Sejuta Pesona Mengagumkan Tersimpan Di Papua

Photo : Google

Apa yang pertama kali terlintas dibenak kalian kalau ada yang menyebut Indonesia? Bhineka Tunggal Ika. Iya, itu yang pertama kali akan saya ucapkan. Terdiri dari beribu pulau, beragam suku, bahasa yang mungkin takkan pernah kalian temukan di negara belahan manapun di dunia ini. Rasa bangga akan alam yang tiada duanya, keindahan flora - faunanya, keramah tamahan orang - orangnya, dan beragam budaya yang setiap daerah memiliki ciri khas masing - masing. 

Bangga? Sangat bangga. Kenapa tidak, banyak yang ke Indonesia karena tertarik dengan keanekaragamannya. Indonesia juga merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau yang mana dengan anugerah tersebut, kita bisa memperoleh hasil dari laut seperti ikan yang bisa setiap saat kita konsumsi yang bisa jadi di negara lain adalah hal yang mahal bahkan sulit untuk didapatkan. Saking luasnya,  kita bisa membutuhkan waktu berbulan-bulan atau lebih untuk menginjakkan kaki disetiap jengkal tanah air Indonesia ini. Inilah yang menjadi bukti betapa kita harus bangga dengan Indonesia dan beragam isinya.

Indonesia katanya adalah paru-paru dunia, itu karena Indonesia memiliki hutan yang menduduki urutan lima besar terluas di dunia dengan hutan tropis dan sumbangan dari hutan hujan Kalimantan dan Papua. Bahkan tak sulit jika ada yang menanyakan kemana sebaiknya pergi jika ingin melihat destinasi hijau.

Masih banyak destinasi wisata hijau yang terbentang di Indonesia, contohnya saja di Papua. Berbicara Papua langsung teringat burung cenderawasih dan wisata raja ampatnya. Salah satu destinasi yang patut untuk dikunjungi dan digandrungi oleh para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Papua, surga di ujung Indonesia.

Wajar saja jika Papua disebut sebagai destinasi wisata hijau. Papua itu Indonesia. Boleh berada di ujung timur Indonesia, tapi Papua memiliki sejuta pesona. Alamnya yang masih hijau, hutan yang masih asri terpelihara dengan baik, adat istiadat yang masih sampai saat ini terus dipertahankan serta beragam hal menarik lainnya yang semakin membuat kita cinta akan Papua.

Papua tepatnya di Provinsi Papua Barat menjadi provinsi konservasi pertama di Indonesia bahkan duna. Ditambah lagi sudah ada Peraturan Daerah Khusus Provinsi Pembangunan Berkelanjutan atau disebut Perdasus Konservasi yang semakin menjadi dasar dalam melindungi ekosistem laut maupun darat  tanah Papua. Apalagi ekosistem laut dan darat Indonesia merupakan ekosistem yang paling diunggulkan dan yang masih alami alamnya.

Selain itu, dengan adanya kemajuan dan faktor-faktor yang mendukung bisa menjadikan Papua untuk semakin mempromosikan pengembangan mata pencarian berkelanjutan serta berhak mendapatkan hak yang ada di dalam sistem masyarakat adatnya yang masih kental. Perdasus juga menempatkan pembangunan berkelanjutan dan konservasi di garis depan dari setiap kegiatan ekonomi dan pembangunan Papua.

Pemanfaatan sumber daya alam yang sesuai aturan bagi orang asli Papua sangat penting. Apalagi eksistensi masyarakat adat dan wilayah adat telah diakui negara. Dengan kebijakan yang sudah ada dengan menjadikan Provinsi Papua menjadi Provinsi berkelanjutan, menjadikannya mampu menunjukkan konsistensinya sesuai dengan prinsip konservasi yang membuat hutan menjadi tetap terjaga kelestariannya.

Sejak tahun 2015 lalu, Papua Barat pertama kali menyatakan akan menjadi provinsi konservasi. Terbukti hingga sekarang, dunia dapat melihat bahwa Papua Barat adalah standar global baru. Tentunya sejalan dengan semakin besarnya rasa persatuan antar masyarakat, lembaga pemerintah, organisasi non-pemerintah dalam usaha bersama-sama untuk terus menjaga keasrian hutannya supaya semua tetap berlanjut ke arah yang semakin lebih baik lagi. Apalagi mayoritas penduduk Papua menjadikan alam untuk  penopang penghidupan mereka.

Dengan bergantungnya sebagian penopang kehidupan masyarakat Papua dari alam inilah yang semakin membuat kita harus terus saling mendukung Papua sebagai wilayah konservasi tidak hanya untuk Indonesia tetapi juga dunia. Bukan hanya Indonesia saja yang merasakan dampaknya tetapi juga dunia. Meskipun saat ini luas hutan Papua memperlihatkan tingkat kehilangan tutupan hutan yang cukup besar karena adanya ekspansi industri yang mengakibatkan adanya penebangan hutan.

Terlepas dari itu semua, Papua merupakan salah satu daerah dengan keanekaragaman hayati paling banyak di Bumi, tempat bagi lebih dari ribuan spesies ikan, habitat bagi banyak karang keras dunia, dan hingga hari ini spesies baru terus ditemukan serta tak ketinggalan pula hutan mangrovenya dan luasnya lahan gambut. Bakau dan gambut adalah ekosistem dengan kandungan empat kali jumlah karbon dibandingkan hutan tropis dan sangat penting untuk memerangi laju perubahan iklim.

Konsep ramah lingkungan adalah konsep yang paling tepat bagi Papua sehingga Papua terus sukses menjadi wisata konservasi dunia dan destinasi ekowisata terbaik dunia. Investasi hijau berkelanjutan adalah salah satu upayanya. Menjaga hutan Papua tetap lestari bisa memberikan dampak berkelanjutan demi tetap tersedianya sumber pangan bagi generasi berikutnya.

Dengan menyimpan potensi kekayaan alam dan budaya yang luar biasa inilah mungkin yang dilihat dan membuat Yayasan Ekosistem Nusantara Berkelanjutan atau Yayasan EcoNusa menjadikan Indonesia Timur sebagai pusat kegiatan yang meliputi Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara.

Ditambah lagi tutupan hutannya yang masih terjaga utuh. Total luas hutan di Tanah Papua adalah sekitar 33.710.523,22 hektar, mulai dari hutan bakau di pesisir hingga hutan hujan tropis di dataran tinggi dengan pemandangan menakjubkan yang menjadi habitat hidup spesies satwa unik.  

Yayasan EcoNusa sendiri sudah didirikan sejak tahun 2017. Diprakarsai oleh Bustar Maitar, seorang putra asli Papua yang juga merupakan tokoh penggiat lingkungan. Mengusung visi kedaulatan masyarakat untuk pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan. Bersama saling merangkul dan membentuk kerja sama dengan para pemangku kepentingan baik lembaga pemerintah maupun non-pemerintah untuk mengelola hutan secara transparan dan akuntabel yang berbasis penguatan masyarakat lokal.

Selain itu Yayasan EcoNusa juga mengorganisasi kaum muda khususnya di kawasan perkotaan untuk mendukung gerakan kedaulatan pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan melalui Sekolah EcoDiplomacy (SED).

Belum lengkap rasanya jika berbicara Papua tanpa membicarakan destinasi wisatanya. Semuanya lengkap ada di Papua. Jika tadi di atas dijelaskan mengenai potensi Papua sebagai wilayah konservasi dunia, keunggulan lain yang dimiliki Papua adalah dari segi sektor kekayaan destinasi wisatanya. Mulai dari destinasi wisata hijau hingga ekowisata semua ada di tanah Papua.

Apalagi pemerintah Indonesia pun kini semakin mengembangkan sektor wisata yang ada di pelosok negeri. Dimana, sektor pariwisata ini telah menjadi salah satu sektor ekonomi terbesar dan tercepat yang mampu menjadi jalan bagi Indonesia menjadi tangguh dari segi pariwisatanya.

Wah, Papua bisa menjadi salah satunya yang menjadi pintu gerbang dalam sektor ekonomi dan pariwisata ya. Saya sendiri jika memiliki angan dan jika memiliki kesempatan ke Papua adalah ingin sekali mengunjungi Raja Ampat. Salah satu tempat eksotis yang seakan-akan sudah menjadi ikon dari Papua.

Bagi saya mungkin belum lengkap rasanya ke Papua jika belum ke Raja Ampat. Keindahan alamnya yang masih asri dan alami. Belum lagi jika melihat lautnya yang jernih dan memiliki kesempatan untuk snorkeling atau diving langsung bersama spesies satwa yang tidak bisa ditemukan di perairan lainnya.

Tentunya tidak hanya Raja Ampat saja yang dimiliki Papua. Ada juga Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Danau Sentani, Lembah Baliem, Taman Nasional Lorenz, Teluk Triton, Pulau Rumberpon, dan masih banyak lagi wisata=wisata lain yang tidak kalah indahnya.

Pokoknya, berbicara Papua wilayah paling timur Indonesia yang memiliki sejuta pesona tidak akan ada habisnya. Papua bagian dari Indonesia. Semua cinta Papua.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

HONOR 8A Kenyamanan Dalam Mendengarkan Musik

Bukan Sekedar Komunitas, Tapi Sudah Seperti Keluarga

Kopi Gading Cempaka, Kopi Asli Bengkulu Yang Berani Beda