Rabu, 26 Januari 2022

Sunnah Wudhu dan Doa Sesudah Wudhu

Selain sebagai syarat agar sholat dianggap sah, beberapa hal yang juga diwajibkan untuk berwudhu sebagai syarat ketika hendak melaksanakannya seperti thawaf, menyentuh dan membaca Al-Qur'an dan lain sebagainya. Dalam ilmu fiqih wudhu merupakan mensucikan atau menghilangkan hadast kecil. Begitu pula dengan berbagai ibadah lain, wudhu juga memiliki rukun wajib dan sunnah. Di artikel kali ini akan dibahas tentang sunnah wudhu dan doa sesudah wudhu yang perlu kita ketahui agar memberikan nilai lebih dalam berwudhu. Adapun tentang hukum sunnah yang berfungsi sebagai penyempurna ibadah tidak menentukan keabsahannya, maka ketika kita melakukannya kita akan mendapatkan pahala namun jika kita tidak melakukannya pun tidak apa-apa.

  •          Sunnah Wudhu

Disamping wudhu memiliki syarat dan rukun juga memiliki banyak hal yang sunnah untuk menyempurnakannya. Dikutip dari nu online, Syekh Abu Syuja 'Al - Asfahani menyebutkan ada 10 perkara sunnah yang dilakukan dalam berwudhu. Dalam kitabnya Matn Ghayah At-Taqrib beliau mengatakan ;

وسننه عشرة أشياء: التسمية وغسل الكفين قبل إدخالهما الإناء والمضمضة والاستنشاق ومسح الأذنين ظاهرهما وباطنهما بماء جديد وتخليل اللحية الكثة وتخليل أصابع اليدين والرجلين وتقديم اليمنى على اليسرى والطهارة ثلاثا ثلاثا

Artinya:

“Ada sepuluh sunah dalam berwudhu, yaitu membaca basmalah, membasuk kedua telapak tangan sebelum memasukannya ke dalam tempat air, berkumur, menghirup air ke dalam hidung, mengusap bagian luar dan dalam telinga dengan air yang baru, menyela-nyela rambut jenggot yang tebal, menyela-nyela jari-jari tangan dan kaki, mendahulukan anggota badan yang kanan dari yang kiri, tiga kali basuhan, dan berturut-turut.”

  •          Doa Sesudah Wudhu

Doa sesudah wudhu sebaiknya diucapkan ketika keluar dari tempat berwudhu, sambil menengadahkan tangan, menghadap kiblat dan dilakukan cukup dengan berdiri saja. Dikutip dari nu online, doa – doa sesudah wudhu yang disarikan dari karya Imam Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayah al-Zain, hal 34, adalah sebagai berikut :

أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِيْ مِنْ الْمُتَطَهِّرِينَ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ

“Asyhadu al lâ ilâha illaLlâh wahdahu lâ syarîka lah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasûluhu. Allahumma ij’alni minat tawwâbîna waj’alni minal mutathahhirîn. Subhânaka Allâhumma wa bihamdika asyhadu al lâ ilâha illa Anta astaghfiruka wa atûbu ilaik. Wa shallaLlâhu ‘ala sayyidina Muhammad wa `âli Muhammad.”

 “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku sebagian dari orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku sebagian dari orang yang suci. Maha suci engkau Ya Allah, dan dengan memuji-Mu. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Engkau, aku meminta ampunan pada-Mu, dan bertaubat pada-Mu. Semoga berkah rahmat Allah senantiasa terlimpahkan pada nabi Muhammad dan keluarganya.”

Kemudian, jika masih sempat atau tidak terburu-buru misalnya karena waktu sholat akan habis, atau ketika shalat jama’ah akan segera didirikan, maka sebaiknya dilanjutkan dengan membaca surat Al-Qadr 1,2 atau 3 x. setelah itu dilanjutkan dengan doa :

اللهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ وَوَسِّعْ فِيْ دَارِيْ وَبَارِكْ لِيْ فِيْ رِزْقِيْ وَلَا تَفْتِنِّيْ بِمَا زَوَيْتَ عَنِّيْ

Artinya :

“Ya Allah, ampunilah dosaku, lapangkanlah tempat tinggalku, berkahilah aku dalam rizki, dan jangan Engkau fitnah aku dengan halangan dari-Mu.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungan dan coret coret komentarnya ya ...