chloride ini mengandung berbagai macam bahan kimia beracun yang dapat larut dan tentunya berbahaya bagi kesehatan. Makanya juga terdakang disebut dengan plastik beracun dan sulit untuk didaur ulang sehingga perlu dihindari untuk kemasan makanan dan minuman. 
  • Low Density Polyethylene (LDPE atau PE-LD)
Simbol dengan kode 4 dan LDPE atau PE-LD biasanya kita temukan pada kantong plastik (kresek), kanong plastik sampah, tas belanja dan juga bungkus makanan. Bahan yang digunakan adalah low density polyethylene yang bersifat elastis, memiliki daya tahan yang lama dan dapat digunakan berulang kali.
  • Polypropylene ( PP) 
Simbol plastik dengan kode angka 5 dan kode PP biasanya kita temui pada tempat makanan/minuman, botol sirup, kotak yogurt, sedotan plastik, selotif, serta tali berbahan plastik. Bahan polypropylene ini digunakan pada tempat makanan/minuman krea sangat kuat dan cukup aman digunakan meski pada suhu panas. Akan tetapi jenis plastik ini sulit untuk didaur ulang jadi kita harus bijak ya dalam penggunaannya
  • Polystyrene (PS) 
Jenis plastik dengan kode angka 6 dan kode PP biasanya banyak digunakan sebagai tempat minuman/ makanan styrofoam, tempat telur, sendok/garpu plastik, foam packaging hingga bahan bangunan (bahan flooring). Biasanya juga dijual dengan harga yang relatif murah dan ringan. Plastik dari bahan ini dapat mengeluarka styrene yang mengeluarkan zat karsiogen yang bisa menyebbkan kanker terutama jika dipergunakan untuk makanan/minuman panas.  
  • Other atau O
Terakhir plastik dengan simbol angka 7 dan kode O atau Other dimana maksudnya adalah jenis plastik yang tidak termasuk dalam klasifikasi enam kode sebelumnya. Untuk penggunaan plastik jenis ini pada makanan ataupun minuman sangat berbahaya karena menghasilkan racun Bisphenol - A (BPA) yang bisa membuat kerusakan beberapa organ serta dapat mengganggu hormon tubuh. Parahnya lagi, simbol ini biasa digunakan pada plastik untuk botol minum bayi, botol minum olahraga, iPod cases, dan juga Compact Disk (CD).

Bijak dan teliti dalam penggunaan plastik yang bisa memberikan berbagi dampak apalag sampai merusak lingkungan adalah keharusan yang sudah seharusnya kita tanamkan sebelum menggunakan barang tersebut. Apalagi dampaknya sudah mulai parah kita rasakan saat ini. 

Berbagai skenario dan alternatif dilakukan dalam menanggulangi masalah sampah plastik yang terjadi saat ini seperti : 
-    Reuse (Memanfaatkan Ulang)
   Recycle (Mengolah Kembali)
-    Reduce (Mengurangi)
-    Replace (Mengganti)
-    Refill (Mengisi Kembali) 
-    Repair (Memperbaiki) 

Sebenarnya skenario yang paling tepat adalah mulai berhenti untuk tidak menggunakan lagi plastik. Namun mungkin jika langsung masih belum bisa, kita bisa mulai dari hal sederhana seperti apa yang dilakukan dan diajak oleh Team Up for Impact. Melalui aksi sederhana secara serentak dan konsisten tentulah akan mendatangkan dampak yang besar dikemudian hari. Seperti di hari senin tidak membeli makanan/minuman dalam kemasan. Hari selasa mengurangi pemakaian listrik selama 2 jam. Rabunya tidak makan daging merah. Di hari kamis tidak menggunakan tissue. Pada hari Jum'at tidak naik kendaraan berbahan bakar bensin. Sabtu melakukan aksi untuk tidak menyalakan TV dan di hari minggu tidak menghasilkan sampah makanan. 


Ternyata menjaga kesehatan tubuh tanpa kita sadari ada kaitannya dengan menjaga lingkungan. Jadi, mulai dari diri kita sendiri dan orang-orang terdekat untuk bijak dalam memilih dan mengelola produk plastik secara tepat. Saat berbelanja, bawalah tas sendiri dari rumah. Manfaatkan sampah plastik yang tidak terpakai menjadi benda yang berguna, misalnya pot tanaman. 

Jika semua dilakukan secara konsisten, bersama dan dilakukan dengan kesadaran dari diri sendiri tentulah tujuan kita bersama demi menjaga bumi tetap baik akan terwujud. Jadi, bagiaman kalian hari ini. Sudahkah melakukan challangenya? Saya dan teman-teman #EcoBloggerSquad saat ini konsisten untuk mengikuti challangenya dan dari saya sendiri mulai dari konsisten untuk tidak membeli makanan/minuman dalam kemasan serta mengurangi pemakaian listrik selama 2 jam dalam sehari. Ikuti challange-nya Team Up For Impact dengan mengklik halaman https://teamupforimpact.org/team-up-everyday dan tunjukan bahwa kita adalah salah bangsa yang benar adanya memberantas pencemaran lingkungan dan mendukung aksi positif untuk konsisten terhadap isu perubahan iklim. 

Tunggu apa lagi, klik dan join challange-nya ya. 





27 komentar:

  1. Sampah sampai saat ini masih menjadi permasalahan yang belum terselesaikan ya kak. Memang sebenarnya kembali kepada kesadaran pribadi sih. Kalau kita sadar bahwa sampah yang kita buang sembarangan termasuk sampah plastik ini akan mencemari lingkungan, tentu hal ini tidak kita akan lakukan. Plastik bisa didaur ulang menjadi produk yang berdaya guna. Tapi memang sebaiknya kita mengurangi sampah plastik, karena sampah ini tidak bisa terurai,supaya lingkungan sekitar menjadi bersih dan ekosistem pun tidak terganggu.

    BalasHapus
  2. terimakasih remindernya. Untuk saatini kalau saya yg dilakukan paling kalo belanja sayur online suka ada pilihan pake plastik ngga jd pilih ngga pake plastik

    BalasHapus
  3. Sekarang ini semua barang serba plastik, tak heran jika banyak terjadi kerusakan alam. Mangkanya bijak itu perlu banget

    BalasHapus
  4. iyaa nih, tidak menggunakan sama sekali produk berbahan plastik emang ga mungkin dilakukan ya, tapi paling engga kita mesti jauh lebih bijak buat menggunakannya, karena kita udah masuk fase krisis iklim :(

    BalasHapus
  5. Miris banget ya, Indonesia menjadi penghasil sampah plastik terbesar ke dua di dunia. Wajar aja sekarang ada campaign bebas plastik, terutama di minimarket dan supermarket. Nggak bisa dibayangin dampaknya sangat besar bagi lingkungan dan juga kesehatan makhluk hidup.

    BalasHapus
  6. Konsisten ini memang harus ada selalu, sadar untuk menjaga kelestarian lingkungan, dan bisa juga untuk menjadi kebiasaan baik dengan ikutan challenge nya

    BalasHapus
  7. Plastik emang segitu bahanya untuk kelangsungan hidup kita. Aku berusaha seminimal mungkin dalam penggunaan plastik, Kak. Kalau emang ada totebag ya kalau belanja bawa totebag sendiri.

    BalasHapus
  8. Alhamdulillah... meski belum maksimal, tapi saya sudah berusaha menerapkan mengurangi sampah plastik. Mengajarkan anak juga untuk tidak banyak menggunakan plastik. Semoga makin meningkat dan istikoma aja nih

    BalasHapus
  9. Kami juga sudah mencoba menggunakan prinsip 6 R di atas mbak. Ya walaupun belum maksimal tetapi bertahap akan kami lakukan
    mengurangi sampah plastik demi keberlangsungan kehidupan di bumi

    BalasHapus
  10. Aku sempat pakai bubble wrap untuk membungkus paket-paket buku (aku jualan online). Maksud hati biar aman dari basah dan benturan, plus ringan di ongkir. Tapi hati nggak bisa dibohongi euy. Ngerasa bersalaaah banget ngeliat banyaknya plastik yang dipakai. Sekarang nggak pakai bubble wrap lagi sih.

    BalasHapus
  11. Plastik ini memang harus banget dikurangi kalo ga mau jadi bumerang buat umat manusia sendiri yaaa, karena sudah terpampang nyata nih dampak perubahan iklim, cuaca ga jelas banget sekarng tuh

    BalasHapus
  12. Aku sendiri sudah berusaha menguranginya dengan menggunakan barang barang yang bisa dipakai berulang kali termasuk kepasar dengan membawa tas sendiri yang bisa digunakan berkali kali. membawa tumblr dan kotak makan sendiri

    BalasHapus
  13. sedih saat membaca berita kalau hewan-hewan laut terdampak karena jumlah sampah plastik yang meningkat. saya juga mencoba untuk istiqomah, dalam mengurangi penggunaan plastik

    BalasHapus
  14. Asyiiik aku jg ikutan challenge ini lhoo, dan alhamdulillah keren bangett yah semoga banyak yang ikutan

    BalasHapus
  15. thanks lho kak infonya, memang bener nih, harus banget tahu produk yang kita pakai ya, biar ikut menjaga bumi yang sudah makin banyak masalahnya

    BalasHapus
  16. Aku juga udah mengurangi plastik nih. Kemarin mulai belanja di ecobulk store gitu bawa wadah sendiri.

    BalasHapus
  17. Pengelolaan sampah plastik ini masih menjadi pe er banget buatku.. Harus belajar dan tetap konsisten untuk menjadikan diri bisa lebih baik dlm pengelolaab sampah.. Mkasih banyak buat remindernya ya mba..

    BalasHapus
  18. Penggunaan produk berbahan plastik masih jadi PR banget buat saya. Masih susah menghindar walaupun sudah jauh berkurang. Kadang kalau ke pasar gitu saya sampai maksa2 sama penjualnya gak mau diplastikin, ya demi biar minim sampah. Memang butuh waktu kalau untuk zero plastic, tapi harus yakin bisa mengurangi.

    BalasHapus
  19. Satu hal yang perlu ditanamkan adalah membuang sampah pada tempatnya. Saya suka geram, kalau lihat ada yang main ke laut, terus minum, dan dia buang bungkus atau kalengnya ke laut. Bahkan kadang ada yang buang bungkus camilannya di laut. heheh.

    BalasHapus
  20. Aku termasuk yang sayangnya masih menggunakan kemasan plastik.
    Huhuu~
    Mencari hal-hal sederhana seperti bahan-bahan yang habis dipakai sehari-hari dalma bentuk isi ulang, belum ketemu di Bandung.

    Semoga langkah kecil kita seperti menggunakan listrik, air dan segala bentuk energi tak terbaharukan bisa menyelamatkan bumi.

    BalasHapus
  21. Sekarang belanja apa aja pasti dapat kantong plastik. Nah, untuk mengurangi sampah plastik, kalau belanja emang harus bawa tas sendiri. Terus minuman kemasan juga tuh, penyumbang sampah plastik juga.

    BalasHapus
  22. Wah iya, plastik masih jadi PR besar dalam penanganan sampah di Indonesia ya kak
    Aku kok pengen tahu tentang challenge ini, cuss meluncur ke web team up for impact ah

    BalasHapus
  23. Wah ternyata bahaya banget ya sampah plastik ini. Selama ini masih kurang aware sama bahayanya. Ternyata ngeri juga. Jadi reminder untuk lebih aware soal sampah plastik.

    BalasHapus
  24. Kerennn.. memang plastik itu banyak jenisnya dan juga bahayanya.. jadi harus bijak ya.. saya juga ikut challenge.

    BalasHapus
  25. Yang penting mulai dari diri sendiri dan dari apa yang bisa dulu ya mba. Seneng deh bacanya. Karena ngerasa ternyata masih banyak yang peduli dengan bumi.

    BalasHapus
  26. reminder nih buat aku juga. Memang harus bijak menggunakan plastik, selain bijak menggunakan tentunya juga harus bijak saat membuangnya.

    BalasHapus
  27. Sayangnya makin ke sini malah penggunaan plastik makin banyak. Dari minuman kemasan, produk kemasan dan lainnya.

    Kita mesti disiplin ya, jangan sering-sering beli produk yang bungkusnya plastik.

    BalasHapus

Terimakasih atas kunjungan dan coret coret komentarnya ya ...