Minggu, 06 Agustus 2017

Mereka Aku Panggil Sahabat




Sebagai makhluk sosial kita tidak bisa hidup sendiri. Ada saatnya kita ingin sendiri dan membutuhkan sesorang. Entah itu pasangan atau bahkan teman dekat.

Memiliki orang yang selalu berada disamping kita memberikan sebuah kenyamanan tersendiri. Tempat berbagi suka, duka bahkan bisa membuat kita menjadi diri kita apa adanya.

Berbagi hal-hal yang tidak bisa kita lakukan kepada sembarang orang dapat kita lakukan dengan mereka. Mungkin sebagian orang sahabat mereka adalah ibu. Namun, terkadang kalau bagi saya sendiri masih merasa ada yang kurang ketika berbagi dan bercerita tentang apa masalah kita, keresahan ataupun sekedar hal gila yang kita alami kepada ibu.

Namun akan terasa leluasa ketika kita berbagi kepada teman sebaya yang sudah memberikan kenyamanan dan sudah cukup mengerti bagaimana kita sehari-hari.

Bagi saya sendiri memiliki mereka sebagai sahabat bermula dari SMA. Zaman-zaman ABG yang mulai belajar pakai bedak dan centil-centil sama cowok hihihihi.. Bahkan pernah ada teman cewek sekelas yang nggak pernah tinggal bedak sama kaca didalam tas. Mungkin lebih berharga bedak sama kaca dibanding pena kali yah😂😂

Bahkan ketika kami lulus SMA dan mulai memilih masuk Universitas, pilihan kami tidaklah sama. Namun yah itu tadi. Kenyamanan mengalahkan perbedaan.

Rasa syukur saya tidak pernah hilang karena memiliki mereka disamping saya. Meski tak selamanya bisa bersama dan adakalanya tidak semua hal bisa kita bagi ke mereka. Sebagai sahabat mereka memahami dan tahu betul harus bagaimana mereka menyikapi kita. marah dan kesal pernah ada. Tetapi, sebagai sahabat kami akan mencair sendiri dan mencoba menyelesaikannya seperti sediakala lagi.

Bukan menjadi sosok yang sok dewasa dan mampu memberikan solusi untuk setiap masalah yang kita hadapi. Cukup mereka mendengarkan dan mendukung justru terkadang jauh lebih berharga dari hanya sekedar kata-kata manis menyenangkan semata.


Kita bersahabat bukan dari harta, tahtah apa lagi fisik. Kita bersahabat murni dari hati. Maaf jika masih banyak salah dan kadang tidak mengerti kalian. Aku berharap kemarin, hari ini dan selamanya kita menjadi sahabat. Meski kita sudah berkeluarga dan sudah memiliki kehidupan lain suatu hari nanti kita akan selalu mengingat dan merasa saling memiliki.

Jika tua nanti kita telah hidup masing-masing ingatlah hari ini.

Kamis, 03 Agustus 2017

Bukan Sekedar Komunitas, Tapi Sudah Seperti Keluarga


Salah satu keseruan blogger Bengkulu dalam #puncakmilad1bloggerBengkulu 
ungayossydotcom - Minggu, 30 agustus 2017 menjadi salah satu hari yang sudah di tunggu - tunggu, khususnya bagi kami keluarga besar Bobe.

Bagaimana tidak, tepat pada hari itu kami merayakan Milad Bobe (Blogger Bengkulu) yang pertama. Suasana antusias, meriah namun sederhana, penuh canda tawa, keakraban dan kehebohan tidak luput sehingga semakin membuat kami bersuka cita di dalamnya.

Menjadi salah satu anggota keluarga dari Bobe membuat saya pribadi semakin memperluas wawasan. Banyak hal - hal yang belum pernah saya temui dan coba, saya ingin coba belajar disini. Semua merangkul dan tetap solid.

Baca juga : Mendalami Makna dan Harapan Milad Pertama Blogger Bengkulu (BoBe)

Saling memberi semangat dan pelajaran - pelajaran yang bisa kami petik demi kemajuan bersama. Saya pribadi, merupakan pendatang baru dalam dunia tulis menulis ini.

Nah, bukan hanya kekeluargaan yang penuh kegembiraan saja yang terlihat tetapi acara yang diusung oleh tim - tim panitia juga lebih menghebohkan lagi loh. Tamu - tamunya pun nggak tanggung - tanggung dari pejabat bengkulu serta para sponsor yang gak mau kalah unjuk gigi dalam mensukseskan Milad Bobe ke 1 ini.

Gak ketinggalan sponsor yang utama adalah sih empunya cafe yang bersedia dijadikan lokasi acara Milad ke 1 - nya Bobe yaitu Villco Bengkulu yang berada di Jalan Pariwisata Pantai Panjang Bengkulu.
Tidak hanya Villco loh yang jadi sponsor kali ini. Ada Shope Paris, Sallacce Coffee dan beberapa sponsor lainnya.
Meskipun rencana awalnya bapak PLT gubernur Bengkulu sendiri yang akan langsung menjadi tamu kehormatan, namun dikarenakan beliau berhalangan hadir dan tidak ingin membuat kecewa anggota Bobe, beliau mengamanatkan kepada Pak Eddy Prawisnu selaku Kadis Kominfotik untuk ikut mensukseskan acara milad Bobe tersebut.

Dimulai dari kata sambutan - sambutan acara , tiba juga acara puncak dimana Bapak Eddy dan Mak Bobe (Mbak Mildaini) memotong tumpeng. Berharap semoga Bobe semakin menjadi komunitas yang positif dan bisa bekerjasama dengan berbagai pihak.

Nah ini foto pak edi bersama Mak Bobe yang antusias menerima secara simbolis seragam kece Blogger Bengkulu.

Selain itu gak ketinggalan juga penganugerahan penghargaan bagi anggota Bobe yang berpretasi. Ini nih yang ngebuat anggota Bobe harus semakin aktif lagi. Kenapa? Yah, supaya selain bisa memenangkan hadiah yang keren - keren pemenang juga pasti akan memiliki kesenangan tersendiri ketika tulisan - tulisannya mendapat penghargaan. 

Tapi, yang belum beruntung masih tetap punya kesempatan yang sama kok asalkan tetap berusaha . Hehhehe. Semangat ..

Yang paling gak pernah ketinggalan sama anak - anak Bobe ini, bernarsis ria. Dimanapun, apapun acaranya dokumentasi itu penting. Selain bisa dituangkan dalam ulasan cerita nantinya buat blog seniri juga bisa menjadi momen yang nggak bakalan dilupain nantinya.

Akhir tulisan, saya ingin mengucapkan selamat Milad Pertama untuk Bobe. Semoga semakin berkah dan semakin banyak hal-hal positif datang ke Bobe.

* Tulisan ini dibuat untuk menjawab tantangan dari Blogger Bengkulu untuk #NulisSerempak tentang #PuncakMilad1BloggerBengkulu #akubloggerbengkulu.