Sabtu, 30 September 2017

Kopi Gading Cempaka, Kopi Asli Bengkulu Yang Berani Beda




Memiliki wilayah yang luas dan memiliki kesuburan yang cukup membuat masyarakat Bengkulu mampu mengembangkan diri mengelolah wilayah tanah kosong mereka menjadi wilayah perkebunan yang menghasilkan dan mampu menunjang ekonomi mereka. Dengan memanfaatkan hal tersebut, mayoritas penduduk asli Bengkulu memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan berkebun. Baik itu berkebun sawit, karet maupun kopi.

Saat ini, provinsi Bengkulu baru menempati posisi ketiga dari 5 daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia. Bengkulu mampu menghasilkan 88.861 ton tiap tahun. Selain itu, Bengkulu merupakan daerah segi tiga emas penghasil Robusta terbesar ketiga di pulau Sumatera setelah Sumatera Selatan dan Lampung.

Namun dibalik anugerah dan kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita, masih ada beberapa hal yang kita sayangkan. Pemanfaatan dan pengolahan dibidang pertanian maupun perkebunan di daerah Bengkulu masih terbilang melalui sitem manual dan tradisional/ al inilah yang menjadi salah satu penyebab hasil produktifitas masih terbilang kecil dan belum memuaskan bahkan belum mampu mensejahterahkan masyarakat yang menggantungkan hidupnya dengan berkebun. Selain itu, kopi Bengkulu masih terbilang kurang dikenal bahkan oleh masyarakatnya sendiri.

Bagi penikmat kopi harus kita syukuri Bengkulu merupakan salah satu daerah yang memiliki kopi yang mempunyai cita rasa tersendiri. Tak dapat dipungkiri pula, kopi robusta Bengkulu memiliki cita rasa yang berbeda dengan kopi robusta lainnya. Hal inilah yang ingin dibuktikan oleh Kopi Gading Cempaka, berasal dari kopi robusta asli dari tanah Bengkulu.

Setelah mencoba Kopi Gading Cempaka ini, saya memang merasakan cita rasa yang berbeda dengan kopi-kopi lainnya yang pernah saya minum sebelumnya. Begitupun tanggapan orang-orang yang sudah saya coba suguhkan. Keluarga saya juga merasakan hal yang sama. Selain harum dan gurih Kopi Gading Cempaka ini juga terasa nyaman diperut ketika diminum.

Tentu saja selain rasa yang membuat kita menjadi ingin selalu meminumnya, kenyamanan setelah diminumpun patut menjadi aasan bagi kita untuk selalu mengkonsumsi sebuah kopi dan hal inilah yang coba diberikan oleh Kopi Gading Cempaka asli produk masyarakat Bengkulu.

Supaya kita lebih kenal lagi dengan Kopi Gading Cempaka ini, berikut sedikit ulasannya.


Kopi Gading Cempaka, Kopi Premiumnya Bengkulu


"Kopi Robusta boleh ada dimana-mana. Tapi soal kenikmatan rasa, kopi robusta Bengkulu berani beda. Buah kopi robusta kami, lahir dari proses panjang tradisi perawatan yang sudah turun temurun. Karena itu, rasakan sensasi kopi robusta Bengkulu."

Kopi Gading Cempaka memiliki silsilah tutur panjang walaupun namanya belum pernah tercatat dalam 'buku sejarah' perkopian Bengkulu bahkan Indonesia. Maklum, sejarah peradaban kita lebih dikenal dengan budaya tutur mulut ke mulut daripada budaya literasi. Kita kalah dengan Jepang kalau soal 'catat-mencatat'. Untuk itu, kami berkewajiban saat ini menjelaskan secara singkat dan padat apa yang masih tersimpan dalam ingatan para orang tua kita yang masih hidup.

Dahulu kala, hidup seorang petani kopi sekaligus 'toke' atau pengepul kopi di sebuah dusun tua yang belakangan diberi nama Desa Aur Gading. Desa ini masuk wilayah administrasi Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu.


Dimulai dari nama, Kopi Gading Cempaka tampil dari sebuah filosofi lokal yang mengakar pada masa dahulu kala, diangkat kembali kepermukaan untuk mengabadikan sejarah leluhur. Masih ingat dengan kisah perempuan cantik Putri Gading Cempaka?

Putri Gading Cempaka merupakan putri bungsu dari Raja Ratu Agung (pendiri sekaligus Raja pertama Kerajaan Sungai Serut). Seorang putri cantik rupawan dari titisan Kerajaan Majapahit. Bukan hanya perawakannya yang mempesona, putri gading juga memiliki kecerdasan yang rupawan.

Wajar, jika pangeran dari Aceh tergila-gila padanya. Hingga terjadilah perang dahsyat antara kerajaan Bengkulu dengan pasukan pangeran Aceh lantaran pinangan ditolak oleh Putri Gading Cempaka.

Kecantikan Putri Gading Cempaka dalam konteks saat ini --Kopi Gading Cempaka-- gambaran soal kopi Bengkulu. Kopi Bengkulu hanya butuh sentuhan 'branding' agar bisa dilirik, diminati, dan dicintai seperti daerah-daerah di Indonesia.

Walaupun Bengkulu merupakan penghasil kopi Robusta mayoritas, kopi Arabika juga mulai banyak diminati oleh petani. Sehingga, Arabika sudah mulai dikembangkan secara pelan-pelan. Selain harganya yang lumayan mahal, secara rasa, kopi Arabika Bengkulu diyakini mampu beri rasa berbeda dengan daerah lain.

Kopi Gading Cempaka menyediakan Kopi Premium. Kata Premium adalah merupakan manivestasi kecantikan dan kecerdasan dari sosok Putri Gading Cempaka. Sehinga dapat dibayangkan soal cita rasanya. Dijamin tidak akan berpaling.

Bengkulu dengan potensi kopinya yang besar dan berpeluang menjadi penghasil kopi Rabusta terbesar di Indonesia, diharapkan mampu menghidupkan perekonomian mulai dari hulu ke hilir. Sehingga semua masyarakat Bengkulu dapat menikmati kopi tiap hari tampa perasaan tertekan dan diburu-buru hutang.

Nama desa Aur Gading dan Kopi Gading Cempaka sekilas sama karena mengandung satu kata sama. Namun berbedah jauh dari muasal sejarah nama desa tersebut. Aur berarti Bambu, Gading merupakan Kuning. Jadi Bambu Kuning yang dulu tumbuh subur di perkampungan. Walaupun saat ini sudah tidak ada lagi jejaknya.


'Kopi Gading Cempaka' penjajah menyebutnya adalah kopi candu. Bisa mematahkan alusinasi jadi kegirangan dan sumber kekuatan serta kebahagiaan.

Kopi Gading Cempaka menyediakan dua produk utama baik berupa 'roasted beans' ataupun 'ground coffee beans' dengan harga yang tidak menguras dompet [ada harga, ada kualitas]:

ROBUSTA PREMIUM
Isi 200 gram = 30.000*

ARABIKA PREMIUM
Isi 100 gram = 20.000*

*untuk harga Reseller or Dropshipper hubungi kontak di bawah 👇

Cara pemesanan sebagaimana berikut ini:

Online:
- WA 08117321511/ 081995850700
- Twitter @kopigadingID
- Fanpage Kopi Gading Cempaka
- IG @kopigadingcempaka

COD di studio Radio B-One FM Kota Bengkulu- Jalan S. Parman No. 117 Padang Jati Ratu Samban Kota Bengkulu.


17 komentar:

  1. wahhh ternyata ada cerita dan sejarah ya dibalik nama Kopi Gading Cempaka

    BalasHapus
  2. Ngomongin kopi, jadi ingat filosofi kopi.

    BalasHapus
  3. Sejarah pemilihan nama kopinya aja udah panjang ya mbak, mewakili kualitas rasanya yang ga meragukan lagi.. ^^

    BalasHapus
  4. Baru tahu tentang kopi cempaka ini pas lebaran dapat oleh2 dari Bengkulu kopi kata suami yang doyan emang enak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya. Salah satu oleh-oleh yang nggak bleh ketinggalan ini yah 😁😁

      Hapus
  5. wahh,, belum pernah cobain. Jadi penasaran sama rasanya..

    BalasHapus
  6. wahhhh kemasan produk baru yang baru saya dengar, boleh dicoba nih kapan kapan kalo ke bengkulu :v

    BalasHapus
  7. waaah bikin candu.. mungkin sangking enaknya kali ya :D

    BalasHapus
  8. mau lagi dunk kopinya, yg kemaren dah habis hahaha

    BalasHapus

Terimakasih atas kunjungan dan coret coret komentarnya ya ...