Jumat, 28 Juni 2019

Simple Bagi Kita, Besar Pengaruhnya Bagi Mereka


Seiring berkembangnya anak, banyak hal juga yang harus lebih dahulu kita antisipasi.  Orang tua mana yang tidak senang jika melihat anaknya aktif dan cerdas. Terlebih lagi jika perkembangan anak tidak mengalami kendala yang berarti. Sebagai orang tua jeas inilah tugas utama kita, apalagi jika kita adalah seorang ibu. Katanya, ibu adalah tempat pertama anak dalam mendapatkan pendidikan. Ya jelas. Karena anak-anak sebagian besar waktunya jika maih balita adalah ditemani oleh ibunya. 

Mencetak generasi unggul adalah tugas utama seorang ibu disamping memperhatikan kesehatan fisik dan nutrisi yang dikonsumsinya. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mendukung dengan baik perkembangan anak. Anak usia balita adalah usia dimana dia sudah mulai mengekplorasi dirinya. Apalgi jika anak sudah mulai brjalan. Memasukkan apa saja yang dilihatnya ke dalam mulut adalah hal yang sering kita temui, tanpa terkecuali anak kita. 

Dalam mencetak anak supaya tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai usianya adalah dengan cara memberikan keleluasaan kepada anak itu sendiri dalam mencari hal yang ingin dia ketahui. Tugas kita adlaha mendampingi dan mengawasinya jika saja yang dilakukannya adalah hal yang bisa membahayakan dirinya. 

Menanamkan nilai-nilai positif kepada anak mampu memberikan pengaruh yang sangat besar kepadaanak itu sendiri. Hal yang sangat berpengaruh dalam bagaiana anak dapat menjalani masa depannya disuatu hari nanti dengan ataupun tanpa kita mendampingi. Dengan bekal tersebut besar harapannya jika kita mampu membuat anak menjadi anak yang mandiri dan mampu bertanggung jawab. Tanggung jawab pun sudah mulai bisa kita kenalkan sejak usia dini. 

Nah, penanaman nilai-nilai positif tersebut seperti : 
Mulai mengajarkan anak tentang ibadah. 
Agama merupakan dasar dalam pembentukan anak. Anak yang memiliki akhlak yang mulia in sya allah mampu membawa dirinya kepada hal-hal yang baik kepada. Mendekatkan dirinya kepad Tuhan adalah cara yang paling dasar dalam membentuk anak. Dalam islam, sudah banyak yang bisa kita ajarkan kepada anak sejak usia dini. Seperti membaca doa sebelum makan, mengucapkan syukur alhamdulillah setelah makan, mngucapkan salam dan lain sebagainya. 

Mendorong anak supaya menjadi anak yang pemberani
Berani dalam arti disini adalah bukan berarti anak tidak dikenalkan dengan yang namanya rasa takut loh Moms. Tetapi lebih kepada mengarahkan anak supaya anak memberanikan diri dalam mengekplorasi dirinya akan sesuatu yang membuat dia tertarik. Diharapkan juga sang anak mampu bertahan dalam menghadapi masa depan nantinya. 

Mendorong Kreatifitas sang anak 
Secara sadar, anak memiliki imajinasinya sendiri yang bisa saja diekspresikannya lewat kreatifitas yang mungkin bagi kita orang dewasa adalah suatu hal yang biasa. Dukung itu karena itu adalah salah satu kunci agar anak menjadi anak yang cerdas kemudian kelak. 

Ajarkan anak apa itu rasa peduli 
Mengajarkan anak tentang rasa peduli adalah salah satu hal yang tidak bisa disepelehkan Moms. Ini bisa berpengaruh terhadap nilai sosial yang dimiliki anak nantinya. Adanya rasa empati yang dimiliki anak membuat anak bisa diajak bekerjasama dalam berbagi dan memahami perasaan orang lain. Apalagi jika anak sudah mulai bergaul dengan teman sebayanya. Berpengaruh juga dalam meminimalisir keributan antar anak dalam misalnya memperebutkan mainan. Dan diharapkan juga anak tidak menjadi anak yang egois dan keras kepala dan maunya semau sendiri. 

Tumbuhkan rasa seorang pemimpin 
Menumbuhkan sosok pemimpin didalam diri anak bisa dikatakan bisa menumbuhkan rasa percaya diri yang juga berpengaruh terhadap dunia sosialnya. Memiliki rasa percaya diri yang tinggi juga tidak baik. Dengan adanya jiwa pemimpin, anak diharapkan mampu mengontrol dan menjadi seseorang yang mandiri dan memberikan pengaruh yang baik dalam dunia sepermainanya. 

Jangan memanjakan anak 
Kalau soal ini, sepertinya hampir setiap orang tua selalu memanjakan anaknya ya termasuk saya moms. Tapi jangan sampai kebablasan. Ini bisa menjadi salah satu hal yang mempengaruhi anak nantinya moms.

Tanpa kita sadari ternyata banyak hal yang masih kita perhatikan lagi ya moms. Terlepas dari bagaimana cara kita mengasuh atau pun pola asuh yang diterapkan oleh tiap-tiap orang tua yang berbeda-beda. Sebenarnya yang ingin kita berikan dan selalu ingin kita berikan kepada anak adalah yang terbaik dari kita. Tentu saja mana ada sih moms orang tua yang tidak sayang ataupun tidak perduli akan anaknya. Namun caranya masih banyak yang perlu kita pelajari.

Oke moms. Sekian dulu sharing lewat tulisn ini. Bukan menggurui tapi hanya berbagi pengalaman. Kalau moms atau ayah-ayah sekalian bagaimana nih? Selamat berbagi. Berbagi itu indah dan menyenangkan ya moms. 

Senin, 03 Juni 2019

Perkembangan Anak Menginjak 1 Tahun Ke Atas


Duhhh, kalau sudah berbicara tentang anak rasanya saya jadi semangat buat berbagi dan menulis nih moms. Apalagi kalau ini sesuai dengan usia anak dan pengalaman yang saya alami sendiri. Masih ingat dengan jelas saya bagaimana perjalanan anak saya menginjak usia satu tahun. Mulai dia sudah bisa berjalan sendiri dan bahkan bagi saya yang seorang ibu baru nan lebay ini melihat dengan sendirinya setiap detik perubahan perkembangan yang meskipun simple berasa seakan kejatuhan doorprize. Lebay ya moms. Tapi memang begitulah yang saya alami moms. 

Tentunya, semakin kesini kita selaku orang tua tetap harus selalu mengawasi ya moms. Apalagi si anak sudah bisa berjalan sendiri. Siap-siap merelakan rumah tak seindah dulu dan asingkan dulu deh barang-barang yang imut-imut untuk mempercantik rumah demi keleluasaan anak yang rasa ingin tahunya tinggi itu namun bisa menghancurkan dan membuat kita geleng-geleng kepala karena dia yang sudah bisa meraihnya sendiri. 

Dilema sang ibu yang lebay ini pun bergejolak. Apalagi saat merayakan ulang tahun pertama anak. Didalam hati 'Duhhhh nak, nggak berasa udah setahun. Jangan cepat besar ya nak. Biar bisa terus diunyel-unyel'. Nah, gimana bisa anak nggak tumbuh ya moms. hehehe . Seolah-olah diumur anak yang segitu si anak udah bisa keluar bermain sendiri sama teman sebaya nya ya moms kayak kids jaman now

Dalam mempersiapkan hal-hal yang lebih besar lagi untuk anak, kita pun selaku orang tua haruslah yang lebih dahulu paham bagaimana menghadapi dan mendidik anak sehari-hari Karena pendidikan yang pertama didapatkan oleh anak adalah dari orang tua dan kita selaku ibu adalah orang yang pertama kali sekaligus orang yang selalu menemaninya setiap hari. 

Nah, beberapa hal yang perlu kita perhatikan nih moms tentang perkembangan anak menginjak 1 tahun: 

Mengenal dan Memenuhi Asupan Makanan Sehat Bergizi Untuk Anak
Anak menginjak usia 1 tahunan ini masih membutuhkan ASI namun sudah mulai dikenalkan dengan MPASI sejak umur 6 bulan. Pemenuhan MPASI itu sendiri dengan memberikan makanan bergizi  yang tentunya dapat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Apalagi kita tahu sendiri anak menginjak usia 1 tahunan ini mulai aktif jadi butuh tenaga untuk kebutuhan sehari-harinya. Anak usia 1 tahun ini memerlukan setidaknya 1000 kalori perhari, protein 24 gr, kalsium 500 mg, serta zat besi 8 mg. Jangan lupa juga atur pola makannya ya moms. Biasa ana usia ini makan 3 atau bisa 4 kali dala sehari dengan porsi makan yang diberikan 1 magkuk berukuran 175ml atau sampai 250 ml. 

Stimulus Melalui Permainan Edukasi Bagi Anak Usia 1 Tahun
Hal ini juga tidak bisa kita lupakan ya moms. Stimulus yang baik mampu meningkatkan perkembangan otak pada anak dan memberikan pengaruh untuk tumbuh kembang anak supaya  bisa berkembang secara optimal. Anak yang kurang atau bahkan tidak diberikan stimulus akan tentunya akan sangat berbeda. Anak yang dibri stimulus akan cepat berkembang dibanding anak seusianya. 

Yang bisa kita lakukan adalah memberikan mainan-mainan yang sesuai dalam menstumulus hal tersebut seperti memberikan mainan yang mengeluarkan suara, yang bisa anak pegang, bola yang bisa ditendang ataupun dilemparnya dan mainan yang bisa ditarik ataupun didorong anak. Bisa juga kita gunakan alat rumah tangga yang kita gunakan sehari-hari dirumah. Ajarkan juga anak dengan mengenalkannya dengan  buku bergambar atau bahkan anak kita berikan kertas dan pensil/pensil warna untuk dia mencoret-coret dan bahkan jika anak sampai merobek kertas pun itu bisa menjadi salah satu stimulus yang baik. Jangan pernah takut salah moms. Asalkan itu tidak membahayakan anak. 

Perkembangan Fisik 
Tentunya kita semua tahu ya moms tahap perkembangan anak-anak itu berbeda karena setiap anak istimewa. Mereka memiliki keunikan dan kecerdasan yang tidak bisa kita sama ratakan dengan anak seusianya yang lain. Jika biasanya anak usia 1 tahunan ini berat badannya bisa mencapai 7 - 10 kg dan tinggi badannya berkisar 70 - 78 cm dan anak moms belum mencapai itu bukan berarti anak kiat kekurangan gizi ya moms. Karena sejatinya, anak yang tumbuh sehat, lincah dan periang adalah impian semua ibu. Betul kan moms. Ini hanya sebagai penambah wawasan bukan sebagai pembanding antar kita ya moms. 

Perkembangan Kognitif, Emosi, Bahasa, Sensorik dan Motorik Anak 
Melalui segi kognitif kita bisa melihat kemampuan anak dalam hal mengingat, belajar serta mengingat perilaku orang-orang yang ada disekitarnya. Anak sudah bisa meniru, mengenal beberapa benda, dan bermain pura-pura. Terus lakukan interaksi dengan anak secara langsung ya moms. Bisa juga dengan mengenalkan gambar-gambar dan memberitahunya bahwa digambar otu ada apa misalnya gambar hewan, tumbuhan ataupun yang lainnya. Kita saling memulai dari hal sederhana ya moms. 

Dari segi emosi nih yang sering sekali kita temukan contonya adalah anak yang tidak bisa kita tinggal. Kalau terlihat olehnya kita akan pergi maka dialah orang yang pertama ingin ikut bahkan mengejar kita. Interaksi yang bagus adalah mealui pelukan. Setiap orang pasti ingin selalu dipeluk oleh orang yang dia sayang begitu juga yang dirasakan anak. Melalui pelukan anak akan merasa nyaman, aman dan tentram serta merasa dekat dengan kita selaku orang tuanya. Tak jarang juga anak kita melakukan tindakan lucu yang membuat dirinya semakin lucu didepan kita. Atau bahkan jika dia tidak suka akan sesuatu dia akan berkespresi layaknya orang yang marah dan juga akan mengamuk. Yang sering juga kita temui anak belum ingin berbagi dengan temannya bahkan kita sering menemukan anak kita berebut mainan dengan  anak seusianya. 

Semakin bertambahnya usia anak biasanya dari usia 15-18 bulanan anak sudah bisa memahami bahasa tunggal, mengenal benda/mainan yang sering ditemuinya. Bahkan ada juga anak yang sudah bisa mengucapkan beberapa kata tanpa salah pengucapannya. Anak pun jika sudah kita ajari mengenai anggota tubuhnya dia akan paham dan tahu itu dibagian mana jika kita tanyakan kembali. Megajak anak berbica adalah hal yang sangat perlu dilakukan nih moms. Meskipun anak masih belum bisa merespon sepenuhnya. Tataplah mata anak danbercerilah dengannya. 

Kemampuan motorik adalah kemampuan dimana anak sudah mampu untuk menggerakkan bagian-bagian tubuhnya. Yang ditandai dengan berjalan. Kemudian jika sudah lancar berjalan dia akan berlari, melompat. Ditandai juga berkembangnya anak adalah anak sudah bisa makan sendiri/ memegang sendoknya sendiri meskipun belum sempurna dan masih berantakan. Oh iya anak juga sudah bisa membolak-balik halaman buku yang dipegangnya loh moms. 

Waaawww. Ternyata sebegitu mengagumkan dan mendebarkan setiap melalui hari-hari perkembangan anak ya moms. Yang pastinya sangat menyenangkan bagi kita saat menghabiskan waktu seharian bermain bersama anak. Lelah mengerjakan pekerjaan seharian langsung terbayarkan lunas hanya dengan melihat senyum ceria sang anak. Semangat menjadi orang tua yang semakin baik ya moms dan ayah.