Senin, 13 Januari 2020

Menjaga Tulang Kuat dan Sehat


Tulang memiliki fungsi yang tidak bisa kita anggap remeh dan kesampingkan dalam menjaganya. Salah-salah bisa terkena osteoporosis loh, dimana osteoporosisi itu sendiri adalah kondisi dimana tulang lemah dan rapuh sehingga jika itu tidak dijaga dan diperhatikan dengan baik bisa mempengaruhi tentunya akan sangat mempengaruhi anak dalam hal berativitas. Eit, jangan salah loh, oteoporosisi sejauh ini yang kita ketahui dialami oleh orang yang sudah lanjurt usia, tetapi sudah ada sekarang ini diderita oleh anak yang masih berusia muda dan masih produktif-produktifnya. Jadi sayang banget kan kalau sampai hal itu terjadi ke anak-anak kita. 

Secara awam yang kita ketahui bahwa tulang adalah organ tubuh yang memiliki struktur keras dan kaku yang membentuk kerangka tubuh manusia akan tetapi nyatanya lagi hebatnya tulang adalah merupakan jaringan hidup yang dilengkapi dengan pembuluh darah, saraf dan sumsum. Bisa dikatakan tulang dinamis, bisa membesar dan mengecil, menebal dan minipis, bahkan akan menguat jika dibutuhkan dan terus berubah seiring stimulus dari lingkungan. Misalnya saja saat cedera patah, tulang akan dapat tumbuh kembali tanpa meninggalkan luka.  

Bahkan, beberapa tulang dapat menyatu dan membentuk tulang yang lebih kuat seperti halnya yang terjadi pada pertumbuhan bayi dimana bayi memiliki 300 tulang, sementara orang dewasa hanya memiliki 206 tulang. Tulang memberikan dukungan bagi otot serta melindungi organ-organ yang ada di dalam tubuh. 

Maka dari itu kita harus memperhatikan dan menjaga kesehatan tulang dengan baik. Yang paling utama kita perhatikan adalah asupan nutrisi yang baik untuk tulang yaitu kalsium dan vitamin D. Kalsium mampu membantu dalam mendukung struktur tulang dan gigi kalsium merupakan kandungan penting dalam pertumbuhan pada masa bayi, kanak-kanak hingga remaja. Sedangkan vitamin D mampu memaksimalkan penyerapan kalsium dan mendukung pertumbuhan tulang. Dengan tercukupinya nutrisi kalsium dan vitamin D, maka akan membantu dalam pencegahan osteoporosis tersebut. 

Selain memperhatikan makanan, olahraga bagi kesehatan tulang juga tidak bisa ditinggalkan. Pembentukan yang terjadi pada tulang berlangsung hingga 20 tahunan. Untuk usia 35 tahun keatas, seiring juga dengan proses penuaan, tulang pun akan mengalami kehilangan massa tulangnya. Namun jika aktivitas fisik yang berfokus pada olahraga yang berfokus pada penguatan otot dan olahraga dengan beban biasa dilakukan dengan rutin, kehilangan massa tulang bisa memungkinkan untuk diperlambat. 

Beberapa olahraga yang dapat dilakukan dalam menjaga tulang adalah berjalan, berlari, juga menari. Olahraga penguatan otot diperlukan untuk merangsang urat dan tulang agar menjadi semakin kuat. Memiliki dan menjaga tulang supaya kuat dan sehat tentunya juga akan membuat tubuh menjadi lebih nyaman serta bebas beraktivitas. Tidak hanya baik untu anak-anak juga tentulah baik untuk orang tua apalagi yang sudah usia lanjut. 


Rabu, 08 Januari 2020

Belum Haid Paska Melahirkan? Jangan Cemas Dulu Moms


Mama Muda apalagi ibu baru pasti bertanya-tanya dan harap-harap cemas nih kalau setelah melahirkan, haidnya masih belum datang-datang juga atau masih sudah hilang timbul beberapa bulan sekali. Ini biasanya jadi curhatan antar ibu-ibu muda nih. Sebenarnya sih curhatan saya dan teman-teman dekat saya juga sih. hehhe. 

Kalau rasanya belum haid, mikirnya nggak jauh-jauh dari pikiran apa ngisi lagi yah. Kalau ngisi lagi bukannya bermaksud tidak bersyukur cuma anak kan masih kecil. Belum juga satu tahun masa udah mau punya adik agi. Apa nggak krapatan nanti antar adek dan kakak ya. Pokoknya sekelebt pertanyaan khas ibu baru muncul. Mulai cari h chat teman, dan langsung cus curhat. 

Nah, demi memuaskan rasa penasaran tersebut kalau saya sih biasanya kalau nggak nanya sama teman yang sudah memiliki pengalaman lebih dulu atau bahkan kadang orang tua sendiri karena kalau mau nanya sama kakak kebetulan saya anak pertama hehehe

Dan ternyata eh ternyata ada jawaban ilmiahnya loh. Kenapa belum juga haid beberapa bulan pasca melahirkan. Simak yuk.

Menurut hasil penelitian yang sudah dilakukan WHO, wanita setelah melahirkan akan mengalami haid kembali dalam rentan waktu 4 hingga 10 bulan setelah melahirkan. Namun, tidak menutup kemungkinn ada juga yang mengalami menstruasi kembali setelah 15 - 18 bulan setelah melahirkan apalagi jika ibu tersebut memberikan ASI eksklusif, bisa saja menstruasi kembali lagi seteah 18 - 24 bulan melahirkan.

Kalau dari pengalaman pribadi saya, melahirkan anak pertama saya menstruasinya kembali setelah 10 bulan setelah melahirkan. Meskipun terkadang setelah itu haidnya masih belum teratur dan terkadang datang 2 bulan sekali. Awalnya saya juga penasaran, apakah hal ini wajar atau tidak namun setelah saya konsultasi dengan bidan dan sudah diperiksa, belum ada gejala kehamilan kembali. Kalau kata bidan itu hal wajar karena saya juga memberikan ASI ekslusif untuk anak.

Nah, jika sudah kembali normal haidnya itu tandanya ibu sudah memasuki masa subur. Dan jika masih ingin memberi jarak untuk kehamilan berikutnya boleh juga moms untuk mempersiapkan dan memilih kontrasepsi apa yang ingin dilakukan atau mungkin moms juga bisa memilih KB alami.

Jadi, masih penasaran kenapa haidnya belum datang kembali, moms? Bisa dikatakan intinya belum hai kembali setelah melahirkan bisa terjadi arena beberapa faktor. Pemberian ASI eksklusif dan  lamanya pemberian ASI eksklusif tersebut bisa menjadi salah satu faktornya atau juga dari segi kelelahan, keseimbangan hormon tiap-tiap wanita, atau mungkin baby blues. Jika moms masih penasaran dan ingin lebih paham, moms juga bisa berkonsultasi langsung dengan bidan atau dokter kepercayaan moms supaya semua menjadi lebih jelas dan semakin banyak pengetahuannya.

Saya sendirinya juga masih banyak yang ingin dipelajari sih moms. Ternyata banyak hal baru setelah menjadi seorang ibu ya moms. Semakin banyak kita mencari tahu baik dari artikel, teman ataupun dari kenalan yang sudah lebih memiliki pengalaman yang lebih semakin kita paham dan mampu menyikapinya dengan baik.


Rabu, 01 Januari 2020

Tahun Baru, Resolusi Baru



Yeaahhhh selamat datang 2020. Alhamdulillah yah masih diberi kesempatan untuk bertemu kembali dengan tahun yang baru lagi. Yang pastinya kita menyambut dengan suka cita dan penuh dengan harapan-harapan semoga kedepannya menjadi lebih baik lagi jauhhhh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Harapan, doa dan target pasti udah menggunung nih. 

Ada yang  resolusi 2020-nya bisa lebih kurus, tirus, nggak nimbun lemak lagi, traveling boyong keluarga besar,menunaikan ibadah menjadi lebih khusuk lagi, alhamdulillah juga kalau bisa sampai ke tanah suci. aamiin. Ketemu pasangan yang siap jadi jodoh terakhir terus diajak nikah (cieee), karir semakin sukses dan lain sebagainya.  

Kalau berbicara resolusi banyak banget ya yang ingin dicapai dan dikejar. Ibaratnya 1 buku masih kurang, nggak tahu deh usahanya udah setebel buku itu juga apa belum. Kalau saya sih masih usaha. Usahaaaa terussss hiihihi 

Berbicara resolusi biasanya hampir setiap orang ingin lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dong yah, Kalau bisa di list, resolusi 2020 ala-ala saya seperti ini nih : 

Traveling
Yap, traveling menjadi salah satu hal yang sangat saya idam-idamkan. Apalagi kalau traveling sama keluarga kecil. Syukur-syukur sih bisa boyong orang tua juga. Kalau belum bisa minimal keluarga kecil dulu deh. Bareng suami dan anak. Hei, pak suami, ajak traveling dong hehehe 

Semakin Cinta Blog 
Blog-ku tempat curhat, bertemu berbagai tulisan, belajar dan jalan rezeki ku hehehhe. Semoga kamu semakin aku sayang yah, semoga nggak malas-malasan lagi buat nyari ide buat ngorek-ngorek kamu meskipun tulisan ku masih banyakkk kurangnya. 

Renovasi Rumah 
Ini nih yang dari 3 tahun belakang masih belum jalan-jalan juga. Padahal mimpi-mimpi desain sudah numpuk buat direalisasikan. Semoga ada jalan ya. 

Usaha Lancar 
Selain karir pak suami lancar, bonus yang semoga juga mengalir, gaji yang juga nggak banyak potongan bergulir 😂 usahanya juga semoga lebih baik lagi. Usahanya yang penting berkembang dan tentunya halal dong ya. 

Dan rezeki-rezeki lainnya. 

Sebenarnya mau tahun baru atau bukan, resolusi dan hal-hal yang ingin dicapai itu selalu memenuhi list. Tinggal dari mana usaha dan seberapa niatnya buat meraih dan merealisasikan keinginan-keinginan tersebut. Yang pastinya, kita semua berharap semua akan lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya.