Selasa, 10 September 2019

Cara Jitu Bersahabat Dengan Anak


Pada tulisan blog saya sebelumnya saya sudah menjabarkan mengenai Positifnya Mendekatkan Diri Dengan Anak . Kedekatan dengan anak terjalin tidak hanya sekedar dari pertalian darah tetapi juga ada karena memang dibina dan memang sudah niat dari awal kita untuk menjadikan anak sebagai "sahabat" anak.

Apalagi kita hidup di zaman yang modern seperti saat ini. Belum lagi kita sebagai orang tua dihadapkan dengan kenyataan untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan yang bisa saja menuntut kita. Stres dan sibuk dengan pekerjaan serta karier kita menjadi salah satu alasan yang paling sering kita lontarkan baik itu untuk pembelaan atau memang begitulah adanya. 

Tidak ada kata yang salah dengan memperlakukan anak layaknya sahabat. Kita tahu sendiri bagaimana perlakuan kita dengan sahabat. Kita saling berbagi dalam suka dan duka, saling mendukung dan saling menguatkan bahkan hal yang kita rahasiakan dari orang lain bisa dengan sangat leluasa kita ceritakan kepada orang yang kita panggil sahabat tersebut. Itulah yang diharapkan terjalin antara orang tua dan anak. Bahkan kalau bisa bkan hanya sekedar sahabat saja yang hanya dekat karena perasaan dan emosi tetapi juga darahlah yang semakin lebih menguatkan. 

Semakin dekat kita dengan anak, maka semakin kuta juga emosi, pengertian dan kasih sayang yang akan kita curahkan satu dengan yang lainnya. 

Nah, langsung saja kali yah kita bahas cara jitu menjadi dan menjalin persahabatan dengan anak yaitu sebagai berikut : 

1.  Membagi waktu 

Waktu dan tuntutan pekerjaan sering menjadikan kita sibuk dengan dunia kita sendiri yang mengakibatkan kita tidak memiliki banyak waktu walapun hanya sekedar untuk sebentar mengajak anak-anak untuk bersenang-senang. Kita saja yang sudah besar masih sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang orang yang kita sayangi apalagi anak kita yang masih butuh kita dalam menghadapi masa depannya kelak. Nggak kebayangkan gimana kalau kita sedang ada masalah, kita hanya bisa menyelesaikannya sendiri tanpa ada bantuan dan pertolongan orang lain. Apalagi jika itu anak. Anak kita blum matang dan sudah kita bebankan dengan tugas yang seberat itu. 

Semakin banyak waktu kebersamaan yang kita luangkan untuk anak, itulah yang akan dijadikan anak sebagai kenangannya jika dia sudah besar kelak. Membangun momen kepercayaan, belajar cara mengungkapkan kasih sayang antara orang tua dan anak serta juga kita mampu memahami karakter anak sepenuhnya. 

2. Menerapkan Pola Asuh

Tidak bisa dipungkiri bahwa pola asuh menjadi salah satu penentu kedekatan antara anak dan orang tua. Terkadang jika orang tua terlalu ketat menerapkan pola asuh yang dominan otoriter apa lagi tanpa alasan yang benar-benar pasti, akan ada ketidak nyamanan yang akan dirasakan anak. Jika ketidak nyamanan itu tidak diperbaiki maka selamanya anak tidak akan mendekatkan diri dengan kita sebagai orang tuanya.

Akan lebih baik pola asuh selalu berimbang. Adakalanya tegas, demokratis dan memanjakan anak.

3. Paham Karakter Anak

Terkadang meskipun bersaudara, antar anak yang kesatu dan kedua atau bahkan seterusnya bisa memiliki karater yang berbeda-beda. Sebagai orang tua memahami dan hapal akan karakter anak adalah suatu keharusan yang tidak bisa dianggap remeh.

4. Menjadi Pendengar yang Baik

Tidak hanya orang tua yang selalu harus didengarkan pendapatnya akan tetapi orang tua  juga harus bisa memberikan perhatian dalam hal mendengarkan pedapat, curhatan anak apalagi jika dari curhatannya tersebut anak mengharapkan kita untuk bisa mmberikan masukan. Kita sebagai orang tua tentu harus bijak. Menghadapi anak yang masih kanak-kanak dengan menghadapai anak usia remaja tentulah akan berbeda.

5. Melibatkan Diri Dalam Dunia Anak

Layaknya seorang sahabat, tentunya akan adakalanya untuk dimengerti akan dunianya. Orang tua pun jika ingin menjadi sahabat anak tersebut tentulah harus paham akan hal itu. Menyelami dunia si kecil adalah hal positif yang bisa kita lakukan. Apalagi jika Menemani dan mendampingi anak dalam aktifitasnya seperti belajar, menonton dan bermain. Tentunya anak akan  merasa diperhatikan dan kehadiran orang tuanya tersebut menjadi salah satu kenangan yang akan selalu anak ingat dikemudian hari. Selain itu menghabiskan waktu bersama anak menjadi salah satu cara ber-quality time yang akan sangat bermanfaat.

Naluariah dan sifat alami dari setiap manusia begitupun juga anak akan sangat membutuhkan yang namanya sahabat dalam kehidupannya. Kita saja sebagai orang tua pasti memiliki sahabat yang dekat, tempat berbagi dan berceriata. Anakpun juga sama. Menumbuhkan rasa percaya, kebersamaan, kepedulian dan hubungan yang erat antar anak dan orang tua sangat mempengaruhi hubungan antar anak dan orang tua tersebut.

Kesejajaran antar anak dan orang tua tentunya membuat perasaan anak menjadi dihormati. Tentunya tidak melupakan antar kodrat dan tugas masing-masing. Anak tetap harus selalu menghormati dan menghargai orang tua pada umumnya. Intiya kita bisa saling menempatkan diri sesuai posisi dan porsi. Baik itu ebagai anak ataupun orang tua      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungan dan coret coret komentarnya ya ...