Rabu, 23 Mei 2018

Dua Objek Wisata Bengkulu Masuk Nominasi API


Rumah Bung Karno, yang masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) tahun 2018. (foto: Ist)

Tak henti-hentinya Bengkulu membuat kita bangga. Hal ini terbukti dengan kembalinya Bengkulu masuk nominasi pada ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018 yang merupakan rangkaian kegiatan tahunan yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Kali ini Bengkulu masuk dalam nominasi dua kategori yaitu Wisata Olahraga dan Petualangan Terpopular, Bukit Kandis dan Situs Wisata Sejarah Terpopular, Rumah Bung Karno. 

Pada tahun sebelumnya, Bengkulu juga sempat masuk 2 kategori nominasi yaitu Minuman Tradisional Terpopular, Teh Oolong dan Tempat Berselancar Terpopular, Teluk Sepang. Meskipun sayang disayang kita berpuas hati karena kalah vote dari daerah-daerah lain.

"Kita jangan sampai kehilangan momentum. Ini saatnya pemanasan menuju Visit 2020 Wonderful Bengkulu," tegas Plt Gubernur Bengkulu, 23/5.

Tambah Rohidin, kita harus mengapresiasi dan bersyukur, Bengkulu kembali masuk jadi nominasi. Ini artinya bahwa Bengkulu memang layak dipromosikan secara nasional jika dilihat dari aspek sejarah dan kekayaan alamnya. Untuk itu mari kita jaga bersama-sama. Viralkan bersama-sama. Ini jadi tangungjawab bersama baik pemerintah maupun masyarakat.

Rohidin juga tidak lupa mengajak komunitas-komunitas dan aktivis Media Sosial di provinsi Bengkulu untuk ikut berperan aktif dalam memviralkan objek wisata Bengkulu, terkhususnya 2 objek wisata yang kembali masuk nominasi pada tahun ini. 

Bukit Kandis, objek wisata yang ada di kecamatan Karang Tinggi Bengkulu Tengah ini, merupakan salah satu spot favorit Panjat Tebing di Bengkulu.

Tentunya dengan adanya momentum API ini akan sangat membantu dalam mendorong peran serta berbagai pihak untuk lebih berusaha lagi dalam mempromosikan pariwisata di daerahnya masing-masing tanpa terkecuali. 

Namun, tidak dapat dipungkiri ini juga menjadi PR bagi kita semua tidak hanya pemerintah daerah tetapi masyarakat pun harus mendukung penuh dan ikut berperan aktif supaya Bengkulu dikenal potensi keberagaman wisatanya yang tidak kalah dari daerah-daerah lain. 

Senin, 21 Mei 2018

ASI Eksklusif Untuk Si Kecil



"Sayang, jangan berisik dulu yah. Acaranya mau dimulai".
"Panas yah sayang, yah"
"Dek, liat itu. Itu apa yah" 
Beginilah kira-kira percakapan emak emak nenangin anak bayi 4 bulan yang masih belum bisa merespon atau bahkan jawab langsung (wah gawat kalau beneran kejadian heheheh) waktu ngajak di adek ikut kegiatan.

Jadilah mondar-mandir kayak setrikaan demi memberikan kenyamanan yang hakiki buat si bayi unyuk-unyuk ini 😆😆. Kadang kitanya ajak duduk salah, diajak tegak mulu kan pegal yak, digendong kain masih grasak grusuk. Bosan kali yak berjam-jam diunyel-unyel mulu. Itulah kira-kira sepenggal keriwehan waktu ngajak si adek di Kopdar Perdana BLORAF (Blogger Rafflesia) sabtu lalu. 

Sebenarnya bukan tidak mempertimbangkan bagaimana nanti jadinya ngajak si bayi unyuk ini ngumpul. Gimana keadaan disananya. Nyaman tidaknya untuk si adek. Jauh dari asap rokok. Oh tidak mungkin. Emak-emak satu ini sudah jadi kayak orang plin plan setiap kali kalau harus ngajak adek keluar. Sebentar-bentar bilang kayaknya adek nggak usah di ajak deh yah. Kasian. 

Ehh belum kering tuh lidah bilang kayak begono si emak-emak satu ini udah berubah lagi. Kalau adek nggak diajak nanti kalau adek lapar gimana? Kita kan pasti lama. Maklumkan yah. Si adek masih ASI. Niat saya dan suami dari awal memang memberikan ASI eksklusif untuk adek. Begitulah sampai berulang-ulang mikirnya. Lama dan banyak pertimbangan. Sampai dikeputusan, yah udah lah adek ikut aja. Nanti kan sampai sore. Dan kebetulan juga sudah jadi rutinitas kalau malam minggu itu jadwalnya ngajak si adek nginap di rumah Mbahnya. Nanti yang ada kalau ditinggal malah emaknya lebih nggak konsen lagi. 


Mungkin bisa saja saat itu saya sendiri yang nggak usah ikut. Berhubung saya sudah mengisi formulir untuk datang ketika Kopdar Perdana BLORAF tersebut dan saya merasa sudah jadi hutang pribadi saya untuk datang pada saat itu. Itu sebuah komitmen yang bisa saya berikan bahwa saya juga ingin bergabung dan serius masuk dalam komunitas kece satu ini 😆😍😘

Yah meskipun ujung-ujungnya kita kagak konsen dan mengikuti sampai selesai acaranya sih. Karena si adek udah keburu bosan tingkat tinggi minta suasana baru. Jadilah berdua ngeloyor keluar, izinpun udah nggak lagi saking frustasi emaknya liat si adek grasak-grusuk. 

Sebenarnya, si adek bukan tipe anak yang rewel cuma yah itu, bayi satu ini mudah banget bosan. Jadi yah terkadang emaknya ini harus gesit ngeluarin kekuatan inovasi ide-ide baru supaya bosannya adek berubah jadi anteng lagi. 

Yah, beginilah salah satu kisah emak-emaak pejuang ASI yang pengen selalu eksis. Akan tetapi eksisnya bukan yang dalam arti membuang-buang waktu dengan hal yang tidak berguna. Belajar menjadi ibu bijak, bertanggung jawab, gesit, cakap, terampil dan pandai membaca situasi memanglah menjadi suatu keharusan. Bisa berkarir, bersosialisasi dan menjaga anak dengan kadar yang seimbang tentulah tidak gampang dan bisa jadi membutuhkan waktu. Karena semua memang butuh proses. Tapi percayalah seiring berjalannya waktu, semua akan berjalan seimbang.